Asah Kemampuan Menjadi Digital Marketer, Atau Serahkan pada Ahlinya



Digital Marketing - Apa yang kita bayangkan saat mendengar kata marketing? Sales? MLM? Atau ada perasaan alergi tertentu? Weits, berarti persepsi kita belum naik kelas kalau begitu :) Di dunia digital yang serba cepat saat ini, justru setiap dari kita adalah marketer. Alias berlomba-lomba untuk memasarkan diri sendiri atau hobi dan bisnis yang sedang kita jalani. Apapun itu.

Apalagi buat pelaku digital aktif. Seperti pelaku dunia freelance yang bisa kerja darimana saja dan kapan saja. Biasanya sih pekerja kreatif macam penulis, desainer grafis, programmer, olshopper, blogger, dan semacamnya. Saya termasuk salah satu 'spesies' di dalamnya :)

O iya, pelaku digital aktif juga termasuk para pekerja dunia industri yang saat ini dituntut open mind tentang digital marketing. Tak jarang orang yang bekerja di balik layar digital marketing ini harus berpikir keras supaya campaign nya punya big impact dan berujung pada selling.

Jadi, Bagaimana sih Cara Menjadi Digital Marketer yang Baik?

Kalau berkaca dari pengalaman saya yang otodidak, jelas masih sangat minim ya. Profesi saya sebagai freelance writer dan fulltime blogger yang terlahir kembali setelah beberapa tahun vakum memang punya cerita tersendiri.

Namanya otodidak, setahunan belakangan serius menjalani digital life membuat saya harus menarik nafas panjang. Lelah? Pasti! Tapi saya sadar untuk menjadi somebody butuh kekuatan ekstra. Utamanya menyikapi iklim blogosphere yang saat ini makin menggurita.

Dari orang yang cupu tentang digital marketing, saya mulai hunting workshop gratis maupun berbayar. Terhitung saya pernah mengikuti :

Bukan berarti dengan ikut workhop semacam itu, saya langsung paham :) Kuncinya, ada pada penerapan yang terus menerus dan konsisten dari hari ke hari.

Karena itu, hunting bacaan yang up to date juga rutin harus dilakukan. Selain, ikut masuk dalam arus dunia komunitas blogging yang memang sarat informasi kekinian. Dengan bergabung bersama komunitas, jujur cakrawala berpikir dan insight yang saya dapatkan jauh lebih luas.


Workshop komunitas blogging yang saya ikuti pertama kali

Selain ngeblog dan menulis lepas, saya juga lagi semangat-semangatnya mengurus bisnis olshop bersama suami, Lapak The Jannah. Usaha yang baru berjalan setahunan ini fokus pada pembuatan goodie bag dan tote bag untuk keperluan merchandise dan souvenir. Selain menyediakan barang-barang vintage yang menjadi hobi kami. 


Lapak online Lapak The Jannah di Instagram

Tak hanya itu, kami juga membangun The Jannah Institute yang concern utamanya pada jasa workshop provider dan literacy consultant.

Sekali lagi, semuanya membutuhkan digital marketing yang cukup kompleks. Tak hanya selesai di urusan posting saja, tapi bagaimana membuat konten kreatif yang mampu memberikan engagement dengan followers di ragam media sosial yang kami punya. Tentu, profesi saya yang sebagai blogger juga membutuhkan hal yang sama. Semuanya masih saya lakukan serabutan bersama suami. Ya, kami memang melakoninya sebagai CEO (Chief Everything Officer), haha..


Lapak online The Jannah Institute yang lebih mengarah ke knowledge center

Mau Tahu Apa Saja Upaya Saya dalam Melakukan Aktivitas Digital Marketing ?


Saya dan suami sebagai partner in love pernah mencoba cara-cara ini nih :)
  • Optimasi SEO (search engine optimization) untuk konten blog berdasar ilmu yang saya daptakan dari pembelajaran otodidak dan mengikuti workshop. Tapi SEO saat ini bukan menulis yang robot-able ya, tapi lebih ke konten yang mengandung keyword, ditulis dengan full good mood dan full heart, serta mengalir. Dijamin bakal share-able dan mengundang banyak interaksi di kolom komentar hingga inbox pribadi
  • Rajin blogwalking setelah update blog post supaya traffic kunjungan balik juga tinggi, selain untuk silaturrahim
  • Arisan link bersama komunitas blogger dengan menulis review diri atau melakukan collaborative blogging dengan tema-tema tertentu
  • Optimasi media sosial di G+, Facebook, twitter, instagram untuk blog, juga Lapak The Jannah dan The Jannah Institute
  • Memasang iklan di media sosial seperti menggunakan Facebook Ads dan Instagram Ads untuk kedua usaha awalan itu
  • Broadcast melalui chat messenger seperti Whats App, BBM, Line juga untuk kedua usaha
  • Update status dengan metode copywriting dan bersifat soft selling di media sosial pribadi saya maupun kedua usaha itu


Salah satu status pribadi saya sekaligus copy writing untuk promosi salah satu jasa The Jannah Institute, literacy consultant
  • Update status di BBM picture untuk selalu ada di recent update notification khusus Lapak The Jannah
  • Giveaway di media sosial untuk meningkatkan engagement dan menambah followers organik untuk blogging dan kedua usaha
  • Membuka lapak gratis di beberapa e-commerce untuk Lapak The Jannah  
  • Meng-endorse beberapa teman yang cukup populer sebagai selebgram dengan mengirimkan free product dan memintanya untuk memposting aktivitasnya dengan product kita. Ini saya lakukan untuk Lapak The Jannah

Hasil fto salah satu endorser Lapak The Jannah untuk product pouch quotes :)
  • Riset beberapa kompetitor dan referensi yang dapat dijadikan sumber inspirasi. Ini saya lakukan untuk blogging, dan kedua usaha saya itu    
  • Paid promote di beberapa akun Instagram yang related dan memiliki segmen followers yang sesuai dengan usaha kita. Saya melakukannya untuk kedua usaha itu

  • Meminta bantuan share ke lingkaran pertemanan atau jaringan yang memiliki interest sama. Dan melakukan feedback yang sama saat mereka meminta bantuan pada kita. Blogging dan kedua usaha saya juga saya berlakukan hal ini
  • Memperkuat personal branding di dunia blogging dan usaha yang saya dan suami lakukan dengan tidak hanya berkesan 'menjual', tapi lebih dari itu, megedukasi dengan konten positif, murni karena ingin berbagi ilmu
Lumayan panjang ya? Meski masih sebatas cara-cara seperti itu, tapi lumayanlah untuk eksistensi di awal-awal usaha dan tentu menciptakan reputasi positif di dunia blogging :)

Terus terang saya baru belajar untuk urusan digital marketing ini, setelah sebelumnya memang menjadi profesional di bidang marketing konvensional. Ternyata meski bidangnya sama, tapi medianya berbeda, tetap membutuhkan penanganan khusus :)

Boleh Saja Dicoba Atau Serahkan pada Ahlinya

Berdasar pengalaman saya itu, boleh saja sih untuk dicoba.

Satu hal yang perlu digaris bawahi, meski kita menjalani pekerjaan freelance atau usaha yang baru saja dimulai, sebenarnya sama saja seriusnya dengan perusahaan yang memiliki staf khusus untuk digital marketing. Semuanya mesti dijalankan secara profesional. Dan yang terutama, konsisten.

Karena itu, saya tentu juga tak ingin menjadi chief everything officer yang saya sebutkan tadi selamanya ya :) Karena itu, akhir-akhir ini saya mulai rajin untuk hunting kemungkinan menggunakan jasa pihak ketiga. Seperti jasa social marketing Jakarta misalnya. 

Karena tentu saja, pihak yang sudah profesional seperti ABAH Digital Marketing Specialist, akan dapat mengukur secara spesifik tantangan digital marketing yang dibutuhkan seperti menemukan tujuan dari proses digital marketing itu sendiri dan hal urgensi lain berikut :
  • Meningkatkan brand awareness
  • Melakukan engagement
  • Melakukan riset
  • Meningkatkan loyalitas followers atau customer
  • Advokasi
  • Meningkatkan penjualan pada akhirnya 
Dan untuk menciptakan goals yang detil seperti itu tentu tak bisa dari sudut pandang satu pihak saja. Jadi, kalau kita menggunakan jasa ABAH Digital Marketing Specialist, kita bebas untuk mengeksplorasi ide bersama untuk mengakomodasi kebutuhan dua pihak. Dan pastinya hasil yang diharapkan akan bisa dicapai dengan maksimal. Lihat saja bagaimana konsep ABAH Digital Marketing Specialist dalam bekerja.




Selain jasa social marketing, kita juga bisa mendapatkan jasa digital marketing yang lainnya sesuai dengan keahlian si ABAH berikut ini :



 
Oke, sekarang bagaimana caranya supaya kita bisa langsung memanfaatkan layanannya? Sabarrr, kita bisa ikuti langkah-langkah di bawah ini :

1 Pilih jasa yang sesuai dengan kebutuhan kita pada OUR EXPERTISE di atas

2 Klik pada salah satunya. misalkan spread your brand, get viral berikut ini




3 Lalu akan muncul form yang harus kita isi seperti ini




4 Setelah sukses, data kita sudah tersimpan dan selanjutnya tunggu konfirmasi




Cukup mudah dan praktis, kan? Saya jadi makin kesengsem juga nih untuk mulai memakai jasa profesionalnya supaya saya tak perlu menarik nafas panjang terlalu lama dan memang menyerahkan suatu keahlian yang spesifik pada ahlinya. The important things adalah kita bisa menduplikasikan pekerjaan sehingga energi yang lain bisa kita gunakan untuk produktivitas yang menjadi prioritas berikutnya :)

Lebih jauh tentang ABAH Digital Marketing Specialist, silahkan menghubunginya di :

 

Kesimpulan

Potensi digital marketing masih akan terus berkembang. Dalam survei Netizen Indonesia yang dilakukan oleh Markplus Insight pada tahun 2012, menunjukkan sekitar 40 % pengguna internet di Indonesia mengakses internet lebih dari 3 jam. Dan seringnya waktu mereka habis untuk menjelajah informasi berupa gambar, lagu, data, dan berbagi cerita antar teman dan selanjutnya saling membaginya. Kabar yang cukup positif, kan?

Digital marketing bukan soal trial and error, ia adalah proses yang kemudian mencapai sebuah professional goals. Karena itu, menjalankannya juga membutuhkan seni tersendiri.

Di atas itu semua, saya setuju kalau digital marketing yang justru saat ini mengedepankan konektivitas personal ini senada dengan pemikiran pakar marketing Indonesia yang sudah mendunia, Hermawan Kartajaya dalam sebuah bukunya, 

marketing 3.0 melihat manusia sebagai pribadi yang utuh, dan pemenuhan akan anxiety and desire setiap manusia harus menyentuh sisi human spirit.




Tulisan ini diikutseratakan dalam



 

   
 

Prita Hw

7 komentar:

  1. Sangat menggairahkan sekali artikelnya mba Prita. Saya rasa ini calon juaranya. :-)

    BalasHapus
  2. sangat informatif mbak artikelnya, jadi pingin gunain jasa ABAH ni mbak. semoga juara mbak . aminn

    BalasHapus
  3. buat yang gak mau ribet kayaknya solusinya pake ABAH itu ya mbak :D

    BalasHapus
  4. Kalau saya promosinya paling mudah pakai fanspage facebook. Saya pasang banner besar besar berukuran 13x5 cm di background halamanya. Jadi begitu ada orang yang melihatnya, maka yang pertama kali di lihat adalah banner yang berisi nomor kontak saya seperti WA dan BBM, dan ampuh juga karena dagangan saya laris berkat fanspage ini.

    Btw jangan lupa kunjungan baliknya ya, terimakasih sebelumnya :-)

    BalasHapus
  5. Waduh komprehensif banget Prita. Semoga jadi pemenang.

    BalasHapus
  6. Lengkap tulisannya. Selamat ya mba Prita ;)
    Keren

    BalasHapus