Resto Azkiya Umbulsari, Resto Spesial Gurami Ala Desa yang Jadi Jujugan Favorit


Siang menjelang sore itu, saya dan suami berencana berdua saja, tanpa baby Tangguh untuk melakukan perjalanan ke Umbulsari. Sebenarnya meski saya asli Jember, tapi saya tak punya cukup pengetahuan tentang daerah-daerah diluar pusat kota Jember. 

Jember itu luas, banyak daerah-daerah atau desa diluar kota adminstratifnya. Sempat sih dulu saat SMA merasakan camp acara diklat organisasi di Durjo, Ranu Klakah, Garahan, dsb, cuma yaitu tadi, soal arah, sama sekali ga membekas. 

Berbekal google maps seadanya, kami mengarahkan kuda besi yang kami tumpangi menuju arah Bangsalsari, lalu melewati arah-arah yang makin masuk menuju perkampungan, pemukiman warga, kadang beraspal, kadang berbatu, dan tak jarang mirip jalan setapak tapi lebih lebar.

Sekitar 14.30 kami berangkat dari Jember, daerah kampus, rumah kami. Rencananya sore itu kami memenuhi undangan Resto Azkiya yang ternyata cukup populer juga. Bareng dengan dua orang teman lainnya, Ilham dan Bima, kami janjian langsung ketemu disana. 



Baca Juga : Barbershop and Cafe Kekinian di Jember



Siapa sangka ternyata arah gmaps yang menjadi panduan saya dan suami diarahkan ke tempat yang tak berujung, malah belok ke pematang sawah berlatar hutan yang sama sekali tak ada wujud tanda-tanda bangunan. Mungkinkah resto itu benar-benar sangat alami sehingga meminimalisir bangunan? Saya sempat bergumam seperti itu dalam hati. 

Dan suami saya yang biasanya selalu tepat membaca gmaps juga terheran-heran. 

"Kalau gitu, minta yang udah sampai buat share loc aja lah," katanya.

"Oke, wait," saya yang tadinya berangkat dalam keadaan lapar dan sengaja sedikit mengosongkan perut tiba-tiba saja sudah tak merasakan rasa lapar lagi, saking serunya jalan mencari peta ini. 

*

Tak berapa lama, tanda jalan besar makin jelas, lalu kami sampai pada tanda-tanda berupa papan nama resto dan sebuah jalan yang saya ketahui belakangan bernama Jalan Tamrin.

Usut punya usut, setelah ber-say hi dengan Ilham dan Bima, juga tim dari Resto Azkiya yang siang itu didampingi Pak Indra, sang General Manager dan Mbak Anis, PR dari Resto Azkiya, ternyata ada banyak arah gmaps menuju Resto Azkiya ini, semacam sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ppffuuh, keselnya ya.

Okai, biar mentemen ga merasakan muter-muter macam memecahkan jalur labirin, sebaiknya arahkan kendaraan dari kota Jember menuju Tanggul, lalu belok arah kiri menuju Semboro. Makanya, banyak orang juga familiar menyebut Resto Azkiya Umbulsari ini dengan sebutan Resto Azkiya Semboro. 

Ini dia titik koordinat yang benar : Resto Azkiya



Resto Spesialis Gurami dan Seafood di Tengah Suasana Pedesaan dan Nuansa Etnik

Memasuki Resto Azkiya setelah memarkir kendaraan kami tepat di depannya, saya merasakan suasana yang asri, sederhana, namun penuh kebersamaan. 



Saya mengingat-ingat hari apa saat itu, dan ternyata Jumat, baru menjelang weekend dan tergolong suasana ramai. Hanya beberapa ruang ala gazebo kayu di atas kolam ikan koi yang terlihat kosong. Selebihnya, terdengar tawa dan obrolan riuh para keluarga yang sedang menikmati menu sajiannya masing-masing.


Di tengah hari yang seringnya terik akhir-akhir ini, duduk di gazebo itu sungguh membuat nyaman. Mata dan pikiran refresh melihat kolam dan ikan yang meliuk-liuk lucu. Juga terdengar gemericik air yang mengalir makin menambah suasana jadi lebih dingin. Selain pot-pot anggrek yang berbaris rapi di satu sisi tembok dan pot-pot gantung lainnya.

Disediakan pula pakan ikan koi untuk keluarga yang mengajak anak-anak ikut serta, supaya mereka juga punya aktivitas yang menyenangkan sambil menunggu makanan tiba. 

Saat saya sedang mengamati detil suasananya, tak lama makanan dan minuman yang disajikan untuk kami datang juga. Menurut saya, untuk ukuran resto yang ramai, penyajiannya termasuk cepat.

Hmm, air liur rasanya tak tahan untuk menetes dan ingin segera menandaskan menu makan siang sekaligus simpanan sebelum makan malam itu. 

Satu persatu menu andalan berbahan dasar ikan gurami disajikan. Mulai dari gurami bakar madu, gurami dabu-dabu, gurami asam manis mrotholi, juga gurami rica-rica. 


"Ini menu gurami yang favorit dan best seller disini", ungkap Mbak Anik, sang owner yang sudah memulai berbisnis resto sejak 2017 yang lalu. Usut punya usut, saat kami ngobrol, barulah terungkap kalau Mbak Anik yang asli Malang ini memang hobi masak dan dulunya memang menerima pemesanan delivery order khusus gurami. 

Meski gurami bukan satu-satunya menu seafood disini, boleh dibilang ini andalannya. Ada pula kepiting, udang, cumi dengan berbagai varian masakan. Bagi pecinta ayam, bebek, mie goreng, dan nasi goreng, jangan khawatir, semuanya tersedia. 

Didampingi tumis atau cah kangkung dan cah taoge, kami benar-benar menikmati menu hari itu. Karena sebagian besar ikan sudah dimasak dengan rempah-rempah lengkap dan cita rasa pedas, maka tak perlu lagi tambahan sambal untuk menikmati semuanya. Satu lagi, semua masakan disini non MSG, wahh masyaaAllah.

Yang paling enak yang mana nih? Hm, coba deh saya review satu-satu ya 😉


Gurami bakar madu


Cita rasanya lebih ke gurih manis, dibakar kering dan disajikan dengan sambal cocol terpisah yang juga cenderung manis. Cocok untuk menu anak-anak, dinikmati tanpa sambal.


Gurami asam manis mrotholi


Kalau yang satu ini perpaduan asam dan manis yang hakiki. Manis tapi ada asamnya, dan di atasnya dibubuhi gurami protholan atau yang sudah digoreng kering sebagai tambahan. Makanya juga disebut mrotholi 😁 Bawang bombai dan nanas juga ikut menambah cita rasa si asam manis ini. Bisa juga menjadi favorit anak-anak nih. 


Gurami dabu-dabu


Penyuka tomat dan rasa asam yang ori, dipadu sambal pedas dengan standar lumayan alias ga terlalu pedas, pas banget menyantap gurami jenis masakan ini. Segerrr banget, dan ini jadi favorit saya 😍 Semacam makan ikan sekaligus include dengan lalapannya, hehe.


Gurami rica-rica


Bagi penyuka pedas, gurami yang dimasak dengan sambal yang lebih ekstra pedas dibanding gurami olahan lainnya, pas banget. Bahkan, bisa juga loh request tingkat kepedasan seperti si Ilham yang asli Lombok, hehe. Sambil menunggu menu ini disiapkan, bau cabenya saja sudah menyeruak dan membuat penasaran. 


Udang crispy trulala


Selain gurami, menu udang trulala ini juga kami coba. Udang crispy yang diolah dengan tingkat kepedasan sedang, daun jeruk dan potongan kemangi. Segar dan crunchy. 

Semuanya worthed buat dicoba karena masing-masing punya cita rasanya sendiri-sendiri. 

Untuk minuman dan cemilannya, waktu itu karena saking panasnya, saya prefer es buah dan temen-temen yang lain jus buah, selain air mineral. Cemilannya lumayan juag untuk temen makan nasi juga, dari tahu dan tempe crispy sampai pisang jeprak. Nah, khusus yang terakhir, tentu ga sama nasi makannya 😅



Buat yang penasaran, rate harganya berapa, ini saya bagi daftar menunya ya. Menurut saya, murmer banget dengan kualitas cita rasa yang mewah dan seporsi bisa banget dimakan rame-rame. 


Fasilitas yang Ada di Resto Azkiya Umbulsari


Ga cuma menu makanan yang bisa dijadikan andalan di resto tengah desa yang ramai terus ini. Meski jaraknya terbilang lumayan dari Jember kota, nyatanya resto ini tetap menjadi jujugan. Terutama buat kumpul-kumpul komunitas, keluarga besar, lembaga ataupun perusahaan. 

Seperti saat kami berkunjung kesana, parkiran mobil penuh sekali, ternyata sedang ada corporate event salah satu perusahaan rokok di Jember. Banyaknya latar pengunjung ini juga bisa temen-temen lihat dari foto-foto yang terpajang disana. Dari bupati, tokoh, sampai komunitas pun ada. Juga penghargaan tentunya. 


Karena saya penasaran, saya tengok dapurnya, dan mereka sangat welcome. Dapurnya tertata, bersih, dan punya trik-trik untuk penyajian cepat. Jadi bumbu-bumbu dan sebagainya sudah disiapkan sedemikian rupa. Bayangin aja misal harus dari nol pengolahannya ya, bisa jadi pelayanannya jadi lola macem sinyal kalau lagi ngambek, hehe.


Fasilitasnya bisa dibilang lengkap sih untuk sebuah destinasi. Jadi kalau mau datang jauh-jauh, ajak saudara atau temen dari luar kota, dijamin ga akan nyesel. Apa aja sih? Mulai dari :




  • Ruang makan ala gazebo lesehan di atas kolam ikan di ruang depan
  • Ruang makan luas dengan meja-meja panjang yang juga lesehan di ruang belakang yang bisa diakses dari pintu samping
  • Ruang makan ala suasana meeting terbatas dengan kursi
  • Musholla kecil di ruang depan, dan musholla besar di ruang belakang
  • Kamar mandi yang berjajar, bersih, dan nyaman
  • Parkir yang luas
  • Wifi
Saya sendiri termasuk yang betah berada disini, selain harus melonggarkan perut beberapa waktu karena dijejali menu-menu menggoda yang memaksa perut harus menata space, hehe.

Berkeliling disini sama sekali ga membosankan, karena suasananya yang nyaman. Pas saya perhatikan, banyak juga ornamen ala nuansa Bali semacem motif kotak-kotak item putih, payung-paung Bali, dsb. Saat saya tanyakan ke owner nya, ternyata karena alasan etnik aja, bukan karena ada yang keturunan Bali. 

Saran untuk Resto Azkiya


Resto Azkiya sendiri ternyata tak hanya memiliki satu tempat ini sebagai pilihan, ada pula Resto Azkiya Lumajang, dan juga Resto Azkiya di Kota Cinema Mall Jember. 

Tapi, berkunjung kesini, di pusat dimana cikal bakal resto ini ada merupakan sebuah petualangan yang mengasyikkan. Perjalanannya itu loh, bisa sambil lihat sawah dan pemandangan hijau di kanan kiri yang sudah jarang ditemui di pusat kota. Meskipun, masih banyak pinggiran Jember yang memang masih hijau.

Saran saya buat Azkiya mungkin di varian minumannya yang hanya menyediakan jus buah, es buah, dan minuman basic seperti es teh atau es jeruk. Kalau misalkan juga disediakan menu ndeso semacam es beras kencur, es sinom, atau minuman rempah lainnya, rasanya suasana pedesaan akan makin terasa. Pas sepaket, menu dan suasananya. 

Kalau ditambah musik-musik etnik ala Jawa di jam-jam ramai tertentu juga seru, makin menambah suasana hati jadi disambut dan dimanjakan. 

Ditambah dengan playground bernuansa semi outdoor rasanya seru juga ya kalau banyak keluarga yang membawa anak-anak, apalagi kalau ada kolam pancingnya, waah. Rasanya tempatnya mesti diperluas lagi 😊

Sentra oleh-oleh penganan kecil rasanya juga dibutuhkan ya pas kita mengajak temen dari luar kota atau yang ga setiap hari mampir kesini. Apalagi, menurut Mbak Anik, sang owner, Umbulsari memang terkenal komoditas guraminya, selain jeruk Semboro yang asalnya diambil dari Umbulsari. Ah, cocok kan jadinya 😍

Jadi, kamu yang di Jember dan sekitarnya, sudah pernah mampir belum di Resto Azkiya Umbulsari? Kalau belum, boleh banget dicoba, karena setiap bulan selalu ada promo yang berbeda, seperti di bulan November ini, sedang ada promo diskon 11 % ini. Atau bisa juga manfaatkan promo paket hemat untuk berdua atau berempat di weekday dan jam-jam tertentu. 




Rasakan cita rasa makanan kaya rempah-rempah dan nuansa yang berbeda di Resto Azkiya Umbulsari, sampai ketemu disana!




Kepoin tentang Resto Azkiya di Instagramnya ya @resto_azkiya_umbulsari , jangan lupa reservasi kalau datang di weekend ya terutama~


Wassalam, 












Prita HW

24 komentar:

  1. Aduduuu...gurame asam manisnya sangat menggoda sekali mba Prita...

    BalasHapus
  2. Wah ada Ilham dan Bima juga ya... kalau saya ikut, jadi berasa makan-makan malam itu di kafee Kolong deh hahaha....
    Tapi kali ini ga ada Pak Argo kan? Hehehe

    Senang bisa mengetahui sisi lain Jember yang selalu ngangenin. Eh salam buat Ibu Bupati Jember yaaaa ��

    BalasHapus
  3. Masya Allah..... aku ngeceeess dari awal sampe akhir Mbaaa
    Secara daku penggemar gurame banget!
    Ternyata bisa diolah macam2 yaaa
    kalo d Sby paling sering gurame goreng terbang, gurame asam manis, gurame bakar
    Kuyy, bikin acara bloger di Jember mbaaa, supaya aku bisa ikutan dan makan di resto ini haghaghaaaggg

    BalasHapus
  4. Mbaak, ya Allah, sebagai penggemar ikan, saya ngiler sama semua jenis masakan ikan guramenya. Pengeeen 😍

    BalasHapus
  5. Lap iler, hehe.
    La mantab gitu kayaknya semua. Tapi aku paling tertarik sm yg gurame asam manis mrotoli, nanasnya awe awe, uenak suegerrr kayaknya. Lokasinya juga kece. Enak bgd nih kalau kulineran bareng keluarga di sini. Semoga kalau ke Jember aku bisa mampir ke sini.

    BalasHapus
  6. Ya ampun ini makannya enak enak banget bikin ngiler saat baca puasa gini. Hahhaha. Soal tempatnya nya juga nyaman banget mba. Jadi pengen

    BalasHapus
  7. Guramenya bikin mupeng mba.. Aku pecinta ikan soalnya. Jember ternyata wisata kulinernya oke juga

    BalasHapus
  8. Saya suka nih ikan gurame. Tetapi, kalau beli sendiri harus hati-hati. Kadang-kadang suka ada ikan gurame yang rasa tanah

    BalasHapus
  9. Wah keren nih ruangan dan ikan gurame menggugah selera.kalau mpo protholan cocok buat kita makan bareng-bareng.

    Azkia umbulsari resto selalu menjaga kualitas gurame dan kebersihan

    BalasHapus
  10. Bikin ngiler gurame dabu-dabunya Mbak. Asli ih masha allah jadi pengen ikan gurame.

    BalasHapus
  11. Uwaduuh aku ngiler liat menunya mbaa.. wendess semuahh. Coba deket langsung tak samperin hehehe.. mantuul nikmatnya.

    BalasHapus
  12. Baca tentang Resto Azkiya dengan ragam menu ikan guramenya jadi semakin pekat keinginan menapakkan kaki di kota Jember -- disamping utanya teringat teman blogger arek-arek Jember yg menciptakan lagu "Untuk Bunda" -- apa dayabtangan tak sampai. Keinginan tetap hanya tinggal sebuah keinginan yang selalu tertunda hingga usia renta, hehe...Koq jadi curcol ya. Senang melepas kangen pads Prita HW di sini.

    BalasHapus
  13. Waaaah lihat aneka olahan gurame jadi lapar mbak. Saya juga penikmat olahan semacam ini. Tak kalah dg menu di resto khas Sunda tentunya. Kalau penataan restonya Serapi dan sebersih ini pasti pengunjungnya betah dan menjadi pelanggan resto ini. TFS mbak nanti bisa sy jadikan referensi kalau mampir Jember .

    BalasHapus
  14. Ya ampun menunya bikin auto laper. Aku suka banget menu gurame. Meskipun kalo masak sendiri malah ga and bisa

    BalasHapus
  15. Lengkap banget ya fasilitasnya mba nyaman dan ener-bener konsep pedesaan ruang sholat juga bagus, ngomong-ngomong aku buka blog ini pagi loh jadi laper sama gurame bakar madunya

    BalasHapus
  16. Macam-macam guramenya ya mbak, mau diapain aja aku tetap sukaaaaaa semuanya :) Pecinta ikan soalnya aku.
    Tempat sholatnya unik gitu pembatasnya pakai pohon gitu ya mbak

    BalasHapus
  17. Duh ya ampun, menu guraminya enak-enak deh. Mana tempatnya nyaman pula. 😍

    BalasHapus
  18. Suasanan restaurannya benar-benar adem dan tradisional banget ya Mbak. Jadi pengen juga deh berkunjung ke Resto ini. Apalagi ada paket hematnya pula. Lumayan berdua cuma 100k dan bisa makan puas. Mana menu-menunya juga kelihatan menggiurkan *duh ku jadi auto lapar nih, hehe

    BalasHapus
  19. Restonya mantaappp jiwa!
    Wadidaw banget yaa...makan di tempat yang asri plus suasananya mendukung.
    Tapi, ada menu selain seafood gak?
    Makanan ringan kaya kentang, pisang keju gitu...


    **Hihii...orang Indonesia itu yaa...kentang dibilang makanan ringan...padahal sama-sama karbo.

    BalasHapus
  20. Duh gurami bakar madu nya menggugah selera, jadi pengen nyobain deh makan disana

    BalasHapus
  21. Wah menarik keknya iki menu serba gurame di restonya. Kalau aku ke Jember traktir yo Prit heheh :D
    Ternyata restonya udah gede ya namanya, dikenal pejabat dan banyak perusahaan yang juga suka bikin gathering di sana :D

    BalasHapus
  22. Dimanapun, kapanpun, pokoknya aku selalu jadi tim gurih. Ampun banget sama yang pedes-pedes deh, hehehe.

    BalasHapus
  23. Menunya bikin laper yang ngeliat. Sedaaap pasti guramenya. Meskipun sering dapet ikan gurame, tetapi kalo ngeliat gurame di restoran selalu mupeng. Mau algi dan lagi.

    BalasHapus
  24. tau nama resto ini dari sodara, belum sempet untuk datang langsung kesana sih. Menunya sangat sangat menggugah selera makan

    BalasHapus