#SiapDarling di Taman Wisata Alam Kawah Ijen Banyuwangi


Pagi itu Banyuwangi cerah, pas di hari Senin yang sibuk, saya bersama 9 orang blogger lainnya malah janjian untuk pergi bareng ke sebuah Taman Wisata Alam (TWA) yang lumayan terkenal, Kawah Ijen. Rencananya, kami bakal ber-siap darling di kawasan kawah Ijen. 

16 Desember itu, kami diantar hi est meliuk-liuk melewati jalan yang disuguhi dengan view menarik menuju TWA Kawah Ijen. Jalanannya relatif sempit, dengan aspal yang mulus. Sekitar 1 jam dari meeting point di Universitas Airlangga Banyuwangi, kami sampai di TWA Kawah Ijen.

Sempat saya tertegun menyaksikan pemandangan yang biasa hijau dengan pepohonan rindang layaknya lereng pegunungan lainnya, berubah drastis menjadi coklat kehitaman, kusam, meranggas, kering, hangus, dan berantakan. Rupanya ini merupakan wilayah yang terbakar di kurun 20 Oktober hingga 6 November lalu.

Ingatan saya langsung kembali ke abu kecil yang saya sapu berkali-kali di teras rumah saya di kawasan kota Jember. Ternyata, itu adalah bagian dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari TWA Kawah Ijen, dan sekitarnya, yaitu Gunung Ranti dan Gunung Merapi Ungup-ungup.



gersang dan memprihatinkan

Saya bersyukur banget bisa sampai disini, rasa penasaran akan kejadian kebakaran itu terjawab. Jember saat itu juga makin terasa panasnya, macam mandi sauna meski di dalam ruangan. Padahal sehari-harinya biasanya terasa sejuk. #SiapDarling atau siap sadar lingkungan yang akan digelar hari itu rasanya begitu bermakna. Dan, alhamdulillah saya jadi salah satu bagian di dalamnya.

Jargon #SiapDarling yang keren itu memang jadi magnet tersendiri buat anak-anak muda millenial, tepatnya generasi Y akhir dan Z yang saat ini duduk di bangku kuliah. Tak heran, dibuka beberapa kloter, Darling squad (sebutan untuk temen-temen yang bergabung dalam aksi ini) begitu antusias. Senin itu saja, tercatat sekitar 250 mahasiswa datang dari berbagai kota untuk sama-sama beraksi darling. 

Terbukti kan ya kalau mereka tak hanya paham hal-hal yang berbau 'halu'. Banyak juga kok yang punya pola pikir positif dan kritis. Saya menyimpulkan ini bukan tanpa alasan. Saat ikut menyaksikan mereka ngobrol, berbincang santai sambil menunggu giliran menanam yang dibagi dalam 3 zona, mereka saling sharing tentang aksi apa yang pernah mereka lakukan sebelum tergabung di darling squad ini.


Riuh dan seru, kan?

Mahasiswa yang berasal dari 27 universitas seperti Universitas Airlangga Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Terbuka, dan 20 perguruan tinggi yang lain itu pun saling buka suara. Ada yang pernah berkampanye lingkungan lewat lagu, memungut sampah, lewat kegiatan penyadaran mengurangi kantong plastik, atau ramah sampah saat naik gunung, sampai ada yang ikut berkontribusi dalam inisiasi Bank Sampah. Keren! 


Ngobrol dan sharing anti lelah


Dengan durasi yang lumayan di tengah siang yang terik itu, Darling squad bergantian dengan rapi menanam pohon cemara gunung (casuarina junghuniana) sebanyak total 500 pohon, menyebar di lahan seluas 1,1 hektar. Zona 3 berangkat lebih dulu di area yang lumayan menuju ke atas, zona 2 menyusul dengan menanam di area yang lebih landai. Dan, terakhir zona 1 di area yang sangat landai, dekat dengan fasilitas-fasilitas umum di kawasan TWA Kawah Ijen. 

Cemara gunung dipilih karena berbagai alasan kuat, ia merupakan tanaman pionir dari lahan deforestasi hutan, juga toleran terhadap musim kering. Juga mampu bertahan dalam kondisi waterlog dan kekurangan oksigen. Bahkan, menurut World Agroforestry Center (WAC), jika sudah tumbuh beberapa meter saja, pohon ini tahan terhadap kebakaran. Selain merupakan salah satu jenis tanaman fast growing dan bisa mencapai tinggi hingga maksimal 35 meter. MasyaaAllah ya!


Bibit-bibit yang lebih dulu mesti diambil di green house. Ini yang namanya cemara gunung.


Berbaris rapi dan tertib

"Aku sudah Siap Darling, kamu kapan?"

Serius menanam supaya cepat bertumbuh dan lestari

Saya juga ga mau ketinggalan, nih, hehe. Bumil di sekitaran zona 1 dan 2 aja.

Penanaman di zona 1 juga terasa spesial karena dihadiri tokoh-tokoh penting. Diantaranya Bapak FX Supanji (Vice President Director Djarum Foundation), Dr. Nandang Prihadi, S.Hut (Kepala BBKSDA Jawa Timur), Mayjend TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi (Pangdam V Brawijaya), dan juga artis pendukung yang akan tampil di penghujung acara siang itu, seperti Barasuara.


Bersiap-siap menanam bibit pohon cemara gunung

Personil Barasuara pun ikut #SiapDarling

Setelah itu, pihak Bakti Lingkungan Djarum Foundation dan BBKSDA Jawa Timur melakukan penandatanganan prasasti dan perjanjian kerjasama tertulis untuk sama-sama berkomitmen melakukan upaya pelestarian berupa penanaman kembali demi pemulihan ekosistem flora fauna yang saat ini terjadi. Diharapkan, komitmen ini tidak saja terhenti dalam aksi #SiapDarling siang itu, tapi juga jangka panjang ke depan. Salah satunya, juga terdapat pendirian green house di kawasan tersebut oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. 



Bismillah komitmen konservasi

  

Bukti Kepedulian Bakti Lingkungan Djarum Foundation Bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur


Gerakan keren #SiapDarling ini tak mungkin terwujud sebegitu rupa tanpa ada inisiatornya. Adalah Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang melahirkan gerakan ini sebelum kejadian karhutla Kawah ijen dan sekitarnya ini terjadi, tepatnya sejak 2018 dan bermula dari gerakan di media sosial. Tujuannya untuk memperbanyak dan mengajak generasi millenial untuk menebar konten-konten positif seputar aktivitas mencintai lingkungan dan bumi.

Namun kami percaya, setulus-tulusnya rasa cinta, akan lebih sempurna dengan tindakan nyata. - Djarum Trees for Life

Sedangkan Bakti Lingkungan Djarum Foundation sendiri sudah memulai programnya lebih jauh lagi, yaitu melalui program Djarum Trees for Life pada 1979 silam. Dan terus berlanjut, hingga tahun 2018 lalu menginisiasi gerakan #SiapDarling. O iya, tak hanya di kawasan Kawah Ijen juga, sebelumnya ada aksi #CandiDarling yang juga menghijaukan kawasan situs dan cagar budaya.   
Saya jadi teringat, jiwa saya sebagai alumni Beswan (beasiswawan/penerima beasiswa) Djarum jadi ikut terpanggil. Dulu, semasa menjadi Beswan Djarum di kurun waktu 2006-2007, saya juga sempat menyaksikan langsung Bakti Lingkungan Djarum Foundation berupa green house dan pengolahan limbah industrinya yang sangat rapi dan sustain di Kudus. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian pada lingkungan memang dilakukan secara totalitas dan tidak instan.

Ditutup dengan Talkshow Seru dan Barasuara   

Usai berpanas-panas ria, cuaca kemudian berubah sedikit mendung, dan tak lama turunlah hujan. Rupanya Allah SWT melalui semesta ikut mendukung dengan mengirimkan pasokan air alami untuk bibit pohon yang baru saja ditanam. 

Ditemani hujan yang tak terlalu lama, Darling squad pun sibuk melahap makan siang yang sejak tadi dinantikan. Serunya, selama acara, hal-hal kecil pun diperhatikan. Mulai dari tempat sampah sederhana dengan penanda lucu, ketersediaan mineral water station untuk isi ulang tumblr yang juga diberikan secara gratis sepaket dengan tas kain ramah lingkungan yang bisa jadi kecil dan handy untuk para Darling squad. Juga himbauan untuk secukupnya ambil makanan supaya tak membuang-buang makanan sisa. Kalau kurang, cukup ambil lagi saja. 



Tempat sampah simple nan lucu di beberapa titik
Semua yang hadir boleh ambil merchandise alami nih berupa tanaman krokot yang bisa dibawa pulang



Haus? ke water station aja!

Sesi berikutnya, sebelum Barasuara tampil, para Darling squad juga dimanjakan oleh talkshow seru yang jauh dari kesan kaku. Dimoderatori oleh pendaki cantik, Kak Abex yang memiliki akun Instagram populer di @anak_bebek , para Darling squad sangat antusias. Asik, mengerti dunia anak muda kekinian, dan juga praktisi aktivitas outdoor membuat penampilan dan gaya Abex sangat sesuai dan menyatu dengan semua yang menyimak sore yang menunjukkan pukul 3 itu. 



Talkshow keren untuk amunisi Darling Squad

Satu persatu narasumber pun dipanggil, mulai dari Pak Nanda dari BBKSDA Jatim yang juga menggemari aktivitas alam sesuai dengan profesinya. Pak Nanda banyak bercerita tentang suka dukanya selama ini berkaitan dengan lingkungan, terutama juga pengelolaan di TWA Kawah Ijen dan jalur sampai ke atas. Yang mengherankan menurutnya, ada saja pendaki yang iseng mengambil lampu penerangan yang dipasang untuk memudahkan pendakian, sampai dengan aksi vandalisme berupa corat coret bahan alam atas nama menorehkan kenangan. Ehm, pastinya bukan bagian dari temen-temen, kan?

Narasumber berikutnya adalah Kak Annisa Malati, pegiat outdoor yang juga mengampu program di inewstv setelah sebelumnya melanglang buana di program petualangan TV swasta lainnya. Pemilik akun Instagram @annisamalati ini juga bercerita panjang lebar tentang hobinya dan apa yang telah ia lakukan sebagai bentuk aksi darling. Sampai di akhir ia berpesan, "mendingan kalau ga bisa jaga lingkungan dan jaga alam, ga usah deh mimpi pergi kemana-mana. Diem aja di rumah," ungkapnya. Hehe, ini kode keras nih buat yang ngakunya cinta alam tapi ternyata cuma slogan.

Dan terakhir, ada perwakilan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang bergerak di balik layar untuk semua urusan teknis acara keren ini. 







Sekitar pukul 16.00 menjelang 16.30, penampilan Barasuara dengan lagu-lagunya yang cukup dikenal dan menyuarakan tentang lingkungan menutup sore itu dengan paripurna. 


Barasuara via antaranews.com

Alhamdulillah, sekali lagi saya bersyukur bisa hadir dan menjadi saksi upaya konservasi di kawasan TWA Kawah Ijen ini. Memang butuh waktu lama untuk semuanya bisa kembali seperti semula, tapi minimal kita sudah melakukan sebuh upaya. Tak hanya Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang diharapkan bisa memiliki inisiatif ini, tapi juga semoga pihak-pihak lain juga ikut terpanggil untuk melakukan hal yang sama, karena masih banyak juga kawasan lahan karhutla yang butuh sentuhan kita. 

Bikin perubahan itu nggak bisa sendirian - #SiapDarling

   
Wassalam,






Prita HW

16 komentar:

  1. Alhamdulillah masih banyak remaja yg peduli lingkungan termasuk darling squad ya

    BalasHapus
  2. Semoga banyak CSR lainnya dapat membantu kegiatan konservasi lingkungan seperti di TWA Kawah Ijen

    BalasHapus
  3. Mahasiswa emang kudu Siap Sadar Lingkungan kayak gini!
    Semangaatt semangaaattt
    Mari bersama-sama kita jaga kelestarian alam

    BalasHapus
  4. Mba Pritaaaa...salut banget deh sama bumil satu ini! Sehat2 selalu mba Say.. Oya semoga semakin banyak yg Darling, sehingga bumi kita makin terjaga. Aamiin..

    BalasHapus
  5. Seru banget acara talk show nya .Apalagi untuk kesadaran lingkungan . Beul mbak bukan hanya pihak Djaurum Foundation aja yang membuat acara postiif ini. Namun pihak lain pun ikut meramaikan acara seperti ini yah.

    BalasHapus
  6. Kegiatan penanaman pohon di pegunungan dan bukit memang harus diperbanyak ya mba apalagi di musim hujan kaya sekarang gini. Biar berkurang lah ya musibah banjir di berbagai daerah. Keren yuk kita ikutan gerakan darling kaya gini.

    BalasHapus
  7. Ternyata masih banyak anak muda yang siap bergerak dalam menjaga lingkungan yaaa.. Asalkan diarahkan ke hal-hal positif seperti ini, banyak generasi muda yang bersedia turun tangan dengan kerja nyata.

    BalasHapus
  8. Wujud nyata dari kepedulian generasi milenial terhadap lingkungan ya mbak. Asal mereka diarahkan untuk hal-hal positif, yakin deh anak-anak muda bakal tumbuh menjadi generasi yang siap membawa perubahan termasuk menyupport gerakan #SiapDarling ini.

    BalasHapus
  9. Jarum selain membina atlet2 bulutangkis, dia juga peduli dengan lingkungan hidup ya. keren banget kegiatannya. semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh subur...

    BalasHapus
  10. Awalnya baca siap darling apaan ya. Hahahha a. teryat buat sadar lingkungan ya mbaa :) Kegiatan gini aku dukung banget mbaa :)

    BalasHapus
  11. Darling salah satu event yg memberikan kesadaran pada anak2 muda untuk lebih sadar, peka dan membangun kembali bumi lebih asri ya mbk. Salut...

    BalasHapus
  12. Masya Allah sukses untuk penanaman pohonnya. Semoga cemara gunungnya tumbuh kuat dan subur. Semoga tahun ini dan ke depannya tidak ada lagi kebakaran hutan/gunung.

    BalasHapus
  13. Kegiatan sadar lingkungan memang sangat membantu ya mba.. mari kita jalan selalu bumi tercinta

    BalasHapus
  14. aakkkkkkkk,,, kak ilham sama mbak vicky juga ikutan di acara ini kan?

    kmren sempet cerita di WAG sebelah, seru bangetttt


    jadi inget 2 tahun lalu ke ijen,,, emang keren view sekitaran ijen, apalagi hawa dinginnnya beuhhh,,

    kuy smangat jaga bumi!!

    BalasHapus
  15. Wah kalo spot ini mah harus bawa temen rame-rame, rugi kalo cuman berduaan doang

    BalasHapus
  16. seru bisa ikut bersama sama melakukan upaya perbaikan alam seperti ini

    BalasHapus