Temukan Cinta Lewat Momen Perjalanan yang Kamu Ciptakan Karena #PastiAdaOYO




Temukan cinta lewat kebahagiaan yang kamu ciptakan sendiri. Lewat momen-momen sederhana yang kamu lakukan, misalnya lewat sebuah perjalanan. 

*

Makin kesini, makin sering saya merenung tentang kadar kebahagiaan yang berhak kita tentukan. Tiap orang tentu berbeda. 

Momen bersama keluarga adalah satu hal yang paling patut disyukuri, cara kita berterimakasih pada Tuhan. Karena itu juga, saya dan suami memutuskan untuk saling bekerjasama, membangun momen-momen penting dan berharga lewat keseharian kami yang bekerja sebagai satu tim freelancer. Saya yang menulis, dia yang memotret. Saya yang mengajar di depan, dia yang menyiapkan segala peralatan "perang". Iya, kami duo freelancer plus satu batita berumur dua tahun kurang dua bulan yang insyaaAllah sebentar lagi akan menambah keriuhan keluarga kecil dengan kehadiran buah hati kedua. 

Sebagai freelancer yang sehari-hari bekerja dari rumah, tentu menciptakan momen di luar rumah juga menjadi hal yang harus direncanakan. Bahkan hanya sekedar berkeliling melihat sawah-sawah dengan tanaman padi menghijau dan hampir menguning di pinggiran kota, membiarkan baby Tangguh tidur-tiduran beralaskan rumput hijau untuk mengenalkan alam sejak dini, memutar langkah-langkah kaki menyusuri alun-alun yang kalau malam gemerlap dengan lampu kota, atau hanya menikmati suasana sebuah kafe dengan minuman favorit ditemani laptop atau buku. Sekecil apapun, itulah momen-momen sederhana yang memang sengaja kami ciptakan.



Pun perjalanan lainnya yang lebih jauh. Kadang urusan job, dipadukan acara temu kangen teman lama, menjalin relasi dengan kolega baru, sampai famtrip khusus yang mengundang blogger, dan sebagainya. Perjalanan yang berbeda-beda itu tetap punya tujuan sama, mempererat bonding diantara kami sebagai keluarga. Menabung stok sabar saat ada rencana perjalanan yang diluar ekspektasi, misalkan. Atau saling menyadari tentang waktu gilir (shift) membersamai batita kami, si baby Tangguh di sela-sela keinginan untuk me time meski hanya sekedar scroll kabar-kabar di timeline medsos. 

Makanya, saat kami memilih tempat untuk sekedar beristirahat, meskipun itu hanya tidur semalam, kenyamanan adalah prioritas utama. Terlebih saat kami bersama baby Tangguh di setiap perjalanan. 

Pilihan kami supaya tetap hemat tapi mendapatkan kenyamanan adalah homestay atau guest house yang suasananya homey, pelayanannya juga hangat, dan tetap ada perasaan welcoming. Karena itu juga, saat pilah pilih tempat menginap, saya rela saja ketika harus membuat list pilihan yang akan saya ambil, lalu menyortirnya, dan baru memutuskan tempat yang pas setelah berdiskusi dengan suami.

Pernah nih, suatu kali saya membatalkan pemesanan tempat menginap yang sudah direncanakan karena tubuh sudah terlampau lelah melakukan perjalanan dengan bus, dan memilih tidur di hotel-hotel kecil yang saya pilih random di dekat terminal. Dan, benar saja, saya menyesal karena dengan harga yang sama dengan yang biasa kami pesan, tapi fasilitas dan kenyamanannya sangat kurang. Sudahlah pinggir jalan besar yang ramai (dan kami dapat kamar paling pojok), tidak ada toiletries, dan sedikit bau apek dari kamar maupun kamar mandi.

Dari pengalaman tadi, akhirnya saya dan suami memang mesti selektif dan jadi punya standar sendiri untuk menentukan tempat menginap atau sekedar staycation. Kami mencoba menepis statement semacam, "halah.. kan cuma buat istirahat, cuma buat tidur aja...". Nah, justru dari kualitas istirahat itulah, kita bisa mengukur serunya itinerary keesokan harinya.

Standar kami untuk memilih tempat menginap adalah :

  • Lokasinya strategis dengan tujuan awal kami untuk menghadiri suatu event atau meng-explore sesuatu yang ingin dituju. 
  • Fasilitas yang lumayan lengkap, terutama bed yang nyaman untuk kami dan bayi tidur bareng-bareng, dan wifi. Untuk urusan pakai AC atau kipas angin, kami tak terlalu rewel. Bisa menyesuaikan keduanya. 
  • Kamar mandi yang bersih, boleh di dalam kamar ataupun share bathroom, tapi yang terpenting terawat.
  • Bukan bangunan tua yang tidak terawat dan jarang dikunjungi. 
  • Cari tahu hal menarik yang ada di sekitar hotel, entah kuliner, tempat yang menarik untuk di-explore, atau lainnya. Terutama juga kalau mau staycation. 
  • Konsepnya syariah, sehingga tak sembarang menerima tamu yang dirasa kurang jelas asal usulnya. Ini demi kenyamanan kami juga sebagai sesama tamu hotel yang bersangkutan. 


Sulitkah mencari tempat menginap yang sesuai dengan standar kami itu?

Ternyata, jawabannya mudah! Karena sekarang sudah era daring atau digital life yang makin masif. Jadi, problem solved! Saat ini, saya tak perlu kuatir lagi karena dimana-mana sudah #PastiAdaOYO. Aplikasi OYO sudah beberapa bulan yang lalu saya download dan setia nangkring di smartphone

Saat suami sedang mengantarkan ibunya untuk kembali pulang ke Bekasi, saat berkunjung ke kota domisili kami di Jember, kami juga mantap menggunakan OYO untuk istirahat transit di Surabaya. Alhamdulillah, ibu senang tak terkira. "Kamarnya bagus, harganya murah", celetuk ibu waktu itu dengan wajah berseri-seri. 

Sayangnya, waktu itu saya tak ikut serta. Nah, next time memang saya berencana staycation sepaket lengkap dengan suami dan baby Tangguh di kota sendiri. Karena untuk menciptakan sebuah momen perjalanan, bukan ditentukan seberapa jauh jaraknya, tapi bagaimana kita memaknainya. 

Pengalaman Staycation di OYO 1939 De Zity Family Residence, Jember


November ini termasuk bulan yang padat buat saya dan suami. Setiap weekend tiba, Sabtu dan Minggu, berasa hari Senin dan Selasanya orang kebanyakan. Sehari bisa 3-5 agenda. Mulai dari kelas-kelas offline, forum kajian, meeting organisasi, sampai kerja lembur menyelesaikan naskah buku 😧 Bisa ditebak, jadwal full dan menuntut kami harus bisa ambil jeda barang sejenak.

Terutama buat saya, bumil yang butuh rileks. 

Saat weekdays tiba, saya pun mengajukan usul, "hayuklah kalo staycation, butuh refresh dan suasana baru nih,". Dan, dia pun mengangguk tanda setuju.

Sebenarnya, saya juga penasaran ketika melihat banyak homestay atau budget hotel di Jember yang kemudian terpampang nama OYO di bagian depannya. Pas saya cek di aplikasi, ternyata ada 12 hotel murah di Jember yang tergabung dalam jaringan OYO Hotels Indonesia. Langsung cek sendiri ya! 






Dari ke-12 hotel yang ada di Jember, saya mantap memilih OYO 1939 De Zity Family Residence yang juga ada label syariah-nya. Artinya, tamu-tamu hotelnya saved ya. 





Alasan saya memilih OYO yang beralamat di Jl. HOS Cokroaminoto Gang 3 No 7-9 ini adalah tempatnya yang strategis di pusat kota, dan dekat dengan kawasan Jember lama yang sejak dulu ingin saya explore. 

Mulai dari Pasar Tanjung yaitu pasar tradisional yang baru belakangan ini direnovasi dengan fasad kekinian. Dan di malam hari, juga terdapat kuliner soto legendaris di Jember yang belum pernah saya coba. 




Lalu ada kawasan toko Jompo yang kemudian masih satu area dengan depot es krim legendaris Domino yang biasanya cuma saya lewati.





Begini Serunya Staycation Kami

Kali ini, karena jaraknya yang dekat dan masih satu kota, saya memilih pembayaran dilakukan langsung di hotel. Sedangkan kalau keluar kota, pilihan saya membayar langsung menggunakan e-banking atau menuju gerai Alfamart terdekat.

Jalan HOS Cokroaminoto ini sering saya lewati, tapi saya baru tahu kalau ada OYO De Zity disitu. Akses gangnya cukup untuk 1 mobil dan cukup lengang, bukan perkampungan yang ramai. Bangunan hotelnya sendiri terdiri dari 3 lantai dan menempati lahan luas hingga 3 nomor rumah. 



Dengan ramah, Mbak Emma, resepsionis yang bertugas malam itu membimbing kami menerima kunci, dan memberi tahu kamar yang kami pesan menggunakan kipas angin dan kamar mandi luar. "Apakah mau di-upgrade?" tanyanya. Tapi saya menjawab tidak perlu, karena kami dari Jember saja dan staycation untuk 1 hari 1 malam. 



Pas membuka kamar nomor 103 di lantai 1, kesan "Selamat datang di kamar kualitas OYO" seolah-olah langsung menyambut kami. Kesan pertama, rapi, bersih, stylish. Terlihat dari furniture nya yang kekinian bernuansa kayu coklat muda terdiri dari lemari dengan hanger dan meja rias sekaligus meja buat ber-laptop ria. Tak lupa LCD TV dan kipas angin yang super kencang meski letaknya cukup atas. 





Seperti biasa, baby Tangguh langsung sumringah bermain di springbed yang empuk, sambil sesekali mengintip jendela dengan tirai nuansa abu untuk melihat suasana luar. 

Saya langsung melihat kamar mandi luar yang persis berada lurus di seberang kamar kami. Sambil mencomot handuk, juga toiletries yang terdiri dari dental kit (sikat gigi dan pasta gigi), hair & body wash, juga body lotion. 

Terasnya juga oke, ada dua kursi ala taman dan sebuah meja. Banyak tamu lainnya yang sedang berbincang asyik diluar karena cuaca memang lumayan gerah akhir-akhir ini. 

Kebetulan kami check-in persis setelah senja baru berlalu. Check in sebenarnya bisa dilakukan sejak jam 14.00, dan bisa di-update sesuai waktu kedatangan kita. Malam itu tujuan kami adalah langsung berwisata kuliner di kawasan Jember lama. 

Menikmati Es Krim Legendaris Domino

Terletak di Jl. Sultan Agung 43, atau jalan raya, kalau orang Jember menyebutnya. Es krim ini sudah lama saya ketahui sejak masa kecil, dan kali ini saya meluangkan waktu bersama orang tersayang untuk merasakan lembutnya balutan es krim yang terbuat dari susu murni dan buah asli, dengan gula alami. 



Kami memesan es potong durian dan es scoop tiga warna. Hmm, rasanya begitu berbeda dengan es krim pada umumnya. Masih benar-benar terasa orisinalitas bahan-bahannya, yummy! Dua es krim yang kami pesan itu totalnya hanya merogoh kocek Rp 18 ribu saja. 

Datanglah kesini di jam buka, pukul 09.30-15.00 atau pukul 17.00-21.00. Rasakan kuliner Jember legendaris yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an dan telah mewariskan resep turun temurun ke anak-anaknya. 

Mencicipi Soto Ayu, Soto Legendaris di Lompongan Pasar Tanjung 

Berikutnya, kami tak buang-buang waktu untuk meluncur ke Jl Samanhudi, tepatnya di lompongan atau gang kecil pojok Pasar Tanjung, dekat lampu merah ke arah Talang Sari. Kuliner malam hari ini buka sejak pukul 18.00-02.00 dini hari, Jadi, jangan kuatir kehabisan atau kelaparan di malam hari.

Disebut legendaris biasanya karena faktor usia dan kiprahnya. Saya belum sempat tanyakan sejak kapan, tapi menurut penuturan papa saya, sejak zaman papa masih usia remaja dan produktif kerja, Soto Ayu ini memang jadi langganan kalau lapar malam-malam. Saat ini, papa saya berusia 64 tahun. 




Soto Jember itu serba lengkap isinya, mulai dari ayam, telur, kol, bihun, tomat, tauge, taburan kentang kering, dan bawang goreng. Juga koya, atau bumbu penyedap dari kelapa kalau tidak salah. Punya ciri khas tersendiri, berbeda dengan soto Lamongan ataupun soto bening di Jawa Tengah.  

Seporsi dibandrol Rp 15 ribu saja dan boleh menambahkan lauk sesuai selera, seperti sate usus, sate jeroan mix telur puyuh, juga perkedel kentang. Harganya bervariasi dari Rp 1500 hingga 4000. Kerupuk juga tersedia disini. Meski hanya di lompongan, pengunjungnya ramai sekali. Sesekali ada pengamen jalanan sedang beraksi. Ah, Jember bisa serasa Solo atau Yogyakarta. Dan, ini kampung halaman saya sendiri. Gratefull.

Menjelajah Suasana Pagi di Pasar Tanjung   

Paginya, sejatinya kami berniat bangun subuh dan sudah siap menjelajah di pukul 5 pagi. Nyatanya, kami baru bisa on sekitar pukul 6 pagi. Pagi itu para pedagang sudah mulai sepi, terutama yang di sisi-sisi jalan. Hanya tersisa beberapa saja. Sedangkan jika datang dini hari hingga subuh, kita bisa menyaksikan gelombang bahan baku yang datang ke pasar tradisional terbesar se-Jember ini. 

"Ngapain sih destinasi kok di pasar?"

Sebagian mungkin ada yang bertanya-tanya. Tapi bila kita menyukai heritage dan jejak sejarah suatu kota, maka lihatlah ritme pasar tradisionalnya. Kita akan melihat karakter masyarakatnya secara umum. Pasar ini termasuk berusia tua, karena sudah didirikan sejak 1973. 


Yang epik, Pasar Tanjung ini memiliki menara air (tandon) yang megah berdiri di tengah pasar layaknya mercusuar. Meski kini kurang terawat karena tak berfungsi layaknya dulu. Menara air yang juga memiliki sebutan Watertoren te Djember ini merupakan PDAM yang dibangun Belanda yang saat itu pusatnya di Surabaya, tahun 1932. Pada tahun 1940, kemudian berganti nama dan menjadi cikal bakal PDAM Jember. 

Menara air yang kini tak berfungsi sebagai tandon, tapi lebih sebagai ikon ini didirikan di tengah Pasar Tanjung karena kawasan ini adalah kawasan perdagangan sekaligus pusat hiburan masyarakat. Kita bisa berfoto disini, dan menyusuri jalan-jalan pasar serupa lorong-lorong hingga bonus berjalan kaki di trotoar sambil menyaksikan deretan toko jadul yang masih berfungsi. It so amazing...



Menyesap Kopi Susu di Pinggiran Cokroaminoto

Setelah kaki berjalan menyusuri pasar, kami memutar langkah menuju kamar kami di OYO De Zity. Kali ini, kami berniat mencari sarapan di pinggiran kaki lima dekat hotel. Alhamdulillah banyak sekali makanan yang sudah buka sejak pagi. Mulai dari nasi pecel, nasi rawon, mie kopyok, nasi campur, dan sebagainya.

Tapi pilihan kami jatuh pada menyesap kopi susu hangat, dipadukan menikmati rawon yang nikmat. Asiknya disini tak susah untuk cari kedai-kedai atau warung di sepanjang jalan menuju hotel. Apalagi kalau malam, berderet bisa ditemui. 

Pagi itu, rasanya saya dan suami seperti tak sedang berada di Jember yang setiap pagi kami nikmati. Ada perasaan yang berbeda ketika menyeruput sesapan demi sesapan kopi. Bahagia memang bukan soal tempat, tapi soal hati yang menghargai setiap momen yang sudah kita lewati.

Welcome to OYO Hotels Indonesia


Belakangan ini, nama OYO makin populer saja. Sebab, perusahaan yang didirikan seorang millenial India, Ritesh Agarwal pada 2013 ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Tak hanya di Indonesia, tapi juga di India sendiri pastinya, kemudian China, Malaysia, Nepal, dan Uni Emirat Arab. Tercatat sudah hadir di lebih dari 800 kota, dengan lebih dari 1,2 juta kamar di 35 ribu lebih hotel. 

Di Indonesia sendiri, OYO Hotels Indonesia merupakan bagian dari OYO Rooms yang memulai operasionalnya sejak Februari 2018. Dan, kini sudah hadir di kurang lebih 123 kota di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau dan memiliki lebih dari 1000 kamar. Jadi, bisa dipastikan aman karena #PastiAdaOYO ketika kita berkunjung ke berbagai kota di Indonesia. Lebih lengkap daftar kotanya, langsung saja bisa diintip di OYO hotels all cities.

Tak perlu kuatir juga soal fasilitas, kenyamanan, juga performa yang dihadirkan, karena OYO dengan konsep manchise (manajemen dan franchise) akan berkomitmen "menyulap" unbranded hotel menjadi bertaraf OYO yang profesional seperti tercermin dalam visinya : Menjadi merk hotel paling disukai dan terpercaya di dunia. 

Buat saya dan suami, setiap mau singgah di suatu tempat dalam rangka perjalanan tertentu, terlebih untuk staycation, kami selalu lebih nyaman menggunakan langsung dari apps nya. Dan, thanks God, OYO pun memberikan kemudahan lewat aplikasinya. 

Kamu bisa download langsung di :


 App Store
 Google Play



Apa Saja Keunggulan yang Ditawarkan OYO ? 


1 Beragam pilihan tipe kamar

Soal yang satu ini, kamu langsung bisa menuju fitur Explore OYO. Dan, kamu bisa memilih beragam tipe kamar, seperti :




  • OYO Life - quality living spaces for long stays with assured services. Kamar yang disewakan untuk keperluan tinggal agak lama, seperti kos bulanan. Perabotan disediakan lengkap dan dikelola oleh OYO, dengan kamar mandi dan wifi gratis. Termasuk dapur bersama, ruang santai, dan ruang laundry tanpa biaya tambahan. Tersedia di Yogyakarta, Bekasi, Bogor, Padang, Jakarta, Solo, Surabaya, Semarang, Purwokerto, dan Tangerang Selatan. Uniknya, kamu pun bisa menjadwalkan free visit lebih dulu.
  • OYO Smart - realible, affordable stays, designed to give a comfortable space. Kamar dengan harga terjangkau yang dikelola OYO dengan atmosfer yang nyaman. Terdiri dari OYO rooms, spot on, dan lainnya. Tersedia di berbagai kota di Indonesia. 
  • Townhouse - hotel rooms for millenial lifestyle, operated by OYO. Kamar hotel yang sesuai untuk gaya hidup kaum millenial perkotaan dengan atmosfer khas OYO. Tersedia di sekitar Jakarta, mencakup Ancol, Kota Tua, Pondok Indah, Planetarium, Taman Cattleya, Central Park, Ragusa Ice Cream, Museum Fatahillah, Mall Taman Anggrek, Mall Basura, Plaza Indonesia, Plaza Senayan, dan sebagainya.  
  • OYO Flagship - hassle free at affordable price, operated by OYO. Kamar dengan harga yang juga affordable dan sangat bisa dijadikan pilihan, biasanya di lokasi yang strategis. Tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Tangerang Selatan, dan Surabaya. 
  • Collection O - premium hotel with great locations and infrastructure, operated by OYO. Kamar premium dengan standar hotel dan infrastruktur berkelas dengan pengelolaan dari OYO. Tersedia di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Serang, dan Surabaya. 
  • Capital O - offers the advantages of infrastructure and accessbility. Kamar yang menawarkan infrastruktur dan kemudahan akses yang memadai dengan standar dari OYO. Tersedia di berbagai kota di Indonesia. 

2 Kemudahan pencarian dengan beragam filter

Ketika membuka aplikasi OYO, di bagian paling atas terdapat kolom pencarian yang memungkinkan kamu untuk mencari hotel berdasarkan nama hotelnya, kota, atau lokasi yang sudah kamu akrabi. Bisa juga memilih lewat pilihan OYO Cities atau melihat recommended for you. 



Setelah kamu sampai pada halaman sesuai kota tujuanmu, lihatlah tombol bagian bawah, terdapat fitur sort, collections, price, categories, dan filters. Semuanya bisa kamu pilih sesuai dengan keinginanmu untuk memudahkan menemukan kamar yang cocok. Bisa dari segi harga, lokasi, fasilitas, pilihan pembayaran, pilihan tipe kamar, sampai guest rating 


3 Deskripsi lengkap & foto jelas

Kekuatan sebuah pemasaran online, tentu ada pada visualnya. Foto yang bisa dilihat saat memilih kamar yang sesuai terlihat jelas dan lengkap, terdiri dari foto room, reception, facade, dan tambahan lainnya. Dari deskripsi, kamu juga bisa melihat amenities yang tersedia. Juga, melihat guest rating sebagai bahan pertimbangan.

4 Beragam metode pembayaran

Metode pembayaran bisa dilakukan dengan pay at hotel atau pembayaran online dengan beragam metode pembayaran. Mulai dari credit card, ATM/bank transfer melalui BNI, BRI, Mandiri, Permata Bank, BCA, hingga bank lain. Juga bisa memilih melalui gerai Alfamart terdekat. 

5 Fleksibel mengedit waktu kedatangan

Kadangkala mungkin kamu berubah pikiran dalam hal waktu kedatangan (check in) atau pas menyesuaikan dengan kedatangan transportasi yang mungkin saja bisa berubah. Nah, kamu bisa mengeditnya di booking form yang sudah kamu terima. 

6 Lebih hemat

Lewat apps, tentu ada kemudahan berhemat. Ini juga yang saya rasakan. Harga yang tertera juga sudah termasuk taxes. Plusnya lagi sudah dipotong dengan kupon-kupon diskon khusus dari OYO. Misalnya, untuk saat ini, sedang ada kupon PASTIADAOYO30 dan juga masih ditambah potongan dari OYO Points. Jadinya, pasti lebih hemat. Atau saat kamu menerima booking form saat akan melakukan pembayaran, kamu juga bisa lebih berhemat lagi dengan mereferensikan orang lain untuk download dan sign up aplikasi OYO dengan menggunakan kode referral-mu.  

7 Cepat & praktis



Memilih kamar di OYO prosesnya cepat, sekaligus praktis. Kamu pun nantinya langsung menerima notifikasi by email, SMS, dan Whats App. Sekaligus bisa menghubungi nomor guest line yang tertera dalam notifikasi jika ada kesulitan. 

8 Banyak program menarik

Program menarik yang paling long lasting tentulah keberadaan OYO Points sebagai reward untuk customer setia OYO. Dan, yang asik, kamu juga bisa mengundang mengundang teman-teman untuk download aplikasi OYO dan sign up sekaligus menggunakan kode referral kita. Keuntungannya, kamu dan temanmu sama-sama akan mendapatkan OYO money 10.000 yang bisa dipakai untuk berhemat saat menginap nanti. Saat ini, juga sedang ada program win 2 free holiday package referrals program, yey!




Dan, program menarik lain yang bisa kamu lihat saat membuka aplikasi OYO saat ini adalah :




OYO 99K Holiday Special with Various Hotels. Kamu bebas memilih lokasi dan kamar sesukamu dengan hanya meng-copy paste kodenya. 



Ditraktir Nonton OYO Get A Free Movie Voucher on Your Stay at OYO. Saat kamu mnginap di OYO, kamu akan merasakan ditraktir tiket nonton untuk mood booster liburanmu. Copas saja kodenya ya. 

PastiAdaOYO juga tak mau ketinggalan untuk memberikan diskon sampai dari Rp. 1 juta di lebih dari 1000 OYO hotel di seluruh Indonesia. Caranya sama, cukup copas kodenya. 

Bagaimana Cara Pilih dan Pesan Kamar di OYO?


1 Buka aplikasi OYO di smartphone atau buka www.oyorooms.com/id/

2 Langsung ketikkan di kolom pencarian dengan menggunakan nama kota, atau nama tempat dekat daerah tujuan, atau nama hotel (kalau sudah tahu akan book dimana).

3 Tentukan detil tanggal check in dan check out, lalu klik tombol apply. Jangan lupa juga untuk melengkapi detil jumlah kamar yang ingin dipesan, dan peruntukannya untuk berapa orang. Lalu, klik tombol apply.

4 Lihat kamar yang sesuai kebutuhanmu, bisa juga menggunakan filter yang ada di fitur bawah. Misalnya, gunakan sort >> low to high price, dan OYO akan menampilkan kamar dari harga terendah hingga tertinggi di kota yang telah kamu pilih.

5 Pilih kamar yang sesuai kebutuhan dan keinginanmu, jangan lupa baca deskripsi dan fasilitas yang tersedia, lihat juga foto-foto untuk semakin menambah kemantapan akan pilihanmu. Tertulis tanda centang (selected), tandanya OYO sudah merekomendasikan kamar yang sesuai kebutuhan jumlah orang sesuai pesananmu.

6 Lakukan pembayaran dengan klik Book Now, dan OYO akan menampilkan form booking disertai ID Booking dan keterangan lainnya. Edit waktu check in juga bisa dilakukan disini, atau ingin menelepon langsung ke pihak hotel, tinggal klik call hotel. Jika sudah cek keseluruhan detil, klik pay now.

7 OYO akan menampilkan pilihan metode pambayaran (payment), silakan pilih yang sesuai, mulai dari credit card, bank/ATM transfer, atau melalui gerai Alfamart terdekat. 

8 Saya memilih gerai Alfamart terdekat, dan OYO pun menampilkan jumlah yang harus dibayar beserta kode pembayarannya. Transaksimu pun selesai. Dan bersiaplah menerima notifikasi pemesanan melalui SMS, email, atau Whats App. Dan siapkan momen perjalananmu selanjutnya.

Bersiap untuk Temukan Cinta di Momen Perjalanan Berikutnya


Tak terasa momen menutup tahun akan segera tiba, meski bukan khusus untuk menyambut tahun baru, tapi bagi saya dan suami, momen akhir tahun bisa menjadi momen refleksi. Melihat kembali apa yang sudah dilalui, dan merencanakan apa yang bisa diperbaiki di tahun depan. 

Karena itu, Desember ini kami berniat untuk menciptakan momen perjalanan berikutnya, masih di kota Jember tercinta. Maklum, agenda-agenda lain di bulan Desember, apalagi di akhir minggu juga selalu ada saja. 

Kali ini, kami memilih tempat di dataran tinggi Jember. Ibarat puncak Bogor kalau di wilayah Jawa Barat. Di Jember, ada daerah Rembangan yang cukup sejuk dan dingin. Adakah OYO rooms yang bisa kami pilih disana?

Ternyata ada! Sudah sejak lama, saya ingin sekali staycation dan explore disini, OYO 887 Green Hill Hotel and Convention Center yang terletak di Jl. Raya Rembangan No. 99 Baratan. Masuk kawasan dataran tinggi Rembangan. 



Saya pun langsung membuka aplikasi OYO dan setelah melihat kamar yang sesuai untuk saya, suami, dan baby Tangguh yang baru mau berumur 2 tahun, pilihan jatuh ke kamar Indonesia Standard Double. Harganya terjangkau sekali, setelah dikurangi kupon PASTIADAOYO30 dan OYO Points, termasuk breakfast, hanya menjadi Rp. 182.655. Yey, alhamdulillah. Andaikan ditambahkan voucher 70 % dari OYO, wah jatuhnya mirip rejeki nomplok akhir tahun. Harga murah, fasilitas wah. 

Apa Saja yang Akan Kami Lakukan Saat Staycation dan Explore Sekitar OYO 887 Green Hill Hotel and Convention Center?


Sudah terbayang keseruannya dan saya jadi bahagia membayangkannya. Banyak sekali hal-hal seru yang akan kami lakukan :






1 Menikmati pemandangan Jember malam hari dari loteng atas Green Hill

Saya pernah berkunjung ke Green Hill untuk suatu acara di siang hari dan sempat melihat pemandangannya dari lantai atas, kalau tidak salah, lantai 3. Membayangkan menikmatinya saat malam hari, pasti tak kalah indah dengan pemandangan dari puncak Rembangannya. Saat itulah, kami yakin bisa menciptakan momen refleksi diri atas langkah yang telah kami lalui. 

2 Berenang di kolam renang Green Hill dengan air pegunungan yang sejuk

Kolam renang Green Hill memang banyak dijadikan rujukan untuk berenang di wilayah Rembangan. Selain airnya alami dari sumber mata air pegunungan, kolamnya juga bersih dan terawat. Ukurannya cukuplah untuk bisa berpuas diri menyegarkan badan dan pikiran. 

3 Berkunjung ke peternakan sapi perah dan memerah susu sapi 

Dekat sekali dengan Green Hill, terdapat peternakan warga yang setiap subuh tiba, sudah bersiap-siap untuk beraktivitas memerah susu sapi. Kali ini, saya mau menyempatkan diri untuk melakukannya. Sekalian mengenalkan sapi pada baby Tangguh dan minum susu sapi yang fresh.

4 Berkunjung ke agro wisata buah naga

Selain peternakan sapi, ada pula agro wisata buah naga yang juga milik warga. Mumpung musim-musim ini sedang panas-panasnya dan merupakan musim yang cocok untuk tumbuh kembangnya buah naga, ingin rasanya merasakan petik buah naga langsung. Pasti baby Tangguh yang penyuka buah langsung senang.

5 Menikmati minum kopi dan penganan tradisional di Villa Koffie Rayap

Jember juga penghasil kopi unggulan. Selain terdapat Pusat Penelitian Kopi dan Kakao satu-satunya di Indonesia, terdapat pula Villa Koffie Rayap yang menyuguhkan bangunan villa khas peninggalan Belanda, juga pabrik pengolahan kopi sederhana dari mulai kebun hingga sampai ke gelas untuk tes aroma. Saya dan suami sudah pernah mengikuti turnya. Namun, saat itu kami tak kebagian nikmatnya menikmati minum kopi Rayap saking terburu-burunya jadwal. Maka kali ini, saya ingin duduk santai di halaman teras villa, menikmati suara-suara gemericik air dari sungai di sebelah villa, sambil minum kopi Rayap ditemani penganan tradisional seperti pisang rebus atau pisang goreng, juga singkong rebus atau singkong goreng. Hm, nikmatnya melambatkan waktu disini.   


Jadi, akan kemanakah kaki kamu melangkah untuk menemukan cinta yang sederhana namun terasa penuh lewat momen-momen perjalanan yang kamu ciptakan? 

Iya, perjalanan bukanlah soal traveling hingar bingar dengan sudut-sudut yang menunggu untuk diabadikan, atau euforia yang harus mahal, tapi minim makna. Justru, perjalanan adalah bagaimana kita bisa menangkap momen-momen sederhana untuk mengukuhkan kembali cinta antara kita dan orang-orang tersayang, entah pasangan, anak, maupun keluarga dan sahabat. Selamat menemukan cinta lewat momen perjalanan yang kamu ciptakan, dan jangan kuatir segala sesuatunya karena #PASTIADAOYO yang menemani untuk melengkapi. 



Wassalam, 




Prita HW

41 komentar:

  1. MasyaAllah lengkap sekali mbak prita.... ga nyangka banyak juga ya, hotel OYO. dipikir-pikir iya juga ya mbak, harus milih hotel yang selain nyaman, juga punya banyak kelebihan.... Fasilitasnya oke ya mbak, tfs, rekomendasiin ke temen nanti mbak ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Sol, recommended banget. Murah dan wah, cobain gih

      Hapus
  2. Wahh lengkap bgt ulasannya...
    Lihat ini jadi pgn ke Jember lagi mbak.
    Apalagi pilihan hotel OYO banyak ya di Jember

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk mbak ke Jember lagi, nanti kubantu rekomen OYO nya, hihi

      Hapus
  3. Aku blom pernah coba Hotel OYO, jadi ulasannya menarik banget neh mbak. Pengen coba deh buat trip ke malang awal tahun depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sesuai pengalaman :) Harus mbak cobain OYO, hehe

      Hapus
  4. Saya nggak pernah nyobain OYO, padahal sudah beberapa kali baca tentang hotel chain ini. Patut dicoba, nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, awalnya sy juga penasaran soalnya, alhamdulillah ketagihan, hehe

      Hapus
  5. Waktu ke Jogja aku juga pake Hotel OYO, alhamdulilah puas dgn pelayanannya. Di Kota Jember Hotel OYO bagus juga ya mbak, nti kl aku ke Jember bisa nih meetup mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, aku nyoba juga bagus. He eh di Jember lagi marak bgt OYO. Yuk ke Jember, mb, colek2 yaa

      Hapus
  6. BErat sekali ya namapaknya tugas sebagai orang tua, benar-benar harus bisa multitasking

    Sekarang ini banyak sekali aplikasi semacam OYO, sampai pusing saya. ahahaha. Sejauh ini, saya hanya sering melihat bangunan dengan tulisan OYO-nya saja, tapi kalau mencobanya, saya sih belum pernah.

    Berarti sejauh ini, selama mencoba OYO, belum ada keluhan ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, kalau dibayangkan berat, kalau dijalani enggak kok, apalagi kerjasama ma pasangan, hehe. Sejauh ini, okehhh OYO.Cobainnn dong biar percaya, wkwk

      Hapus
  7. Karena OYO mau traveling juga jadi gak ribet urusan penginapan. Banyak pilihannya dengan lokasi yang strategis. Asik banget, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mb, jd leluasa memilih gitu

      Hapus
    2. Warnanya yang merah dengan tulisan putih yang besar memang eyechatching banget, deh. Jadi penasaran kan pengen menginap di salah satu jaringan OYO

      Hapus
  8. OYO ini memang salah satu penyelamat saat butuh kamar hotel yang privat tapi nggak ada banyak budget. Dan pilihanmu tepat, mbak. Kamar mandinya luaaasss dan area kerjanya juga memadai.

    BalasHapus
  9. Aku beberapakali lewat Jember, tapi belum pernah sekalipun mampir lama,padahal kepengin.
    Makasih tulisan entang OYO ny mba, bua referensi aku

    BalasHapus
  10. Saya setuju dengan pendapat Mbak Prita, kalau cari tempat menginap itu harus yang nyaman. Bukan hanya sekedar tempat untuk tidur saja. Kalau tempatnya nyaman, kualitas tidur kita akan terjaga dan tetap fit untuk jalan-jalan di hari berikutnya ya...
    Saya belum pernah menginap di OYO, padahal di Bandung sudah ada di beberapa tempat.

    BalasHapus
  11. Senabg bisa baca sisi lain suatu kota dengan penginapannya yang strategis dan terjangkau. Jember itu unik dan punya banyak sisi menarik bagi pelancong.
    Saya baru tahu menginap di hotel OYO bisa murah tetapi nyaman.

    BalasHapus
  12. Jadi pengen download OYO juga, memudahkan sekali ya mencari penginapan yang nyaman dan terjangkau :D jadi pengen liburan juga hihi

    BalasHapus
  13. Seru banget mbak pengalamannya. Penginapannya juga nyaman kelihatannya terjangkau pula.

    BalasHapus
  14. Wah sudah banyak OYO ternyata di Jember ya... Cianjur kalah nih. Kebersihan lokasi selalu saya perhatikan kalau mau cari penginapan. Lokasi yg tidak seram dan horor gitu maksudnya... Kalau kelebihan OYO itu salah satu yang jadi andalan, wah bagus dong ya...

    BalasHapus
  15. Foto fotonya keren mba. Jadi betah memvisualiasikan Hotel OYO hehee

    Thanks infonya yaa ☺️

    BalasHapus
  16. Jadi kangen Jember Prit, pengen deh ke sana kapan2. Sekarang kyknya dah rame banget ya, Terakhir ke sna kyknya 2010 apa ya hehehe wes suwe banget.
    Asyek kalau ke sana bis nih nginep di OYO lebih ramah kantong ratenya yaaa

    BalasHapus
  17. Makin canggih saja ya sekarang Mbak. Apa-apa jadi serba mudah. Termasuk saat kita mau bepergian atau travelling gitu. Nggak perlu repot-repot cari tempat penginapan karena #pastiadaOYO. Tinggal buka aplikasinya aja dan lakukan pemesanan.

    BalasHapus
  18. wah jadi pengen coba deh tapi kayaknya sekarang belum ada rencana jalan jalan lagi huhu.. semoga saja tiba tiba ada kesempatan aamiin hehe..

    BalasHapus
  19. oyo ini sekarang ada dimana mana ya mbak, tiap keluar kota manapun aku pasti lihat si oyo ini, hihi

    memudahkan bgt buat yang pada mau liburan bahkan ke daerah kecl sekalipun

    BalasHapus
  20. Sekarang mah ya, liburan ke mana aja gak harus ngabisin uang banyak. Terutama biaya nginep yang dulu biasanya menyita banget. Soalnya ada OYO Hotel yang terjangkau. Mana banyak, nyaman, dan bersih

    BalasHapus
  21. Bahagia banget bisa jalan ke Jember mbak, aku juga pernah ke sana tapi belum eksplore selengkap ini. Untuk penginapan memang saya percayakan OYO Hotel dari kemarin dan keren banget mampu membantu dengan low budget.

    BalasHapus
  22. Seru banget ya Mbak menjalani pekerjaan bareng sama suami. Tim yang keren! Nice insight untuk ide liburannya Mbak!

    BalasHapus
  23. Komplit banget nih infonya mba. Next klo trip ke Jember aku pasti nyamperin tempat tempat yang diatas tadi hehehe

    BalasHapus
  24. wow ulasannya panjang banget mba heheehee gudluck ya mba, OYO memang hotel murah beberapa teman yang suka staycation rekomendasiin hotel ini

    BalasHapus
  25. Waah ada banyak juga yaa Mbak hotel OYO di Jember. OYO memang enak sih mbak. Hotel budget. Cocok buat yang pengin liburan berhari-hari tapi irit.

    BalasHapus
  26. So sweet, liburan bareng keluarga penuh cinta kayak gini. Bakal teringat seumur hidup terutama buat si anak. Aku pas nginap di OYO juga terkesan sih, ada cinta memang. Apalagi nginapnya di Syariah, jadi aman. Udah gitu dekat tempat makan dan masjid bersejarah di Surabaya. Pokoke OYO adalah jawaban tempat nginap yang murah tapi nyaman dan tepercaya.

    BalasHapus
  27. Di Batam juga OYO sudah banyak dan rata-rata lokasinya strategis di tengah kota dan dekat dengan lokasi kulineran.

    BalasHapus
  28. Akupun langganan OYO nih. Banyak diskon, dan banyak pilihan, trus bersih pula. Udah gitu seringnya OYO tuh di daerah strategis, jadi gampang ke-mana² deh...

    BalasHapus
  29. Pas ke Batu jug alihat ada beberapa hotel Oyo di dekat area Jatim park I, II dan III jadi strategis-lah karena wisata edukasi syurganya anak-anak emang di area Jl. Oro-Oro Ombo sini.

    BalasHapus
  30. Oyo ini bisa diandalkan ya Mbaak! Selain fasilitasnya nyaman dan sesuai standard, cara pesennya pun mudah

    BalasHapus
  31. Di kotaku belum ada OYO, Mba, padahal pengen juga ngerasain staycation di hotel ini

    BalasHapus
  32. Saya ada beragam pengalaman menginap di OYO ini. Dari yang merasa nyaman hingga yang mengecewakan,tapi utk rate memang cukup terjangkau

    BalasHapus
  33. mantap emang si OYO ini, rate terjangkau banget pokoknya. Tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia

    BalasHapus