Review Buku Muhammad Teladanku : Shirah Rasulullah yang Hidup dan Menghidupkan



Seberapa kita kenal dengan Rasulullah? Seberapa kita merasa dekat seolah-olah melihat langsung kehidupan beliau yang agung dan langsung dituntun Allah? Hm, saya sendiri masih terus mencari dan mencari sumber bacaan shirah (kisah perjalanan) yang dapat menggambarkan semua itu dengan hidup, sampai saya menemukan buku shirah yang luar biasa, Muhammad Teladanku (Mute) terbitan Syaamil Books dan didistribusikan Sygma Daya Insani. 

Perkenalan saya dengan buku ini terjadi saat saya bertemu kawan lama dan ternyata dia memiliki koleksi paket bukunya lengkap. Penasaran dengan postingan status WA nya yang mengajak untuk membaca shirah, saya pun dibuat penasaran.

Ternyata shirah yang dimaksud ada dalam buku Muhammad Teladanku atau sering disebut Mute ini. Mute bukanlah buku biasa. Ini yang saya rasakan setelah membacanya sendiri, juga mencoba membacakan untuk si baby Tangguh meskipun usianya baru 13 bulan.

Sebelum saya ngomongin kelebihan dari Mute, saya ingin sekali berbagi ke temen-temen semua tentang perasaan saya saat membaca Mute. 

Jujur banget, saya belum pernah menemui buku shirah sedetil dan sekuat ini cara bertuturnya. Kalau sedikit throwback ke masa lalu saat fase mengenal 25 nabi dan rasul, lalu membaca kisah Muhammad SAW di buku jadul, terbayang betapa tidak menariknya kisah Rasulullah SAW ini. Why? Pertama, kisah yang panjang itu seakan-akan tidak ada habisnya dan terlihat datar, karena mukjizat nabi yang lain berupa keahlian nyata seperti Nabi Musa AS yang punya mukjizat tongkat ajaib, kemampuan menghidupkan yang mati seperti Nabi Isa AS, dsb. Kedua, karena bahasanya yang monoton dan ga seru. Terus terang, membaca kisah Muhammad SAW saat masa kecil membuat saya bosan 😓

Ya, boleh dibilang telat. Baru beranjak dewasa dan jadi emak-emak begini, saya hunting buku biografi Rasulullah SAW yang bisa dijadikan rujukan menyenangkan. Sempat membeli buku hard cover yang dilengkapi foto-foto jejak barang-barang peninggalan di zaman Rasulullah SAW yang saat ini tersimpan di museum, juga beberapa foto repro masa lampau. Next ya insyaa Allah saya review juga.

Cuma, lewat buku biografi yang saya beli online itu, saya belum bisa mengingat runtut kisah perjalanan Rasulullah SAW yang begitu luar biasa. Nah, baru saat saya minjem buku Mute ini (ya, saya minjem, karena masih nabung nih buat ikutan koleksi Mute buat investasi), saya bisa mengingat detil setiap kejadian, kehidupan Rasulullah dengan para keluarga, sahabatnya, tantangan, dan juga kemenangan. Kok bisa ya? Oke, kita bahas detil ya tentang kelebihan si Mute ini.

Kelebihan Muhammad Teladanku (Mute)

Banyak banget kelebihannya daripada kekurangannya, antara lain ini :

  • Bahasa yang sangat story telling membuat buku yang didesain untuk bercerita, dari sang ibu untuk buah hatinya ini terasa hidup. Saya sendiri sebagai orang dewasa yang folder otak sudah lumayan kapasitasnya, masih bisa mengingat detil saat Rasulullah harus berhadapan dengan orang Quraisy, saat Rasulullah dicaci dan dimaki sehingga turun sebuah ayat, bagaimana kondisi saat para sahabat bersungguh-sungguh berjihad, berhijrah, dsb. Semuanya hidup seakan filmnya sedang diputar live di depan kita! Bayangkan jika kapasitas otak anak-anak yang masih fresh dan sedang cerdas-cerdasnya di usia balita dibacakan buku ini. Saya coba quote-kan salah satu kisah ya. 


Adik-adik tersayang, bukan cuma Suraqah bin Malik yang mengincar hadiah seratus ekor unta. Pemimpin kabilah Banu Sahmin yang bernama Buraidah bin Al Hasib Al Aslami juga keluar mencari beliau. Ia memimpin tujuh puluh orang prajurit dan menyusuri jalan-jalan ke arah Yatsrib. Di suatu tempat, tiba-tiba saja secara kebetulan mereka bertemu Rasulullah SAW.
 "Kepung!", perintah Buraidah. Beberapa detik kemudian, tujuh puluh pedang, tombak, dan panah mengurung Rasulullah SAW dan memaksa beliau berhenti. Buraidah menegur Rasulullah SAW. Beliau pun menjawabnya. Kemudian, sebelum Buraidah sempat bertanya lagi, Rasulullah SAW mendahuluinya, "Siapa Anda?". "Saya Buraidah bin Al Hasib".
Dengan tenang, Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar, "Mudah-mudahan suasana mencekam ini menjadi lebih baik.". Kemudian, beliau memandang kembali Buraidah dan bertanya, "Dari keturunan siapa Anda?". "Dari Desa Aslam, keturunan Sahmin.". 
Kembali Rasulullah SAW memalingkan wajahnya ke Abu Bakar dan berkata, "Kita telah selamat dan keluar dari jangkauan panah mereka.". "Siapakah engkau?", kali ini Buraidah yang bertanya. "Saya Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib."
Dengan kehendak Allah SWT, saat itu juga Buraidah mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam. melihat pemimpin mereka memeluk Islam, tujuh puluh orang pasukan pengepung pun mengikuti jejaknya. 
Setelah itu, Buraidah dan pasukannya mengawal rombongan Rasulullah SAW sampai keluar wilayah mereka. Demikianlah adik-adik tersayang, bahkan dalam situasi diburu dan dikejar pun, Rasulullah SAW tetap mampu mengumpulkan pengikut berkat ketenangan, kekuatan iman, dan pertolongan Allah SWT.  - Muhammad Teladanku Buku 6, Madinah Al Munawarah

  • Paket bukunya runtut dan urut sehingga kita dan anak-anak menjadi lebih paham gambaran utuhnya, dan tidak lompat-lompat. Ada 16 buku yang terdiri dari urutan sbb : 
  1. Kelahiran Rasulullah
  2. Masa Muda
  3. Menjadi Rasul
  4. Ketabahan
  5. Tanda-tanda Kemenangan
  6. Madinah Al Munawarah
  7. Mempersembahkan Islam
  8. Perang Uhud
  9. Perang Khandaq
  10. Kemenangan di Khaibar
  11. Penaklukan Mekah
  12. Teladan Umat Manusia
  13. Rasul Penyayang
  14. Rasul yang Dicintai
  15. Rasulullah Berkisah
  16. Wafatnya Rasulullah 
  • Ada info plus di setiap halaman yang mengisahkan hadits-hadits penting yang sudah pasti shahih atau fakta sejarah atau pengetahuan. Dan, itu bukan cuplikan dari bacaan utuhnya ya, tapi info tersendiri. Ini salah satu contohnya :





Pengakuan Encyclopedia Britannica : Kebesaran Nabi Muhammad SAW diakui oleh orang-orang masa kini yang berpikiran jernih walaupun mereka bukanlah muslim. Encyclopedia Britannica mengakui, "Sesungguhnya prestasi (Muhammad) tersebut adalah suatu keberhasilan yang sepertinya tidak pernah diperoleh oleh seorang pembangun agama manapun dan kapanpun." - Muhammad Teladanku Buku 6 Madinah Al Munawarah

  • Gambar ilustrasinya sesuai isi cerita dan membantu penggambaran cerita. Full colour. 
  • Hard cover yang kokoh sehingga tidak mudah rusak. Halamannya menggunakan kertas isi AP 190 gramsehingga tidak mudah sobek.
  • Paket buku Mute banjir bonus. Terdiri dari 16 buku utama ukuran 15 x 210 x 280 mm, 2 buku pelengkap (Ensiklopedi Muhammad dan Mutiara Pelengkap), 5 buku kisah nabi untuk balita, 3 buah poster dan permainan (edu play permainan ular tangga muslim), 1 VCD animasi balita, juga 1 koper yang bikin buku Mute mudah dibawa kemana-mana. Misalnya nih lagi traveling sama keluarga dan ga bisa pisah sama Mute, hehe.





  • Buku pelengkap berupa Ensiklopedi Muhammad bisa digunakan sebagai petunjuk praktis kalau kita ingin mencari sesuatu dengan cepat. Caranya, cukup ingat huruf depan kata yang ingin dicari, karena susunannya memang alfabetis. 
  • Buku pelengkap berupa Mutiara Pelengkap menjadi semacam rangkuman kisah kronologis shirah Nabi Muhammad SAW yang memudahkan untuk diingat. Dilengkapi berbagai games menarik. Ada berupa TTS, mencocokkan jawaban, dsb yang membuat belajar shirah terasa menyenangkan dan bikin nagih 😍






  • Buku bonus kisah nabi untuk balita worthed banget dibacakan kalau kita punya anak balita. Simpel tapi tak kalah nancep. Dan, aman untuk bayi karena konsepnya board book dan ilustrasinya pas. Serinya mulai dari Nabi Sayang Allah, Nabi Sayang Keluarga, Nabi Sayang Sahabat, Nabi Sayang Anak-anak, Nabi Sayang Binatang.  
  • Poster Keluarga Rasulullah, Jejak Rasulullah, dan Mekah Zaman Sekarang makin membuat anak merasa memiliki pada isi cerita. Namanya anak-anak, kalau aktivitas yang mereka lakukan banyak turunan aktivitasnya, sudah pasti sueneng dan antusias 😀 Pasti bakal ditempel-tempel tuh poster.
  • Rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat. 





Apa Sih Efek dari Membaca Muhammad Teladanku (Mute) untuk Anak?


Nah, karena anak saya masih bayik 13 bulan, saya pun penasaran banget ingin tahu efek dari Mute yang dibacakan ataupun membaca mandiri pada anak temen yang saya pinjami bukunya. 

Muna, sekarang duduk di kelas 4 SD. Katanya, dia sudah mulai dibacakan Mute sebelum tidur oleh ummanya sejak kelas 1 SD. Baru ketika dia bisa membaca lancar saat kelas 2, dia mulai membaca mandiri. "Kadang pas pulang sekolah, kadang juga pas mau tidur sampai ngantuk", katanya. 

Sampai sekarang, ingatan tentang kisah-kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW masih diingatnya dengan detil. Ini menurut cerita ummanya yang bilang, "Di sekolah Muna di Kutab kan metode pengajarannya lebih berkisah ya, ustadznya bilang, Muna banyak membantu menceritakan detil perjalanan Rasulullah saat di kelas. Misalkan pas waktu kemenangan di Khaibar." 

Pernah suatu ketika pas berlarian di rumah saat sedang main bareng adik-adiknya, tiba-tiba Muna menghentikan langkah dan berkata spontan ke ummanya, "Umma, enak ya kalau aku jadi anak kecil di zaman Rasulullah. Bisa main bareng-bareng sama Rasulullah", katanya. 


Muna dan Sarah yang sangat antusias membaca Mute


Ada satu juga kejadian yang bikin heran. Masih kata ummanya Muna, "waktu itu pas di mobil, jadi sekeluarga lagi mau pergi ke suatu tempat. Tiba-tiba Muna sesenggukan sendiri." Pas ditanya, "Muna kenapa?". Jawabnya, "Tiba-tiba rindu sama Rasulullah, pengennnn ketemu sama Rasulullah." 

Saya yang dengerin ceritanya cuma bisa manggut-manggut sambil membayangkan kejadiannya, dan sekaligus meyakini dampak dari bacaan shirah di buku Mute ini 😍 Masyaa Allah!  

Saat ini, adik Muna, Sarah, yang baru duduk di kelas 1 SD sedang dalam proses dibacakan Mute juga oleh ummanya. Termasuk adik bungsunya, Fida, yang masih mau beranjak menuju usia 5 tahun.

Saya jadi baper seketika. Siapa sih yang ga pengen lihat anak-anak kita terasa dekat dengan pribadi Rasulullah SAW dan bisa menjadikan beliau sebagai idola yang diteladani sepanjang masa? Membayangkan saya punya bukunya lengkap dan baby Tangguh merasa dekat dengan Rasulullah rasanya sudah bikin hati berdebar.

Kemaren saya masih mencoba membacakan boardbook balitanya. Ya meski masih melongo, dan sesekali mengangguk-ngangguk, saya percaya kalau diulang-ulang, alam bawah sadarnya akan merekam. Nanti tunggu videonya ya pas saya berkisah ke baby Tangguh 😆 
Lalu, sejak usia berapa Mute ini recommended dibacakan?
Hm, sebenernya sih terserah. Tapi mungkin lebih recommended saat anak sudah mulai mengerti kosa kata dan belajar bicara dengan lancar. Misalnya, saat usia 3 tahun.

Membacakannya juga ga usah dibayangkan harus 1 buku selesai satu waktu loh ya, tapi cukup semampu kita, asalkan konsisten alias istiqamah. Setiap mau tidur, mulailah dengan hanya dua halaman, begitu juga di malam-malam selanjutnya. Tapi kalau kita punya banyak waktu luang di sela-sela pekerjaan rumah atau memang working mom at home macam saya, ya bolehlah saat senggang di waktu-waktu bermainnya. 





Percaya deh, membacakan kisah ini juga jadi bagian memperkuat bonding antara orangtua (khususnya ibu) dan anak. Selain, menanamkan nilai-nilai iman dan Islam sejak dini. Jangan sampai anak-anak kita baru tahu figur manusia mulia ini pas seumuran dewasa kayak kita ya, moms. 

Kekurangan (baca : Tantangan) Buku Muhammad Teladanku (Mute)

Hm, apa ya, kalau ditanya kekurangannya, rasanya hampir ga ada. Karena banyak nilai positifnya. Mungkin kita sebut sebagai tantangan aja ya. Tantangannya adalah gimana caranya paket buku Mute ini bisa awet. 

Pertama, hindari menyimpan paket buku Mute di tempat yang terindikasi lembap. Hindari menaruh di lantai atau rak paling bawah yang bisa jadi lebih dingin. Sebab, bahan kertas sebagus apapun pastinya rentan sama udara lembap. 

Kedua, simpan paket buku pelengkap dan edu play nya dengan rapi supaya tidak tercecer atau bahkan hilang 😕 Sayang banget kalau ada bagian dari pelengkapnya yang hilang. 

Ketiga, kalau ada yang pinjem (karena ini berseri dan kronologis), better untuk dicatat dan dikasih batas waktu. 

Berapa Investasi Sepaket Buku Mute & Dimana Dapetinnya ?

Kalau bicara investasi, pastinya beda sama biaya yang harus dikeluarkan dan ga akan kembali lagi. Investasi insyaa Allah bener-bener diniatkan dikeluarkan supaya nantinya kita bisa mengambil manfaat yang sebesar-besarnya. 




Karena itu, buku Mute ini asli memang ga murah (an). Punya kualitas itu sudah pasti. Saya sendiri aja merasa harus nabung biar bisa ikut arisannya, hehe. Rasanya sudah speechless menggambarkan manfaat apa yang bisa didapat dari membaca buku Mute ini. Emosi saya serada diaduk-aduk. 

Misalnya, saat membaca buku 4 Ketabahan, hati merasa geram, bangga, salut, dan makin kagum dengan keteguhan Rasulullah SAW dan para pengikutnya yang bertubi-tubi mendapat hujatan dan perlakuan yang makin tidak manusiawi dari para kafir Quraisy. Dan, saat membaca buku 5 Madinah Al Munawarah, betapa heroiknya peristiwa hijrah. Ikut terharu, senang, dan merasa diri ini masih jauh berkontribusi untuk dakwah seperti para pengikut Rasulullah. Air mata juga makin tumpah ruah saat membaca buku 6 Wafatnya Rasulullah 😭 Betapa cinta kepada Rasulullah adalah keniscayaan, dan kehilangan beliau ibarat sebuah musibah.

Ini semua berkat kekuatan kata-kata dan alur yang memang membius. Hidup dan menghidupkan. Tidak saja bagi anak-anak, tapi juga orang dewasa yang membacakannya. 

Jadi, buat moms yang ingin menghadirkan sosok Rasulullah, manusia ber-akhlak Al Qur'an di tengah-tengah rumah, niatkan. Dan, boleh konsultasi gratis menghubungi temen saya yang sudah menuai manfaat bersama anak-anak sholihahnya. Yumna Baktir atau bisa hubungi Umma Muna di 082244993819 atau di bit.ly/GaleryBukuBergizi. Moga rejeki barengan sama saya ya moms buat nambah koleksi perpustakaan keluarga dengan buku investasi dunia akhirat Muhammad Teladanku (Mute) ini 😇

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah ini suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah" - QS. Al-Ahzab :21


Wassalam, 


Prita Hw

36 komentar:

  1. Melalui rangkaian buku Muhammad Teladanku anak-anak bisa mengenal lebih dekat dan lebih jauh mengenai Nabinya ya. Harganya yang gak murah tapi bisa jadi investasi masa depan juga ya

    BalasHapus
  2. Menarik sekali ya, paket buku ini. Sekali beli, dapat banyak cara untuk anak belajar. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ga hanya shirahnya aja, tp juga games dsb

      Hapus
  3. Kami pembaca buku Muhammadku Teladanku lho, dijadikan pertemuan rutin sepekan sekali/dua kali baca bareng di pagi hari ba'da subuh. Recommended

    BalasHapus
  4. MasyaAllah, Muna yang masih SD itu aja udah hafal sebagian isi bukunya. Bahkan merasa rindu dengan Rasulullah, huhuhuh. I envy you, Muna.
    Mau nabung juga biar bisa punya buku ini, semoga dimudahkan. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin....semoga dimudahkan mbak....

      Hapus
    2. iya mbakk, andaikan dulu masih kecil ada buku ini ya. makanya anak2 jgn sampe ketinggalan sekarang :) Bisa konsul ma umma Muna tuh mbak

      Hapus
  5. Mbaa, terima kasih sudah mengingatkan untuk menghadirkan sejarah nabi di tengah keluarga. Membaca buku juga butuh ditemanin orangtua untuk membantu memahami lebih ya mba . Bagus sekali bukunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mbak, buku ini memang kerjasama antara ortu dan anak

      Hapus
  6. Mba, aku bulan ini selesai loh arisan MUTE alhamdulilah tergerak dan utamanya Alloh ridhoi aku beli ini meski cicil tiap bulan jadi ga sabar nih pengen segera bukunya datang

    aku juga pas beli niatnya ingin lebih tahu Shirah nabi yang lengkap juga investasi buat anak-anak di rumah insyaAlloh bukunya manfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhhh mbakkk, selamat akhirnya punya koleksinya. Bagi reviewnya juga ya nanti

      Hapus
  7. Subhanallah.. damai banget mba melihat kedua putrinya.. cantik, smart dan shalihah aaminn.. buku memang salah satu stimulasi agar anak gemar membaca sehingga dewasa nanti kegemaran membaca akan terus terbawa.. dengan membaca banyak pengetahuan yang dapat ya mba.. apalagi buku buku tentang Nabi dan Rasul, yang akan selalu menjadi panutan kita semua hingga akhir hayat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy ambak, selain otomatis suka baca, kontennya bener2 deh

      Hapus
  8. Subhanallah...
    Susah melukiskan perasaan saat membaca artikel ini.
    Antara takjub, terharu dan damai.

    Aku sendiri baru tahu tentang buku ini,
    Insya Allah aku bisa rekomendasikan buat cucu dari keponakan.

    BalasHapus
  9. Bagus banget ya ini bukunya. Kagum juga pada Muna yang bisa sampe segitunya mendalami perasaan rindu pada Rasulullah. Soleha sekali kau Nak. Efektif banget ya memberikan bacaan shirah seperti ini kepada anak-anak. Dari kecil mereka jadi paham jejak perjalanan Rasulullah.

    BalasHapus
  10. Semakin pengen banyakin koleksi buku anak yang sarat kandungan makna di dalamnya aku mba. But, kudu nabung atau arisan hehehe

    BalasHapus
  11. Subhanallah.
    Muna sampe nangis kangen Rosulullah
    Pengen punya bukunya juga.
    Rekomin ke keponakan juga bisa nih

    BalasHapus
  12. Bukunya bagus buat mengedukasi anak mbak, apalagi tentang teladan Rasulullah SAW menanamkan keteladan sedari kecil wajib beli nih buat anak-anak keponakan harus punya nih

    BalasHapus
  13. Terima kasih atas rekomendasi bukunya. Saya juga lagi nyari-nyari buku tentang sejarah nabi Muhammad lengkap nih buat dibacakan untuk si Kecil yang baru berusia jalan 8 bulan. Apalagi setelah liat ulasan di atas sepertinya bukunya menarik sekali ya mbak. Bukan cuma menarik tapi bisa mengedukasi dan mengenalkan anak2 lebih dekat dengan Rasulullaah melalui kisah2nya di buku Mute ini.

    BalasHapus
  14. Wah pas banget euy mampir ke blog ini, aku lagi butuh buku macam ini buat anak anakku, buku tetang rasul yang ga terlalu mendikte gitu...

    BalasHapus
  15. Koleksi yang benar-benar lengkap ya mba..dan bagus untuk dimiliki kita semua. Saya sendiri sudah memiliki koleksi yang serupa untuk anak-anak

    BalasHapus
  16. Wah bagus mbak bukunya. Aku sering nemu online shop yang jual buku ini tapi belum nemu reviewnya yang lebih personal

    BalasHapus
  17. Baca Mute untuk anak-anak, aku selalu tergugu. Gak tau kenapa, air mata gak berenti menetes.
    Sampai anak-anak bilang "Sudah, Ma..isitrahat dulu."


    Mute adalah buku sirah yang luar biasa.

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah anak-anak sudah diajarkan sejarah Rasulullah sejak kecil. Jadi nanti pas remaja ga mudah terkena pengaruh liberalisme.

    BalasHapus
  19. Aku tau MuTe ini dari jaman belum nikah, Mba. Dulu kan ngajar TK jadi sering ada book advisor dateng ke sekolah ngadain bazaar. Menurutku ini buku bukan buat anak aja, wong aku jadi jadi orang tua seneng dan terpukau banget bacanya, masya Allah <3

    BalasHapus
  20. Wuah koleksinya lengkap.
    Buku2 anak skrng makin bagus2 ya, ya isinya, ya kualitas bukunya, Ini juga bisa dijadikan semacam koleksi yang awet dna bisa dilungsurkan jg ke saudara kalau anak udah besar :D

    BalasHapus
  21. Komplit ya mba bukunya, bagus buat anak-anak yang sudah bisa membaca. Kalau masih TK juga menurutku masih bagus juga untuk stimulasi gambar dan storytelling dengan orang tua :)

    BalasHapus
  22. Makasih reviewnya, Mba. Dengan baca buku ini anak-anak jadi lebih mengenal dan insyaallah lebih mencintai sosok Rasulullah yaa, Mba :)

    BalasHapus
  23. Bagi yang ingin mengenalkan anaknya pada sosok Rasulullah, mereka wajib memiliki dan mengoleksi buku ini yaa, Mba :)

    BalasHapus
  24. Masya Allah kalo udah niat mengenalkan anak2 pada Rasulullah segala cara itu gampang ditemukan ya mba. Salah satunya dengan koleksi buku ini

    BalasHapus
  25. ah keren banget ini bukunya, Muhammad SAW Teladanku.. anak biasanya cepat menyerap info dari buku yang menarik, rangkaian buku ini bisa memberi motivasi untuk anak nih agar lebih mengenal dan mencintai Rosulullah.. ;)

    BalasHapus
  26. Bukit Muh Teladanku ini rekomended banget ya buat anak-anak. Terutama untuk mengenalkan anak pada sifat dan karakter Nabi Muhammad SAW, biar anakku bisa meneladaninya

    BalasHapus
  27. Aku tuh ya kalau baca cerita teman yang bacain buku anaknya, terus anaknya excited, jujur aku envy, Mbak. Soalnya anakku kalau lihat buku hawanya pengen disobek-sobek. Makanya makin ke sini aku belikan yang tebel-tebel itu. Agak mhal sih ya tapi paling tidak aman jaya. Aku pun kalau bacain dia pas dia lagi pengen aja. Kalau nggak ya bakalan ngamuk. Tapi ya bener kata Mbak Prita, kalau bacain nggak kudu selesai. Sebisa dan semaunya anak. Kalau bilang mau bubuk, ya sudah tutup

    BalasHapus