Singapore, Tunggu Aku Kembali untuk Merekammu dengan Huawei Nova 3i #ChooseTheBest


Saya memandangi bayi mungil yang tidur di sebelah saya ini lekat-lekat. Tak berhenti saya mengucap syukur atas nikmat karunia, serta amanah yang Allah berikan untuk saya berupa seorang anak yang kini masih bayi 8 bulan. Mengingat, untuk mendapatkannya butuh serangkaian perjuangan dan juga perjalanan hati yang panjang.

Ingatan saya kembali pada memori yang melekat dua tahun lalu. Ya, 2016 di bulan April, pas di hari ulang tahun saya, ujian datang berupa kehamilan diluar kandungan yang mengantarkan pada operasi. Sepulang dari rumah sakit, dokter mengharuskan untuk bed rest minimal sebulan. 

Siapa sangka, ternyata Allah menyiapkan sesuatu. Juni 2016, saya terpilih untuk mengikuti perjalanan ke negeri Singa yang belum pernah saya singgahi. Saat itu dalam rangka workshop kepenulisan. Saat nama saya dinyatakan berangkat, saya tertegun cukup lama, "mampukah kondisi saya yang baru on dari bed rest melakukan perjalanan?" Apalagi perjalanan ini saya lakukan sendirian, tanpa suami. Saya berangkat bersama 99 orang lainnya dari Provinsi Jawa Barat.

Yang saya pikirkan saat itu adalah : ransel seperti apa yang akan memudahkan langkah saya? Berlanjut, kamera seperti apa yang bakal menemani saya mendokumentasikan setiap sudut kota dan jalanan yang benar-benar baru? 

Khawatir memang iya, karena sepulang dari perjalanan, saya harus menelurkan 1 buku solo! Tentu ini tantangan yang harus saya lewati. Saya ingin melengkapi catatan perjalanan dengan foto-foto ciamik pastinya. Supaya pembaca jadi betah dan bisa mendeskripsikan lewat potret yang hidup.





A post shared by Prita hw (@pritahw) on



Suami menangkap kegelisahan saya. Malam sebelum berangkat, ia membekali saya cara mengoperasikan DSLR nya yang masih manual dan berat itu. Privat belajar cara mengatur ISO, fokus, angle, dan printilan lainnya. Sampai saya harus praktik memotret suami malam itu untuk dievaluasi, sudah sesuai standarkah hasil foto saya. Duh, kalau inget itu, rasanya bener-bener ribet. 

Kenapa tak mengandalkan smartphone saja? FYI, di saat yang sama, baterai smartphone yang saya pakai lagi sekarat. Dan, USB charger nya tak bisa berfungsi. Saya bahkan harus membawa charger kodok untuk menyiasatinya. OMG 😔 

***

"Hayuk, kita menuju kereta ke pusat kota Singa, Merlion.", aba-aba dari pemandu kelompok saya mulai terdengar. Dengan berjingkat-jingkat sambil memotret ragam aktivitas bandara Changi saya pun bergegas. 

Saya memperhatikan setiap sudut bandara, pun setiap sudut stasiun MRT yang benar-benar menghadirkan suasana baru. Yang saya ingat selalu, Singapore adalah kota yang penuh peraturan. Setiap mau makan, minum, menyeberang, dan hal biasa yang bebas dilakukan dimana saja di Indonesia, saya selalu memperhatikan penanda. Membaca tanda-tanda.



Saat itu, sebelum berangkat ke Singapore, saya membaca sebuah buku puisi favorit dengan setting keseharian kota New York. Saya pun terinspirasi untuk fokus pada street photography lebih dominan saat melihat Singapore dalam perjalanan 3 hari 2 malam itu.

Saya tiba sore hari saat itu. Perjalanan ke Merlion pun dilakukan saat langit mulai gelap, sebelum kami semua check in di hotel. Saya dengan susah payah mengingat-ingat arahan suami saat mengoperasikan kamera. Saat di luar ruangan, pakailah setting ISO sekian, saat di dalam ruangan pakai setting ISO sekian. Kalau langit gelap... kalau langit terang... Ah, andai saja saat itu saya memiliki sebuah kamera yang settingan nya auto, pastinya ga akan ribet seperti hapalan ujian sekolah.

Apalagi saat itu saya sedikit tertinggal dari langkah kaki pemandu dan rombongan gara-gara ingin sedikit memperlambat langkah sebagai slow traveler. Sampai kemudian saya tersesat di sebuah kanal yang punya pemandangan indah. Sayang sekali foto yang saya ambil tak bisa menangkap dengan jernih meskipun saya sudah berusaha maksimal.


Begitu juga saat saya berhasil tanya sana sini, dan akhirnya menemukan rombongan di depan patung Merlion. Dan, saya hampir tak punya foto bagus dan clear di depan simbol Singapore itu. Saat itu saya berdoa dalam hati dengan keyakinan yang dalam, ijinkan saya kembali lagi kesini bersama suami tercinta dan kalau Kau ijinkan, dengan buah hati kami tercinta.

Malam itu saya mengalir menikmati apa saja, tak ingin menyia-nyiakan momen langka. Ada pengamen jalanan, riuh orang-orang sepulang kerja yang ingin sekedar mencari hiburan di sekitar Merlion, atau mobil yang melintas di jalan-jalan modern nan bersih. Pengalaman yang cuma sebentar ini tentu harus saya manfaatkan sebaik-baiknya. Mengingat, ini kali pertama saya menginjakkan kaki di kota Singa ini.




Kata sebagian orang, tak usahlah berandai-andai. Hidup harus realistis karena hidup ini keras, kawan! Hm, tapi saya punya pendapat, bahwa dengan terus menghidupi mimpi, maka alam bawah sadar kita akan memerintahkan otak untuk menuju hal yang kita inginkan. 

Jangan tanyakan kapannya. Bukankah tak ada seorang manusia pun yang bisa meramal takdir? 

Untuk terus menghidupi mimpi itu, buku solo saya yang kedua sekaligus buku catatan perjalanan pertama ini, mendapat tempat yang spesial. Diterbitkan indie, memang kalian tak bisa menemukannya di jajaran rak buku toko buku kenamaan. Tapi, jika kalian berkunjung ke Perpusnas, Perpustakaan Kemendikbud, dan National Library Singapore, carilah di katalog, buku berjudul : Read Signs, Read Us : Membaca Tanda-tanda, Membaca Kita.


Saat ada waktu, saya kembali membaca ulang catatan perjalanan yang terangkum dalam lembaran kertas itu, entah sampai berapa kali. Ini saya lakukan dalam rangka mengenang sebuah perjalanan yang sangat spesial. Bukan saja karena saya diberangkatkan pulang pergi tanpa biaya, mirip sistem beasiswa, tapi juga karena dari "paksaan" baik itulah akhirnya saya bisa memiliki sebuah buku. Amazing! Hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.
  

Melihat-lihat lembar demi lembar cerita, lalu foto-foto yang saat itu tercetak hitam putih, ingin sekali saya menuliskan perjalanan itu lagi dalam format berseri di blog. Dengan foto-foto yang bisa dinikmati lebih leluasa, duet dengan suami tercinta. 

Dulu membekali diri dengan kamera DSLR jadul dan upaya belajar kilat, dan sesekali memotret pakai HP sendiri dan HP teman perjalanan, saya sudah bisa menghasilkan street photography yang lumayan. Meski dengan sentuhan editing, hehe. Andai saja saya kembali ke Singapore dengan kamera yang lebih bagus, yang sudah dari sananya bisa motret keren, ah membayangkannya saja saya sudah merinding 😍 

Kalau momen itu berulang, saya ga mau repot-repot pakai kamera yang berat dan ga praktis, maunya built in di smartphone idaman yang mudah-mudahan bisa terwujud di tahun ini. Dengan begitu, saya yang saat ini kemana-mana menggendong baby Tangguh dengan hipseat carrier ini menjadi lebih leluasa. 

Smartphone idaman saya sih pengennya yang teknologinya terkini, tapi tetep ramah sama kantong freelancer macam saya dan suami. 

Poin terpentingnya ada pada fitur kamera yang sudah ada teknologi AI (Artficial Intelligent). Biar saat memotret danau di malam hari saat saya kesasar itu, hasilnya bisa lebih jernih, atau saat saya lagi jalan-jalan ke Little India yang unik itu, bisa ada efek-efek bokeh yang natural.  Atau saat memotret gedung-gedung kontemporer di kawasan Kampung Bugis di dekat Sultan Mosque, garis-garis arsitekturnya biar kelihatan magis dan menghadirkan suasana nyata sedang melihat secara langsung. 


Satu lagi, namanya berperan sebagai ibu dan couple traveler, sekaligus blogger dan newbie vlogger yang dimanapun rasanya ga ada batas antara liburan dan menuntaskan pekerjaan, switch saat menngoperasikannya juga harus wus wus. Artinya, saya ingin smartphone idaman saya itu performanya ga mengecewakan dan ga lemot alias bisa diajak kompromi. 

Yang ga kalah penting, storage memory nya harus besar. Biar ga ada drama harus hapus file-file yang ga penting diantara yang penting. Bisa pusing kalau itu terjadi. Dan, dampak panjangnya, berujung pada bad mood saat sedang menikmati perjalanan. Jangan sampai itu terjadi. Namanya mau motret street photography dan mengabadikan momen yang spontan, sudah pasti foto-foto yang dihasilkan akan lebih banyak dari biasanya.

Kalau sudah begitu, saya bisa langsung mengabarkan perjalanan saya lewat feed maupun story Instagram, atau bisa langsung menuliskan draft di dashboard blog. Kalau butuh informasi terkini tentang spot destinasi apalagi yang harus saya kunjungi, juga mudah saja untuk googling atau download aplikasi yang membantu mencari kuliner dan destinasi saat bepergian. Asik lagi kalau bisa editing video tipis-tipis tentang tingkah pola si baby traveler atau ragam ekspresi orang-orang di jalanan. 

Kalau ada smartphone yang ciri-cirinya seperti itu, biasanya sih masuk kategori flagship ya. Tapi sekali lagi, saya belum mampu kalau harus membeli jajaran smartphone high end itu di tahun ini. Alternatifnya, ya cari harga yang memungkinkan. Dan, sudah pasti secara casing (maklum ya, namanya orang Indonesia, meski ada pepatah don't judge a book with its cover, ya bakalan tetep lihat cover nya duluan 😂), mesti yang enak dilihat dan ditenteng kelihatan keren. Jamannya sekarang yang full view display ya, supaya mata makin dimanjakan.   

Duh, apakah memang ada yang menaruh perhatian untuk mewujudkan semua keinginan saya yang perfeksionis itu?

Ternyata ada! Dari hasil survei di beberapa platform e-commerce,  smartphone yang sesuai tetek bengek kriteria saya itu ada pada :
Seperti yang saya bilang, namanya mimpi harus terus dihidupi. Salah satunya adalah dengan memvisualisasikan secara nyata dalam hati dan pikiran. Tulisan yang saya buat ini adalah salah satu upaya untuk itu. Katakanlah, digital dream book 😊

Tak kenal maka tak sayang, itu sebuah keniscayaan. Makanya, buat kalian yang juga punya kriteria smartphone idaman di tahun 2018 seperti saya, ini juga bisa dijadikan sebagai referensi.

Apa saja sih spesifikasi lengkap Huawei Nova 3i yang perlu kalian tahu?




Sedangkan fitur-fitur unggulannya bisa diringkas seperti ini :


Ini yang saya cari-cari selama ini. Kamera yang portable dan terkesan pro meskipun hanya dari smartphone yang ada di genggaman. Di Huawei Nova 3i dibekali Quad AI camera. Terdapat dua kamera di depan (24 MP dan 2 MP) dan dua kamera di belakang (16 MP dan 2 MP). Teknologi ini memungkinkan untuk menimbulkan efek bokeh profesional dan jernihnya seperti air mengalir dari sumbernya.  Ini karena ia memiliki aperture f/2.2. Algoritma AI memiliki pengetahuan lebih dari 100 juta gambar, cerdas dalam ingatan tentang 22 kategori dari 500 lebih momen. Ga salah sih kalau saya memilih ini untuk merekam momen-momen indah di Singapore nantinya.
Tambahan lagi, dua kamera depannya, juga ahli selfie AI. Itu semua karena teknologi AI scenery recognition yang handal dan bisa beradaptasi dengan lingkungan atau rupa aslinya. Selain itu, juga terdiri dari mode blue sky, plant, night, flower, beach, room, snow, dan stage performance.

Sedangkan mode di kamera AI belakang, terdapat mode sunrise/sunset, blue sky, plant, fireworks, autumn leaves, overcast, auto, bike, dog, dan stage performance.

 
Tak hanya itu, dengan fitur HDR Pro yang dimilikinya, smartphone idaman ini bisa menghasilkan foto dan video dengan presisi seimbang dan bisa dilihat dengan pratinjau waktu nyata, pun di bawah sinar matahari. Selain itu, kekuatan murni chipset Kirin 710 berteknologi 12 nm menghasilkan fitur foto AI dan hasil responsif yang halus.

Ada yang suka mengambil slow motion di momen-momen yang perlu didramatisasi? Di Huawei Nova 3i dilengkapi 16x super slow motion yang bisa mencapai 480 frame per detik di layar. Ah, ini saya tunggu juga. Soalnya smartphone saya selama ini tidak memiliki fitur ini. 



Nah, bodi yang terkesan premium sesuai dengan spesifikasi smartphone idaman jugajadi bagian yang penting ya. Ada tiga variasi warna yang bisa jadi pilihan : black, iris purple, dan camaro. Dijamin, ketika saya atau kalian memegangnya kuat dalam genggaman, setiap mata akan tertuju pada Huawei Nova 3i.

Corak warnanya yang menawan di aca belakang dan bingkai metal di tengah makin melengkapi Huawei Nova 3i yang punya layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080). Jangan kuatir, selain pas di genggaman, smartphone idaman satu ini juga pas diletakkan di saku. Kalau saya sih pengen banget yang warna iris purple, hehe.


Buat yang suka main games atau sekedar rileks di tengah jadwal ini itu yang padat, bisa banget memanjakan diri dengan performa gaming nya. Selain terdapat rangkaian game AI dipadukan dengan teknologi GPU Turbo, kabarnya Huawei Nova 3i akan ASAP merilis chipset untuk respon yang lebih cepat. 

Jangan kuatir juga soal performa. Perpindahan yang lembut antara jaringan 4G dan wifi akan berlangsung soft, dan mode uniterupted gaming di fitur Huawei Nova 3i bakal menyembunyikan semua notifikasi. 

Kalau smartphone idaman ini ghandal buat nge-game, dijamin bakalan ga lemot untuk kebutuhan yang lainnya. Saya percaya itu, sih.



Bisa dibilang, Huawei Nova 3i merupakan smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128 GB! Dijamin ga bakalan nge-lag atau loading lama yang bikin kekesalan meningkat sekian derajat. Terutama kalau pas memang sedang butuh-butuhnya terkoneksi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau komunikasi di situasi yang genting. Apalagi kalau lagi traveling, semua data mesti tersimpan di memori supaya semuanya bisa siap di recall kapan saja.

Yang mengesankan, kalau biasanya seringnya saya mengalami susah mencari foto dalam gallery, sekarang masalah ini bisa diatasi. Fitur dalam Huawei Nova 3i membantu mengatur file foto berdasarkan tanggal, tempat, orang, bahkan obyek yang ada dalam foto, wow! Ini memudahkan banget! 

Nilai plus lainnya di atas fitur-fitur di atas, konektivitas smartphone berkelas ini punya konektivitas yang kuat dengan kecanggihan AI nya. Mode elevator akan memulihkan sinyal 4G dan otomatis mempercepat kinerja jaringan smartphone dengan sendirinya. Bahkan, di dalam terowongan pun, Huawei Geo 1.5 yang terdapat dalam spesifikasi smartphone super keren ini akan menyediakan layanan yang akurat. Amazing, kan?

Terakhir, ada juga fitur Huawei Nova 3i dengan kemampuan analitis cerdasnya untuk otomatis mengenali suasana berisik dan menonaktifkannya, panggilan volume rendah ditingkatkan, panggilan yang tadinya berisik tiba-tiba menjadi komunikasi yang jelas dan high quality. 

Semua itu, bisa kalian dapatkan hanya dengan kisaran harga 3,6 hingga 4,2 jutaan. Termurah di kelasnya, iyap!



Tak ada keraguan sedikitpun untuk menjadikan Huawei Nova 3i sebagai teman perjalanan andalan berikutnya. Memperlahan langkah dengan menjadi slow traveler yang tak sekedar mengejar spot foto artifisial, tapi juga memaknainya. Menyusuri tempat-tempat eksotis dan memorable bersama suami dan buah hati tercinta. Ah, tentu bakal jadi kenangan terindah dan sulit dilupakan. 

Sekaligus menuntaskan rasa penasaran untuk menantang diri sendiri menghasilkan karya yang lebih berkualitas bagi para pembaca yang sudah menunggu saya untuk menerbitkan catatan perjalanan ke Singapore dalam format blog. Lalu dikompilasi dalam e-book. Dan bila memungkinkan, saya ingin mengadakan relaunching sekaligus pameran fotonya. 

Doakan ya kawan! Singapore, tunggu aku kembali untuk merekammu dengan smartphone idaman Huawei Nova 3i.


Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com




Wassalam,








 


Prita Hw

25 komentar:

  1. Seneng double kalo bisa jalan2 trus ada kamera yg mumpuni seperti huawei nova 3i ini. Goodluck mba..

    BalasHapus
  2. Semoga dapat teman perjalanan yg menyenangkan ya MB. Emang keren ini Huawei Nova 3i, cocok diajak ke spore hehe

    BalasHapus
  3. Ribet juga ya, Mbak, kalau harus belajar motret pakai kamera DSLR manual waktu itu. Mana waktu buat belajarnya juga udah mepet sama hari H keberangkatan ke Singapura lagi. Tambah hectic. Hehehe...

    Kamera dan memori internalnya itu, lho...Gedhe dan mantab jiwa sekali. Sebagai seorang bloger, tentu kita akan sangat terbantu. Tinggal pencet-pencet shutter di smartphone, foto bisa langsung kesimpen tanpa takut memori cepet penuh.

    BalasHapus
  4. Akhir bulan aku ke Singapore jg nih mbk, smg aku bs bawa Huawei Nova 3i biar foto2ku keceeeeee hehhe amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cieee Selamatt Mas Joe,, pantas anu ngurus paspor,
      KEreeennnn *applause*

      Hapus
  5. Iki koyoke ntar lagi jambak jambakan memperebutkan huawei nova. Aku yo pengeeeeeen.

    BalasHapus
  6. Aishhh Singapura, Negara yang ingin aku jejaki saat duduk di bangku Mts, takjub sama keindahan, kebersihan, dana keteraturan Negara Singa Putih itu, hehee
    Huawei cocok sma smean dan rutinitas smean yg serba set set set kegiatannya, pokok serba cepat mbak. heheee
    Sukses ya mbak,, Good Luck Bunda Tangguh *_*

    BalasHapus
  7. aku mengimpikan bisa bermalam di marina bay mbak..... btw, keren artikelnya mbak, semoga berjodoh dengan Huawei Nova 3i yaaa

    BalasHapus
  8. asyik ya mbak.. pernah ke singapore...

    BalasHapus
  9. Asyiknya kalo bisa ke Singapore bersama suami dan anak tercinta ya mbak, apalagi bawa hp idaman ini, bisa potret2 yg banyak dg kualitas foto yg bagus.
    Good luck mbak Prita.

    BalasHapus
  10. Pasti asyik banget dech, ram-rame ke Singapore nya. Apalagi membawa handphone idaman, mantapppp dech

    BalasHapus
  11. Kamera DSLR memang berat, Mbak. Mending pakai mirrorless, deh, enteng dan hasilnya memuaskan. Bawa kamera juga penting buat sewaktu-waktu ketika battery kamera habis

    BalasHapus
  12. Paling suka dengan layarnya yang 6.3 inch. Cocok sekali buat saya yang suka nulis lewat hp. Luas dan minim typo. Udah gitu memorinya 128 GB, luas sekali. Buat nyimpen foto dalam jumlah banyak pasti bakal muat. Ah pokonya mupeng banget sama Huawei Nova 3i ini.

    BalasHapus
  13. Bagus juga ya mbak huawei untuk mengabadikan momen spesial, iya kalau bawa kodak dan handycam ribet berat bawa, sekarang mending moto mideo dari smartphone saja ya :)

    BalasHapus
  14. Wadawww.. ikutan juga ternyata.
    Goodluck ya mba, semoga bisa menang :)

    BalasHapus
  15. Singapura, negara yang terus berbenah dalam hal kecanggihan teknologi. Gak bikin bosen main ke sana, terutama nyari hidden gems-nya. Semoga kesampaian ke sana lagi sambil bawa hp baru ya, mbak.

    BalasHapus
  16. hello mak,, ketemu disini..😁

    BalasHapus
  17. Huawei Nova ini ciamik memang buat jalan-jalan yaa

    BalasHapus
  18. Wah mesti berangkat lagi ke Singapore. Remedial sama Huawei Nova 3i !!

    BalasHapus
  19. Eh ternyata yang ikutan bareng ke SIN bareng dirimu akeh yo Prit. Kirain cuma dikit, semacam grup kecil gtu hehe.
    Aamin Prit, moga bisa balik ke sana dengan smartphone idaman yak

    BalasHapus
  20. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    BalasHapus
  21. Ayo balik lagi ke Singapura (aku ikut ya, ngumpet di koper :D ), bikin buku solo lebih banyak lagi :)

    BalasHapus
  22. Suka sama layarnya saya mah, Teh. Udah gitu internalnya besar juga.
    Buat nemenin ngeblog mah cukup, apalagi buat cekrek2 disaat jalan-jalan :)

    BalasHapus
  23. Wah memorinya bikin ngiler ini.. secara yang kupake skr full terus.. padahal udah sering bersih2 hehe

    BalasHapus
  24. Bening banget hasilnya..

    Thank you for sharing

    BalasHapus