Ngopi bareng KAI Mampir Juga di Jember



I miss the smell of your coffee
I miss waking you up early
When you had to be somewhere
Baby, you had me good
Baby, you had me good 
- Leanna Rachel, Coffee

***

Sambil menulis ini, lagu apik yang mengalir disertai aroma kopi yang diseduh suami ikut menemani. Hmm, jangan ditanya nikmatnya. Persis seperti menghirup aromaterapi. Efeknya, bisa membuat tubuh dan jiwa lebih rileks. 

Ini bukan kata saya, tapi dilansir dari caffeineinformer.com, para peneliti dikatakan telah menemukan 800 kandungan dalam kopi yang berhubungan erat dengan aroma khasnya. Aroma yang banyak menyentuh reseptor bau ini dapat memunculkan perasaan bahagia dan kenangan. Dan, saya pun merasakannya.

Masih teringat jelas, Selasa-Rabu, 30-31 Januari lalu, pas banget H+3 pasca persalinan saya yang alhamdulillah berjalan lancar, ada hajatan akbar yang digelar oleh PT. KAI  melalui anak perusahaannya, PT. Reska Multi Usaha (RMU) yang mengelola restoran KA. 


"Ngopi bareng KAI" dipilih sebagai tajuk dari event perdana yang menggabungkan romantisme kereta api dengan seduhan kopi. Sambil menyelam minum air, KAI juga memperkenalkan kembali aplikasi KAI Access yang memungkinkan pelanggan KA untuk memesan tiket keretanya dengan mudah. 

Se-cup kopi bisa didapatkan gratis bagi penumpang KA di 40 pemberangkatan kereta di di 13 stasiun yang ada di 11 kota, selain pengunjung stasiun sendiri. Caranya, hanya dengan menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah di-download melalui App Store atau Google Play. 

via bumn.go.id

11 kota yang beruntung kedatangan 200 barista profesional dari segala penjuru negeri ditemani produk kopi lokal dengan cita rasa tinggi adalah Jakarta (Gambir dan Pasar Senen), Bandung, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Semarang, Tegal, Surabaya, Malang, dan pastinya, Jember.

PT. KAI dan RMU tak sendiri, demi menampilkan barista dan produk kopi terbaik, digandenglah Komunitas Kopi Nusantara supaya Ngopi bareng KAI ini makin terasa gayeng dan ditargetkan akan membagikan sedikitnya 50 ribu cup kopi. 





Salutnya, lewat ajang ini, juga terbuka kesempatan untuk mempromosikan produk kopi lokal, bahkan yang langsung dari petani kopinya. Selain mencicipi secara gratis, penumpang KA maupun pengunjung stasiun juga bisa membeli produk kopi lokal yang sudah dikemas. Ada yang berupa green bean, roast bean, ground coffee, serta cold brew. Tak hanya itu, 10 % dari hasil penjualan produk kopi lokal tadi juga turut mendukung untuk perbaikan gizi di daerah sekitar stasiun dimana event ini diselenggarakan. Yes, otomatis mendukung charity program! 





Ngopi bareng KAI Jember

Saya sendiri cukup surprise saat Jember juga menjadi destinasi event dengan tagline "Enjoy Your Journey with Indonesian Coffee" ini. Tapi, memang tak salah sih, mengingat Jember merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan produk dan olahan kopinya. Bahkan, tahun lalu saja, Universitas Jember lewat Lembaga Penelitiannya juga sukses menggelar International Coffee Conference yang mengupas kopi dari segi sosial, budaya, lingkungan, kesehatan, sampai ekowisata.

Syafi'i, koordinator Komunitas Kopi Nusantara untuk wilayah Jember juga mengatakan tentang harapan diadakan event semacam ini di Jember, "Karena Jember juga terkenal dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, dan juga banyaknya pegiat dan penikmat kopi di Jember. Sekalian membantu UKM yang bergiat di bidang perkopian untuk memperkenalkan kopi khas racikannya masing-masing.", ujarnya.

Tercatat ada 10 barista dari Jember yang berasal dari kedai kopi yang berbeda-beda. 2 orang bertugas di perjalanan KA Jember-Cirebon. Sedang 8 orang yang lain berjaga di Stasiun KA Jember yang beralamat di Jl. Wijaya Kusuma No.5. Uniknya, ada sepasang suami istri barista diantara mereka. 





Animo pengunjung ternyata cukup tinggi. Buktinya sejak pertama kali dibuka, telah menghabiskan 750 cup atau 2,5 kg kopi. Hm, jumlah yang tak sedikit ya. 

Cara penyeduhan kopinya ada dengan cara penyajian ala kopi tubruk yang disajikan berikut ampasnya, dan kedua, kopi dengan penyaringan, serta ketiga dengan penyajian ala espresso yang menggunakan teknik dengan menggunakan tekanan air pada suhu tertentu. 

Yang menarik, saya dan suami juga terkesan dengan pertemuan kami dengan Kak Irma, salah satu pegiat kopi di Jember yang mem-branding aktivitasnya sebagai supplier kopi dan alat-alat kopi dengan #ngopihore, #ayokngopijember, dan #kopinusantara. Ternyata Kak Irma asli orang Aceh yang saat ini sudah bermukim 20 tahun lamanya di Jember. Tak heran jenis kopi yang diangkat Kak Irma adalah kopi gayo, asli dari Aceh.


 

Melihat aktivitas dua hari di stasiun yang sedikit berbeda dengan adanya event ini makin menguatkan persepsi kalau secangkir kopi saat ini bukan cuma sebatas minuman biasa. Seperti yang dikatakan Lukman, Humas DAOP IX Jember, "Sekarang kan kopi sudah jadi lifestyle ya, sekaligus ingin memperkenalkan pada masyarakat bahwa kopi Indonesia itu ga kalah cita rasa dan kualitasnya. Terutama di Jember ini kan juga penghasil produk kopi dengan kualitas yang tinggi. Kami ingin mewadahi itu dan memperkenalkan produk kopi lokal Jember." 



Atas : Lukman (Humas DAOP IX Jember), bawah : bersama rekan-rekan di pembukaan Nopi bareng KAI Jember

Selain kopi Jember, kopi gayo Aceh, juga ada kopi Bondowoso atau Ijen coffee, baik dari jenis robusta maupun arabica. 

Saya sendiri, juga suami, memang bukan pecinta kopi akut, tapi kami menikmatinya. Jatuh cinta mulai dari aromanya. 

Tak heran, banyak pengunjung di stasiun yang menginginkan event semacam ini diadakan rutin. 




Ya, kopi sudah menjadi budaya. Kehadirannya mampu menyatukan segala macam rasa. Seperti ngopi bareng KAI yang menyatukan kenangan bersama kereta berbalut perjalanan yang kerap dilakukan siapa saja. Sampai jumpa di Ngopi bareng KAI selanjutnya ya, semoga.



Salam Dunia Gairah,



Prita Hw

12 komentar:

  1. Wah selalu ada cerita di setiap stasiun ya mba...aku yang dari Surabaya ke Semarang juga nggak bisa move on, selain sama kopinya dan cerita perjalanannya masih inget banget susah dilupain heheheh...

    BalasHapus
  2. Wah ternyata ada kopi lokal yang dijual juga. Itu di tiap kota ga ya. Tau gitu kemarin dateng beli kopinya

    BalasHapus
  3. Minum kopi buat nemenin selama perjalanan naik kereta rasanya nikmat juga :)

    BalasHapus
  4. Pasti seru nih mbak, sayang aku g hadir waktu itu.

    BalasHapus
  5. keren ya, stasiun jember dipilih menjadi salah satu penyelenggaranya, semoga citra kopi lokal jember semakin dikenal

    BalasHapus
  6. kalo orang bilang kopi dapat menyatukan orang-orang yang sebelumnya gak pernah ketemu, hal itu benar adanya. dan kebukti dalam event ini. luar biasa

    BalasHapus
  7. Wah... saya yg belum jadi penikmat kopi jadi iri nih bacanya.. hehehe

    BalasHapus
  8. rasa kopinya gmn nih dari baristanya mbak :D

    BalasHapus
  9. Abis persalinan langsung ngopi di stasiun Jember mba?

    BalasHapus
  10. Seru bangeet dehh sayang ngga pada ketemuan hihi..busui kece banget ini abis brojol langsung liputaan..

    BalasHapus
  11. Kopi itu menyatukan, aku dan kamu serta kita :D

    BalasHapus

target='_blank' rel='nofollow'