Apakah Investasi ORI Bisa Memberikan Return yang Menjanjikan?



Pernah mendengar tentang investasi ORI? Obligasi Ritel Indonesia adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara untuk dijual kepada masyarakat. Surat utang negara ini bertujuan mendanai pembangunan negara, misalnya infrastruktur.

Obligasi menyatakan utang dalam jumlah tertentu akan dibayar lunas sesuai waktu jatuh tempo, berikut tingkat bunga atau kupon yang dibayar rutin selama suatu periode. Kamu bisa membeli ORI lewat pasar perdana antara penerbit dan investor. Baru setelah itu ORI diperjualbelikan di pasar sekunder.

Bicara soal investasi, pasti tidak lepas dari return. Sejauh mana investasi ORI memberi return menjanjikan? Mari simak penjelasan berikut.

Sumber Keuntungan ORI

Kalau kamu membeli ORI, ada dua sumber keuntungan yang menjadi penghasilan bagi pemegang ORI. Pertama, melalui bunga atau kupon yang diberikan rutin. Kedua potensi keuntungan yang muncul akibat kenaikan harga ORI di pasar sekunder.

Pembayaran kupon rutin tiap bulan dengan tingkat tetap dan tidak dipengaruhi fluktuasi pasar. Namun, perlu kamu ingat bahwa pembayaran kupon dikenakan pajak transaksi bunga obligasi dan capital gain, yakni Pph Final 15%. Nah, salah satu keunggulan ORI adalah rata-rata besaran kupon ORI berada di atas inflasi. Berinvestasi ORI membuatmu memperoleh keuntungan riil dibandingkan hanya investasi deposito saja.

Sedangkan keuntungan dari penjualan ORI di pasar sekunder bisa didapat ketika kamu ingin mencairkan ORI sebelum jatuh tempo. Saat harga ORI lebih tinggi daripada nilai pokok awal, kamu bakal memperoleh capital gain atau untung.

Risiko Berinvestasi ORI

Boleh dibilang risiko ORI relatif minim karena risiko gagal bayar tidak ada. Jaminan ORI adalah negara, mengingat negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara (SUN) hingga jatuh tempo.

Akan tetapi, ORI tidak kebal pada risiko pasar, yaitu potensi kerugian yang dialami investor jika terjadi penurunan harga ORI pada pasar sekunder. Maka, pengetahuan tentang jual beli obligasi perlu kamu kuasai agar tidak salah langkah dan merugi saat hendak menjual ORI di pasar sekunder.

Return Menjanjikan atau Tidak?

Benar bahwa ORI menawarkan return relatif baik dengan risiko investasi minim. Namun, apakah return itu menjanjikan atau tidak tergantung pada tujuan kamu berinvestasi. ORI kurang tepat jika kamu mempunyai tujuan investasi berikut.

1. Tujuan investasi dengan kenaikan return di atas kupon ORI, seperti dana pendidikan. Inflasi dana pendidikan dalam setahun bisa menyentuh angka 15-20%. Sementara return ORI setelah pajak tidak sampai 10%.

2. Tujuan investasi jangka panjang di atas 5 tahun, contoh dana pensiun. Untuk investasi jangka panjang seperti 15-20 tahun, lebih baik kamu memilih instrumen investasi berisiko tinggi, tetapi menjanjikan return lebih besar. Contohnya, reksa dana saham atau saham.

Sebagai investor, kamu harus paham apa saja keuntungan dan risiko dalam investasi ORI. Memegang ORI hingga jatuh tempo menguntungkan dari segi return yang sudah pasti dan tidak ada risiko pasar, asalkan kamu siap berinvestasi selama 5 tahun ke depan.

Bagaimana jika kamu lebih tertarik berinvestasi mikro? Coba bergabung sebagai investor di Qazwa, platform investasi syariah yang terdaftar di OJK. Dengan investasi mulai Rp5.000, kamu bisa mendapat keuntungan hingga 24% setahun.

Ayo, mulai hijrah finansial bersama Qazwa melalui pembiayaan syariah demi hidup penuh berkah!


Wassalam
Prita HW

Prita HW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar