7 Jajanan Hits dan Permainan Masa Kecil Favorit Generasi ‘90-an versi Saya



 
Akhir-akhir ini, gaung kebanggaan generasi ‘90-an rasanya makin meningkat saja. Hm, entah kenapa ya. Mungkin sih, karena geliat perbedaan generasi yang mencolok yang sering diangkat media, antara generasi X (sebagian) dan Y yang masuk angkatan ‘90 an, dengan generasi Z yang bisa dibilang generasi kekinian. Bagi saya yang termasuk generasi ‘90-an, beberapa yang dibanggakan semacam jajanan hits masa kecil dan permainan masa kecil pastinya tak terlupakan.

Memorable banget? Iya dongg. Apalagi buat anak-anak, jajanan dan mainan itu dua hal yang ga pernah terpisahkan. Mungkin hampir semua imajinasinya dipenuhi sama dua hal ini :)

Nah, kalau mengingat kenangan masa kecil, mungkin saya paling terbayang tuh saat masa-masa duduk di sekolah dasar, ada aja hal-hal baru yang coba-coba saya lakukan :)

Jajanan Hits Masa Kecil


Ngomomg-ngomong jajan, sebenarnya sih saya ga begitu suka jajan banget. Cuma, kalau misal ada sisa uang saku atau receh-receh di kantong, ya paling enak memang buat jajan. Sama aja ya? Haha.. Jadi, kalau dulu, seingat saya uang saku jaman SD tuh sekitar Rp. 150, naik jadi Rp. 300 sampai Rp. 500. Murmer bangetttt, ga kayak sekarang.

Kalau dulu jajanan ‘chiki-chikian’ atau ‘coklat-coklatan’ palingan seharga Rp 50-100. Tahun berapakah itu? Haha, jadi malu :) Sekitar 1991-1996 itu masa-masa SD saya. Bayangin sekarang jajanan paling murah berkisar Rp. 500 hingga Rp. 2000. Berselang 20-an tahun kurang lebih, dan inflasinya bisa dilihat tuh.

Nah, kalau ngomongin yang paling favorit banget, ini versi saya :

1 Krip-krip dan Fuji Mie

Dua snack dengan bungkusan sebesar kartu remi ini beda merk, tapi rasanya ga bisa dipisahkan. Mungkin juga karena toko di dekat rumah saya dulu selalu men-display jajanan ini berbarengan, berenteng-renteng. Kalau Krip-krip itu bungkusnya ala bendera merah putih bergaris-garis, rasanya gurih cenderung asin. Kalau Fuji Mie itu bungkusnya coklat tua dengan gambar mie di depannya, rasanya gurih cenderung manis. Pokoknya favorit! Harganya 100 rupiahan ga salah. Duh, jadi pengennn…




2 Anak Mas

Masih dari golongan mie-miean :) Ini kalau lagi kepengen porsi agak besar. Pas nge-shake bumbunya tuh, rasanya ada kesenangan tersendiri. Harganya berapa ya, lupa banget.

3 Chiki Balls dan Chiki Stick

 

Siapa yang ga kenal pabrikan beken ini? Pasti semua tahu lah ya. Produk Indofood Fritolay ini memang favorit banget. Kalau Chiki Balls suka banget karena rasa kejunya yang nyresep pas makannya dengan cara di-emut duluan, haha. Sedangkan Chiki Stick ada dua varian, coklat dan strawberry. Biasanya saya sama adek suka rebutan minta dibeliin ini pas mama lagi belanja bulanan di supermarket lokal di Jember, Toko Slamet P & D yang masih eksis sampai sekarang :)

4 Coklat cup mini

Kalau coklat yang satu ini entah merknya apa. Cup nya imut-imut kayak kemasan jelly. Terus ada sendok kecilnya yang juga sama imutnya. Biasanya coklatnya ada dua lapis, putih dan coklat, strawberry pink dan coklat, atau kuning dan coklat. Meski rasanya ada pahit-pahitnya dikit, tapi tetep enak sih, mungkin karena cara makannya yang di cup mini tadi :)




5 Wafer Superstar

Nah kalau wafer ini udah terkenal banget. Bungkusnya orange dan ada gambar lapisan coklatnya dengan Superman yang lagi terbang. Biasanya dijual juga di toko-toko kecil dengan diwadahi toples-toples berjejer. Pas wafernya digigit, empuk banget dan bikin nagih. Beli 1 pasti maunya nambah :)

6 Es wawan

 


Jangan lupa varian es nya nih. Es wawan ini enak banget, meski rasanya ada asin-asinnya. Favorit saya as always selalu coklat. Kalau dulu lagi bokek, belinya cukup 1 es wawan, dibagi dua sama temen :)

7 Jajanan di sekolah

Jajanan di sekolah ini maksudnya yang dijual di kantin sekolah. Favorit saya tuh mie pangsit atau bihun goreng yang dibungkus kecil-kecil pakai pembungkus makanan lalu disteples. Ini andalan saat lapar melanda di jam istirahat sekolah. Kalau ga salah dulu harganya masih sekitar 250-500 rupiah :)

Permainan Masa Kecil


Kalau tadi asik-asikan membahas jajanan hits masa kecil, sekarang saya juga mau bernostalgia sedikit tentang permainan masa kecil yang juga favorit saya banget, dari yang tradisional sampai yang pabrikan :) Ini dia :

1 Bekel

Yes, kalau soal ini sudah ga bisa ditawar lagi. Kemana-mana, terutama ke sekolah, pasti saya sangu yang namanya bekel. Terdiri dari bola karet (ada ukuran kecil, sedang, dan besar), sama buah-buah bekel yang serupa kursi terbuat dari logam. Cara mainnya mulai dari ambil acak buah bekel dari 1-5, sampai posisi re serupa kursi yang diurutkan berjejer dari angka 1-5, dan but serupa kursi terbalik yang juga diurutkan dari angka 1-5. Setelah semua selesai, baru ada final game nya, membalikkan dari re-but-re dan diurutkan dari angka 1-5. Seru banget kalau saya ingat-ingat.

Saya sering memainkannya di jam istirahat sekolah, tepatnya di depan pelataran ruang kelas sambil duduk bersimpuh dan lantai disapu lebih dulu :)


2 Kempyeng

Kalau bosan dengan bekel, biasanya kempyeng jadi alternatif. Kempyeng itu tutup botol minuman soft drink yang dikumpulkan. Jumlahnya juga cuma 5 biji, Terdiri dari dua pemain atau lebih juga bisa. Masing-masing pemain cuma perlu melepas kelima tutup botol tadi, lalu mengambil salah satu yang diinginkan untuk di-keep, dan lawan main akan menginstruksikan supaya pemain menghentakkan tutup botol yang satu mengenai tutup botol yang lain secara berpasangan. Setelahnya, susun semua tutup botol, lalu taruh di atas telapak tangan terbuka, dan lempar serta tangkupkan untuk kemudian ditangkap tangan. Hasil jumlah tutup botol yang tertangkap terus dijumlah hingga mencapai skor tertinggi.

3 Penthil

Bosan duduk bersimpuh di lantai, penthil atau karet gelang yang disambung menjadi seutas tali untuk diloncati bergantian dengan dua orang yang memegang di sisi kanan dan kiri jadi pilihan berikutnya.

Cara bermainnya, pemain yang ga kebagian memegang penthil di kedua sisi, bebas meloncati tantangan mulai dari ukuran injak bumi (penthil diinjak dengan kedua kaki oleh si pemegang kedua sisi), naik menuju mata kaki, setengah betis, lutut, pusar, dada, hingga telinga dan kepala. Bagi yang gagal meloncatinya, ia akan bergantian menjadi pemegang tali. Seru dan semacam olah fisik juga :) Selain di sekolah, biasanya saya memainkannya di rumah temen-temen sekelas yang tiap Jumat (karena pulang lebih awal), jadi jujugan mampir “main ke rumah temen”.   



4 Bongkar pasang

Geli sendiri kalau ingat permainan yang ini. Saking banyaknya koleksi, sampai saya kumpulkan di kardus-kardus bekas sepatu, saya kemasi di plastik-plastik kecil lalu disteples, dan saya jual ke temen-temen sepermainan di sekitar rumah. Dan anehnya, mereka juga berminat membelinya. Mungkin karena koleksi saya banyak varian model bajunya, haha.

Saya suka menambah koleksi baru dengan beli di mas-mas yang menjual aneka mainan di gerbang pintu SD dulu :) Kalau main bongkar pasang, biasanya saya sendiri atau bareng-bareng, dengan cerita imajinasi bikinan sendiri. Bisa cerita keluarga, cerita adek kakak, dan lain-lain.

5 Barbie dan masak-masakan

Mungkin karena pengen sesuatu yang lebih hidup dari mainan bongkar pasang yang 2D, demam Barbie kemudian dimulai. Hm, pengaruh iklan TV juga sih kalau jaman dulu. Sama Majalah Bobo yang saya langgan. Meski saya ga melulu punya boneka yang merk Barbie original, merk KW juga ikut-ikutan jadi koleksi. Paling ga, yang original punya satu atau dua boneka. Paling suka adalah saat mengganti mereka dengan baju-baju pilihan yang serba cantik. Belum lagi kalau ada pernak pernik rumahnya, masak-masakan, dan sebagainya. Mirip bongkar pasang, hanya lebih hidup dan kekinian saat itu.

6 Tazos

Masih ingat tazos? Mainan ini adalah efek karena sering jajan Chiki Balls. Setiap bungkus Chiki Balls akan berbonus 1 buah Tazos yang saat itu berkarakter kartun seperti Tazmania, dan kawan-kawannya. Tazos berbentuk lingkaran dengan sisi-sisi yang bisa dikaitkan satu sama lain sehingga membentuk suatu bentuk baru. Yang seru, dulu juga sempat ada album koleksinya, sehingga semua karakter kartun Tazosnya makin menantang untuk dilengkapi. Saya dan adek dulu rajin sekali menambah dan melengkapi koleksi kami, semacam obsesi anak kecil di jaman itu :)   



7 Sega

Yang ketujuh ini adalah jenis games elektronik yang muncul setelah demam Play Station pertama dengan tokoh Mario Bros nya yang iconic. Di Sega, gambar bergerak berasa lebih hidup, dan saya suka sekali karakter Sonic, si petualang yang menjelajah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengumpulkan poin dan menemui penguasa wilayah itu dan membebaskan teman-temannya.

Saya memainkan tokoh Sonic ini lengkap dari awal sampai akhir, berseri-seri dan berkaset-kaset, sampai sampai pernah kejadian kesetrum saat menancapkan adaptor ke colokan listrik. Dan lagi-lagi rebutan dengan adek. Ada kepuasan tersendiri loh bisa menamatkan versi Sonic ini dari mulai yang playground biasa sampai dengan di bawah laut.

Yey, akhirnya selesai juga bernostalgia masa-masa cupu yang disadari atau ga, ternyata juga banyak loh membawa dampak di masa selanjutnya. Tahu kan , sampai ada ungkapan yang bilang masa kecil kurang bahagia kalau melihat temen yang rasanya ga bisa diajakin seru-seruan atau baru ngerasa fun life nya itu sekarang.

Kalau dampak yang paling saya rasakan tuh, untungnya saya kenal permainan tradisional lebih dulu dibanding permainan modern. Nah, sampai sekarang energi bermain secara nyata yang melibatkan emosi dan jalinan pertemanan terus tumbuh dan memberikan energi lebih buat saya. Sedangkan permainan yang serba elektronik hanya sebagai selingan saja, dan pas dewasa sekarang ini, malah ga suka dengan permainan elektronik. Alasan utamanya sih karena ga bergerak, dan bikin mata pedih kalau lama-lama, haha.


Baca Juga :

Anak Kecil Bisa Mengendarai Motor Sih, Tapi Kalau Mengendarai dengan Emosi yang Baik?


Jadi, sedih juga kalau sekarang anak-anak seperti mengalami yang namanya culture gap, ga sempat mengenal mainan tradisional, langsung meloncat ke kecanggihan teknologi. Makanya, saat momen-momen tertentu, boleh juga kita-kita yang angkatan ‘90-an ini menularkan kebiasaan permainan seru jaman dulu ke adek, ponakan atau anak kita sendiri. Insyaallah belum terlambat asal dimulai dari hal kecil dan terus menerus.

Semoga komuntas-komunitas permainan tradisional seperti komunitas Hong di Bandung, Kampung Dolanan di Surabaya, dan Republik Dolanan di Sidoarjo bisa terus tumbuh dan eksis. Semangat generasi ‘90-an!  


Tulisan ini merupakan collaborative blogging dengan tema sama di blog 


   
Salam Dunia Gairah,

Prita Hw

17 komentar:

  1. Tuaaaaaaaaaaaa


    Ibuku jualan es wawan nih. 2ribuan. Mau???

    Btw, permainan jaman dulu yang aku gak suka banget adalah kempyeng. Bikin sakit di tangan. Tajem2

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi aku trakhir batuk makan es wawan jaman now, Ros, wkwkwk. Kempyeng seru tapi, aku seneng bangett, hihi

      Hapus
  2. haloo salam generasi 90! Hihi
    krip-krip itu favorit aku banget waktu kecil dulu. kalau coklatnya selain yang superman itu aku juga suka coklat musang

    BalasHapus
  3. Krip krip jajananku masa kecil. Enak! Aku suka.
    Kalo permainan masa kecil yang sering kumainkan ya bekel, lompat tali sama engklek. Kalo kempyeng zamanku dulu belum trend kayaknya *zaman 80 an :D

    BalasHapus
  4. coklat superstar, makanan dari masa kecil hingga sekarang

    BalasHapus
  5. Kalo di rumahku, kempyeng itu namanya cepuk, nice lah mbak, emang jamanku banget

    BalasHapus
  6. wkwkwkwkwkwk ....baca uraian kisah diatas kok aku jadi inget masa kecil ku juga yaa...hhhahahahah... aku juga main bekel dan kempyang juga...eh krna punya adik cewek maka aku seirng ikutan main bongkar pasang tapi yang edisi perabotan rumah tangga..aku paling suka kalo di suruh susun balok rumah rumah boneka gitu wwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  7. Yang legend itu tazos yak hahaha sama permainan tradisional kayak bambu, kasti dan lainnya... kangen main2 gituan

    BalasHapus
  8. Ah jadi kangen masa2 kecil dulu baca ini, Mbak.

    BalasHapus
  9. baru tau kalo lompat tali itu namanya penthil. huahua. :D

    BalasHapus
  10. generasi 90 iniii :). ditambahin mak.. permen karet yosan yang ada hadiahnya disuruh cari huruf yang membentuk kata YOSSAN sampe skr belum nemu tuh huruf N.

    BalasHapus
  11. Anak mas mah favorit banget dulu hehehe :)

    BalasHapus
  12. (((ANAK MAS, KRIP KRIP, FUJI MIE, CHIKI)))

    Ya Lord, itu semua makanan nostalgia banget, hahaha. Nambahin satu, kak: TOGO. Saking hitsnya, CHIKI itu sampai jadi Top of Mind masyarakat buat merujuk ke makanan ringan sejenis lainnya (seenggaknya di kampungku, Jogja)

    Buat anak cowok, dulu sempet booming kartu Digimon mbak.

    BalasHapus
  13. Aduh, udah di-set ngisi identitas pake Name / URL sama Wordpress tapi ujung-ujungnya kok ID blogger gue yang nongol.

    thetravelearn.com

    BalasHapus
  14. Ahahhaa. Swbagai generasi micin, anak mas ini emang enak banget. Oh iya mba, saya tambahin satu lagi jajanan tahun 90an yg saya suka banget yaitu es mony :)

    Setuju. Anak sekarang cenderung mainan gadget yang tidak mengferakkan seluruh anggota tubuh. Beda sama anak 90an yg biasa main petak banteng atau main bola di lapangan bulu tangkis pale bola plastik :)

    BalasHapus
  15. Jajanan paling oke dan berasa kaya kalau bisa beli di masanya adalah anak mas, bungkusnya aja udah blink2.. Thanks for sharing Mba, bring me back to my hometown Dieng.

    BalasHapus
  16. Tahun 1991-1996 aku udah SMA-kuliah. Uang saku juga cuma seribu-dua ribu. Ongkos angkot aja masih 300 (sekarang untuk rute yang sama udah 5000). Makan nasi + rawon atau nasi soto di warung deket kampus masih dapat 500. Sekarang? 500 dapat togenya doang secuil kali ya.

    Soal mainan....cuma bekel yang sama. Lebih ke beda selera kayaknya, bukan beda zaman :D Aku dulu lebih suka main loncat tali, galah asin, kelereng, patok lele, sepedaan....

    BalasHapus