Merencanakan Liburan ke Dieng dari Sekarang, Obat Kangen pada Negeri di Atas Awan



Sudah mendekati akhir tahun, waktu memang cepat sekali berputar. Rasanya baru kemarin ingin ini itu merencanakan liburan akhir tahun, lah ternyata sekarang pun tiba waktunya buat iseng-iseng merencanakan liburan (lagi).
Hm, mungkin waktunya ga akan bisa pas Desember ini sih, tapi siapa tahu setelah itu, demi menghibur saya yang mungkin ga bakal kemana-mana di trimester ketiga ini, next debay udah bisa dibawa-bawa untuk do some travel. Insyaallah menter ya, dek :)
Kali ini, ingatan saya terbawa saat biasanya saya suka menikmati wisata alam di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Tapi, biasanya saya berangkat dari Semarang. Nah, terakhir berkunjung kesana, saya mbatin dalam hati, semoga suatu saat nanti bisa sama suami tercinta kembali kesini.

Saya memang baru dua kali ke Dieng, dengan rombongan yang berbeda. Rasanya juga pasti beda, apalagi dengan keluarga kecil, yang waktunya ga perlu 'kejar tayang' macam sinetron stripping. Dan, karena sekarang ini berangkatnya dari kampung halaman Jamber tercinta yang ada di (hampir) ujuangnya Jawa Timur, pastinya persiapan juga mesti lebih ekstra.
Persiapan itu antara lain seperti :
  • Transportasi : mau naik apa dan menggunakan apa
  • Akomodasi : mau menginap dimana
  • Tujuan explore : to do list tempat -tempat terpilih selama disana
Okai, pertama mari berpikir tentang naik apa. Yang perlu diingat, sekarang liburannya ga cuma memikirkan tentang keperluan berdua saja, nantinya ada debay yang pastinya memiliki hak yang lebih istimewa dari saya dan suami.

Karena itu, pilihan jatuh menggunakan transportasi udara alias pesawat terbang dari Jember. Yes, sekarang sudah ada loh bandara Notohadinegoro di Jember. Bahkan kemarin pas event JFC yang heboh itu, Pak Jokowi dan rombongannya juga sudah menginjakkan kaki di kota tembakau ini.

Untuk urusan pemesanan yang mudah dan lengkap, saya langsung kepikiran menggunakan Traveloka. Maklum, sebelumnya sudah langganan kalau mau cari tahu tentang apa-apa buat persiapan perjalanan, pasti jujugannya kesana-sana juga :)

Untuk rute Jember-Surabaya, saya coba searching mandiri. Sedangkan dari Surabaya, saya dan suami memilih rute menuju Jogjakarta, dan menuju Wonosobo menggunakan travel car.  

Betapa bahagianya pas tahu kalau ternyata sekarang di Traveloka sudah menyediakan pemesanan tiket dan booking hotel secara paket. Artinya sekarang tak perlu lagi mencari tiket pesawat dan hotel secara terpisah, yey! Itu artinya, bisa menghemat waktu. Apalagi di pilihan menu paket wisata Traveloka, kita bisa mensortir dari lowest price, bahkan sampai highest popularity. Hm, jadi semakin mudah. Ga perlu hunting sana sini juga pas giliran sudah di TKP. 

Untuk urusan akomodasi, saya mencoba pilihan hotel di Wonosobo. Kan memang dekat tuh dengan Dieng. Jadi, kali ini saya dan suami berencana untuk menikmati Dieng di 1 hari trip, dan sisanya bisa sambil menikmati suasana kota Wonosobo yang adem ayem itu :)



Dan beginilah hasil dari pilihan saya menggunakan paket wisata Traveloka :




Setelah saya dan suami pikir-pikir, dengan tiket dan hotel yang dibeli berbarengan, malah lebih hemat, dan pastinya memudahkan. Secara, sekarang kerempongan ala kami makin bertambah nantinya setelah hadirnya debay. Ga mau dong ya perhatian jadi terpecah gara-gara urusan hunting beginian :) 

Dan, yang perlu digaris bawahi lagi nih, kalau dibandingkan dengan pesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah, harganya jauh lebih murah. Itu artinya, biaya yang seharusnya untuk porsi transportasi dan akomodasi, kelebihannya bisa di-saving untuk tambahan nge-trip kami. Mau wisata kuliner, mau masuk bayar tiket-tiketan di tiap spot yang kami kunjungi, jadi berasa ringan. o iya, satu lagi, buat belanja carica, oleh-oleh khas Wonosobo yang selalu bikin kangen itu.

Sebelum menyusun tujuan explore, biar tenang, saya memilih untuk langsung menyelesaikan pembayaran. Dan, lagi-lagi saya pikir kan metode pembayarannya bakal berkutat pada pilihan yang itu-itu saja, ternyata dugaan saya salah besar. Sekarang sudah banyak metodenya loh, semudah berbelanja barang favorit di olshop kesayangan. 

Beberapa metode pembayaran yang bisa kita pilih diantaranya :
  • Credit card
  • Transfer & ATM
  • Direct debits
  • Indomaret & Alfamart



Kalau saya yang paling favorit sih masih transfer & ATM. Tapi kalau pas ingin bayar cash, saya prefer Indomaret & Alfamart, sama praktisnya. Temen-temen bisa memilihnya sesuka hati.


Tujuan Explore Dieng dan Wonosobo

Tibalah saatnya menyusun to do list yang wajib dikunjungi selama trip ke Dieng yang disebut-sebut negeri di atas awan ini, sekaligus ke kota terdekatnya, Wonosobo. Pilihan saya kali ini sekalian melengkapi rasa tak puas dua kali perjalanan yang agak tergesa-gesa kemarin-kemarin :)

Baca Juga : Pesona Dieng dalam Episode Kejar Tayang 


  1 Menikmati golden sunrise di Sikunir



Sikunir memang tempat wajib untuk menikmati matahari pagi di Dieng. Saking populernya tempat ini, sekarang berjalan menuju puncak bukitnya saja sudah harus berjalan menyemut. Itu kalau sedang musim ramai kunjungan ke Dieng. Menuju kesini, biasanya kita bisa menyewa jasa guide untuk perorangan atau kelompok. Ini bisa ditanyakan ke resepsionis hotel atau penduduk sekitar. Jepretan saya dua tahun lalu, ini memorable sekali, pas banget saya kesana di masa tunggu saya bertemu suami yang waktu itu berstatus calon suami, menuju hari-hari sakral akad nikah. Sekalian lah nostalgia :)

2 Menyisir ladang hijau warga dan Danau Cebong

Begitu turun dari Sikunir, kita bisa mencoba berjalan lambat ala pejalan santai. Di kanan kiri, kita akan melihat ladang pertanian warga yang beragam. Mulai dari tanaman serba hijau sampai kentang-kentang mungil. Tengoklah sejenak juga warung-warung kecil yang biasanya menjajakan hasil pertanian itu dalam plastik-plastik untuk dibawa pulang. Atau ada pula yang sudah matang. Duduk di warung sambil menyisir rombongan lain turun dan menunggu saat kita turun tidak menyemut, buat saya adalah sebuah kemewahan yang tak disengaja.



Kalau bisa, pilihlah yang bisa sambil membuang pandangan mata ke arah Danau Cebong yang tak kalah indah.

3 Telaga Warna yang eksotis

Yang tak boleh dilewatkan tentu si Telaga Warna yang berada di ketinggian 2000 mdpl. Warnanya yang unik terkenal karena bisa berubah warna. Ini disebabkan kandungan sulfur yang berpadu dengan paparan sinar matahari.




Jika ingin melihat dari dekat, masuklah lewat loket tiket yang tersedia. Tapi jika ingin view yang menantang dari atas, menujulah Bukit Ratapan Angin yang merupakan spot terbaik untuk mengabadikan momen. Tapi, ingatlah untuk selalu kompromi dengan kemanannya. Saya ingin sekali mengajak suami kesini, tentu juga harus ekstra hati-hati nih kalau harus membawa debay menikmatinya juga.

4 Merunut peradaban di kompleks candi



Setelah semua panorama yang memukau, saatnya bersantai sejenak dengan merunut peradaban negeri di atas awan. Candi yang berada disini berada dalam satu kompleks yang kalau dijelajahi cukup membuat kita melemaskan otot-otot kaki. Terdapat Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, dan lainnya. Kita bisa berfoto sepuasnya atau memakai jasa foto keliling yang beberapa diantaranya memakai kostum unik.

5 Mampir di Dieng Plateau Theatre



Tempat ini sudah dua kali saya lewatkan karena keterbatasan waktu. Kali ini, insyaallah tidak lagi. Harus disempatkan biar pengalaman berpelesir ke Dieng bisa lengkap :)

6 Menyambangi Kawah SIkidang



Masuk ke kawasan Sikidang, siap-siaplah dengan scarf penutup hidung dan mulut atau masker yang banyak dijajakan penduduk lokal. Makin mendekati arah kawah, bau menusuk belerang makin terasa. Ada pula penjual belerang yang berusaha menunjukkan khasiat belerang untuk para pengunjung sehingga tertarik membawanya pulang. Tak ada salahnya :)

7 Menemui si rambut gimbal



Ini juga belum pernah saya temui. Saya hanya mendengar cerita dari bapak dan ibu penjual nasi yang saya singgahi. Maklum, saya kesana memang bukan pada saat musim Dieng Culture Festival yang memang disuguhkan atraksi itu. Kabarnya, rambut gimbal ini memang alami sejak kecil, ada sejarah tertentu tentang ini. 

8 Mencoba sensasi mie ongklok Wonosobo



Begitu semua to do list yang bisa dilakukan dari pagi sampai sore hari itu selesai. Saya dan suami berencana untuk beristirahat di hotel sambil menghirup udara kota Wonosobo. Besok paginya, saya sudah niatkan untuk mampir ke salah satu penjajan kuliner khas Wonosobo ini, Mie Ongklok Longkrang yang berada tak jauh dari hotel saya menginap, yaitu di Jl. Pasukan Ronggolawe No. 14, Longkrang, Wonosobo. Kita bisa memadukan rasa khas mie ongklok ini dengan sate dan tempe kemul. Hm, air liur rasanya sudah mau menetes.

9 Berburu carica



Satu yang tak boleh lupa, berburu carica. Carica ini varietas yang mirip pepaya dalam bentuk yang lebih mungil dan hanya tumbuh di dataran tinggi di sekitar Wonosobo dan Dieng. Beraneka ragam dan bentuk bisa kita beli, dari harga yang bervariasi pula. Kita bisa menemukannya sejak dari Dieng hingga Wonosobo. 

10 Bercengkerama di Alun-alun Wonosobo



Sebagai pamungkas, menghabiskan waktu untuk bercengkerama di alun-alun yang katanya terbaik di Jawa Tengah ini rasanya pantas dilakukan. Sebab, tak lengkap berkunjung ke suatu kota jika tak menyambangi alun-alunnya yang biasanya berdekatan dengan masjid agung kota tersebut. 

Akhirnya, semua planning tentang liburan ke Dieng yang teramat spesial ini selesai sudah, dari mulai transportasi, akomodasi, sampai tujuan explore nya. 
Jangan lupa untuk kemudahan liburan, saat ini Traveloka sudah menyediakan paket wisata Traveloka yang bisa dipesan kapanpun dan dengan tujuan manapun. Kalau dengan kata-kata hemat waktu dan finansial, termasuk murah dan mudah, pasti ga ada yang bisa nolak kan :) Selamat merencanakan liburan, temen-temen!

Salam Dunia Gairah, 

Prita Hw

28 komentar:

  1. Seru banget mbak,kalo liat suasananya, mirip2 bromo ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hm, mirip sekilas Dil, tapi spotnya lbh banyak

      Hapus
  2. Carica baru denger deh mbak, hahahaha, kayak apa ya rasanya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cobain Sol kapan2, enakk, seger gituuu

      Hapus
  3. mbak...titip carica ya mbak. sueger kyk blogger jember ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk, inget aja slogan BJS :)

      Hapus
  4. Kemaren mau kesana tp malah ada insiden lumpur itu :( dan sekrang blm ada waktu buat rencanain lagi. TP yg paling di cari tetep caricanya wkwkwk

    BalasHapus
  5. Wuah indah banget pemandangannya, aku suka foto sunrise dan telaga nya.
    Jadi pengin makan mie ongklok, belum pernah makan, kalo carica udah pernah makan, ada teman yang bawa saat reuni perak SMA beberapa bulan lalu. Enak, segeer.

    BalasHapus
  6. Kesukaanku nii carica. Dieng memang ngangenii..

    BalasHapus
  7. Si kunir, emejing buat dikunjungin. Bay the way aku belum pernah menginjakkan kaki ke Wonosobo jugak. Hhee
    smoga bisa tercapai ke Wonosobo bareng debay ya mbak 😍

    BalasHapus
  8. Aku baru sekali ke Dieng dan belum sempat jelajah banyak tempat. Pengen juga balik lagi kesana :D

    BalasHapus
  9. Belum pernah ke Dieng :(

    Lihat video-video Jazz Atas Awan di Dieng itu kok kelihatan seru banget yaaa

    BalasHapus
  10. Mauuu banget kesini, suka dg wisata alam seperti Dieng :)

    BalasHapus
  11. Aku selalu suka sama Dieng, sudah beberapa kali kesini. SUka sama sunrise dari gunung praunya! harus coba kesana kak

    BalasHapus
  12. Hampir gak agak2 gak bedaian anatara bromo dan dieng. Butuh beberapa menit nit nit nit ah jdi sadar ini deing hehe

    BalasHapus
  13. Aku belum pernah nih nyoba paket wisata traveloka. Bisa dicoba nih buat trip selanjutnya. Btw aku kepo dgn rasa carica, klu ke wonosobo atau dieng mesti nih beli ini.b

    BalasHapus
  14. Eh?? Bisa sesimple itu kak?? Waaah seru ya. Nggak rempong lagi mikir2.. apalagi klo traveling bawa krucil2 hehe

    BalasHapus
  15. mauu ke dieng.. padahal kemarin itu deket sama petung... tapi ga da yang mau di culik kesana

    BalasHapus
  16. Suatu saat harus ke Dieng nih. Doain ya mak biar bisa terwujud :)) mupeng lihat foto2nya..

    BalasHapus
  17. kangen dieng nih ah jadinya

    BalasHapus
  18. Alhamdulillah, kemarin habis dari sini Mbak Prita :) Sunrise di Sikunir nya, juaraaakkk!

    BalasHapus
  19. Aku beberapa kali bolak balik ke Dieng mbak, tapi belom pernah ke Dieng Plateu Theatre.
    Mau balik kesana lagiiii rasanya. Betewe dulu sekitar awal tahun 2010an, Dieng belom rame banget yah. Kalo sekarang beuuuuh udah mmembludak banget wisatawan yang berkunjung kesana.

    BalasHapus
  20. Pingiiiiiiin deh halan-halan ke negeri di atas awan.
    Penasaran dengan semuaaa

    BalasHapus
  21. Stelah sekian lama makan carica bru tau kalo doi dari wonosobo��.
    Dan btw fotonya bagusbagus mbaa paling suka yg nomer 4 pas foto sm candi hihi lucuuuk.

    BalasHapus
  22. Kayaknya seru gitu bisa liburan ke dieng yah mbak. Saya dari dulu pengen banget ke Dieng tapi selalu aja ada rintangannya. Akhirnya cuman bisa muter-muter di Semarang aja.

    BalasHapus
  23. Kota paling aku favoritin di antara semua kota di indonesia :D. Alasannya 1, krn dingin dan aku memang ga kuat panas hahahaha..

    Trakhir ksana kita nginep di rumah warga mba.. Sayang di diengnya sendiri g ada hotel yaa. Aku pasti lbh milih di hotel seandainya ada sih. Dr semua banyak tempat wisata, cm candi2nya yg aku ga datangin krn ga terlaku suka liat candi. Tp lain2nya datangin dong :D

    Ama mie ongklok aku hrs coba lg di wonosobo krn di diengnya ga begitu enak rasanya.

    BalasHapus