Social Shopping : Let’s Be A Smart Shopper and Seller

Halo all! Gimana kabarnya? Pasti baik dong ya, apalagi mau akhir tahun nih, banyak banget reminder calling yang berjejalan di kepala. Ga hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya atau online life ini. Secara gitu loh, saat ini kita bagaikan hidup di dua dunia layaknya amfibi, hahaha :)

Hm, ngomongin tentang online life, selain kehidupan blogger atau penulis lepas yang sudah menjadi profesi ini, pasti dong waktu yang kita punya dihabiskan sebagian besar dengan mengerjakan project di depan netbook atau gadget lainnya. Tak terkecuali, kalau emak-emak (sok) rempong sedang malas buat pergi-pergi tapi mendadak sedang membutuhkan sesuatu yang mendesak.

Sesuatu yang mendesak itu seperti harus cari kado pernikahan atau kado kelahiran buah hati untuk seorang sahabat. Biasanya saya suka banget cari yang unik dan berkesan daripada harus berupa uang cash. Hm, kalau barang menurut saya lebih awet dan juga mudah diingat oleh orang tersebut.

Jadilah saya akhirnya melabuhkan pilihan pada online shopping alias social shopping. Bedanya apa? Sama kok, intinya sih semua kegiatan jual beli online di semua platform media sosial seperti facebook, twitter, instagram, ataupun LINE, bisa disebut sebagai social shopping. 




Saya sukanya pesan semacam scrap book, gambar siluet atau paper craft, ya semacam itu kira-kira. Jadi lebih sering memesan yang berupa jasa. Kalau yang berupa produk, terutama fashion, jujur saya masih agak ragu dengan kualitas barang-barang online. Piss! Ini karena dipengaruhi beberapa cerita teman yang katanya ga sama antara gambar dan barang yang sudah diterima. Waduh makanya saya lebih memilih langsung datang dan meilih barang yang saya cari kalau urusan begitu.

Selama saya membeli jasa beberapa yang saya kenal dari instagram (kebanyakan), Alhamdulillah sejauh ini memuaskan dan trusted. Karena biasanya saya rajin lihat dari seberapa sering update status, lalu fast response nya ketika dihubungi, dan testimoni orang-orang yang pernah memakai jasanya. Terakhir, biasanya saya juga googling. Kalau si penyedia jasa itu sudah punya track record lumayan, pasti ada web resmi atau informasi lainnya.Bahkan, saya pernah memesan mahar pernikahan saya berupa pajangan scrap bertema khusus dari akun online yang saya dapatkan di instagram.
Mahar pernikahan saya yang saya pesan dari hasil social shopping

Tapi ternyata, ga semuanya semulus saya loh dalam bertransaksi online. Seperti yang saya dengar saat mengikuti social share tentang pengalaman social shopping bersama Uangku, Sabtu, 29 Oktober lalu di Artotel Hotel di kawasan Thamrin. Di sesi sharing, ada Caroline Adenan (Mbak Oline) yang bertutur bahwa dirinya sering kecewa dalam hal kecocokan antara gambar dan wujud asli barang. Misalkan, saat di promo online nya dibilang ori, ternyata yang datang malah KW. Haduh :( Atau misalkan warna yang didapatkan ternyata ga sesuai dengan pesanan. Persis kayak dugaan saya kan :( Dan pernah juga ditipu, dan kemudian seller menghilang bagai ditelan bumi.

Dan, pengalaman Mbak Fany Verona, marketing director Global Pay yang juga inisiator Uangku lebih cetar lagi. Mbak Fany juga pernah ditipu seller yang menawarkan tiket konser. Saat itu, ia membeli sekalian banyak dengan temen-temennya. Setelah DP sejumlah 7 juta, eh si seller malah ga bisa dihubungi.


Sesi sharing bareng Mbak Fany dan Mbak Oline ditemani MC cantik 

Kondisi makjleb dan bingung harus lapor pada siapa inilah yang dialami Mbak Oline dan Mbak Fany. Dan, mungkin juga masih banyak pengguna social shopping lainnya yang merasakan hal sama. Soalnya berdasar hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada awal Oktober 2016, ternyata 51,5 % pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan media sosial untuk melakukan transaksi jual beli online.

Meski memang sih banyak juga seller yang jujur, - dan kalau saya bertindak sebagai seller (karena saya juga punya online shop ala ala di instagram), saya juga menjunjung tinggi hal ini -   tapi pelaku yang berniat sebaliknya juga pasti makin bertambah seiring dengan berhembusnya dunia cyber crime. Yang dirugikan, pastilah buyer yang tertipu. Jika penipuan sudah terjadi, mirisnya ga ada payung hukum yang jelas untuk menyelesaikan kasus ini.




Karena latar belakang kasus-kasus serupa itulah, UANGKU hadir sebagai solusi. UANGKU adalah semacam e-wallet yang menghubungkan individu-indivisu untuk melakukan pembayaran dengan social shopping yang simpel dan aman.

Ada dua fungsi UANGKU seperti yang dijelaskan Mbak Fanny yang baru mengenalkan UANGKU sekaligus soft launch pada hari Sabtu itu untuk pertama kalinya ke komunitas Blogger Perempuan (yey!) :

Mbak Fany sedang bercerita tentang fitur UANGKU

UANGKU juga merupakan simpler daily transactions seperti pada e-wallet yang lain. Antara lain :

  • Mobile top up 



Untuk top up, pilihannya bisa via transfer (ATM/m-banking/e-banking) atau via cash (Request Top Up UANGKU ke kasir Alfamart/Alfa Express/Gerai Smartfren).

  • Bills payment 



  • Pay by QR 



  • Send and receive money 





UANGKU sebagai safest and simplest payment for social shopping, baru akan grand launching tahun depan. Cara kerja untuk transaksi jual beli online memungkinkan aman bagi shopper dan nyaman bagi seller. Kira-kira ilustrasinya seperti ini :



1 Sebagai buyer/shopper : download aplikasi UANGKU melalui smartphone android atau Iphone. Semuanya free. Shopper akan lebih mudah bertransasksi karena seller yang bergabung di UANGKU telah melewati kurasi yang ketat dari pihak UANGKU. Ada buyer protection, yaitu pembayaran akan dijamin dan dibayarkan ke seller setelah pesanan kita terima. Dan auto confirmation yang langsung disampaikan ke seller membuat kita tak perlu mengirimkan bukti transfer atau semacamnya.

2 Sebagai seller : gabung dan gunakan gratis  melalui business@uangku.co.id atau buka www.uangku.co.id. Seller akan menikmati layanan auto confirmation, yaitu seller akan menerima konfirmasi pembayaran dari shopper langsung, tanpa menunggu shopper mengirimkan bukti pembayaran lagi.

Praktis kan? Dan sudah pasti ini akan meniadakan upaya penipuan dan sebagainya karena ada sistem yang mewadahinya. Selain itu, juga ada payung hukumnya ketika suatu saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Berbeda seperti saat kita social shopping secara personal yang tanpa sistem apapun. Hanya modal kepercayaan.




Wah, jadi penasaran sama UANGKU nih. Ga sabar untuk cobain fitur social shopping nya. Buat yang sama penasarannya dengan saya, silahkan langsung meluncur untuk stay connected dengan UANGKU ya. Let’s be #FUNanciallyBetter! And be smart shopper and seller!


FB : UANGKU Indonesia | Twitter : @UANGKUID | Telp : 021-50100000
IG : @UANGKUID | LINE : @UANGKUID | Email : help@uangku.co.id



Foto-foto acara : facebook UANGKU Indonesia
Ilustrasi ; tangkapan layar dari www.uangku.co.id, edited by www.pritahw.com

Prita Hw

6 komentar:

  1. Aku penasaran loh sama uangku ini. Caritau ahhhh

    BalasHapus
  2. Belanja online dan belanja2 yang gak kudu bawa uang tu memang simple dan menyenangkan ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap bener, ga kerasa belanjaan udh banyak aja haha

      Hapus
  3. dengan adanya ewallet, sistem pembayaran belanja online semakin mudah dan aman.

    BalasHapus