Kenali Gejala Hamil Di Luar Kandungan Sejak Dini

gejala hamil diluar kandungan


Tak terasa waktu hampir mengantarkan kita di penghujung tahun 2016 ini. Saya masih ingat persis kejadian yang paling monumental di tahun ini, apalagi kalau bukan kehamilan di luar kandungan yang mengejutkan itu di bulan April lalu. Dan, saat ini, saya ingin berbagi lebih jauh tentang apa penyebab kehamilan yang juga disebut hamil ektopik itu dan bagaimana mengenali gejala hamil di luar kandungan atau hamil ektopik itu.

---------------------------------------------------------

Semua wanita berisiko mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan. Kehamilan ini merupakan kehamilan yang terjadi di luar rahim, yakni pada saluran tuba, tempat produksi ovarium atau sel terlur. Kehamilan ektopik ini juga bisa terjadi di serviks atau leher rahim. Biasanya, janin hanya bisa bertahan selama trimester pertama saja. Seorang wanita yang rentan terserang infeksi, mengidap penyakit panggul, pernah operasi usus buntu atau sesar, merokok, hamil pada usia tidak subur, atau memiliki infeksi akan lebih berisiko mengalami kehamilan ektopik ini.

Kehamilan ektopik ini terjadi karena adanya tumor yang tumbuh di dinding saluran tuba yang menghambat jalannya zigot ke rahim akibat penyempitan saluran tuba tersebut. Sebab lainnya adalah penggunaan antibiotik untuk mengobati penyakit tertentu pada seseorang yang sedang hamil. Akibatnya, gerak peristaltik yang akan menghantarkan zigot ke rahim akan terganggu. Atau bisa juga disebabkan karena riwayat operasi di saluran tuba serta adanya endometriosus pada saluran tuba.


gejala hamil diluar kandungan
Sumber : id.wikipedia.org

Gejala awal yang terjadi akibat kehamilan ektopik ini persis seperti gejala menstruasi, kram perut yang hebat dan keluar sedikit darah pada vagina wanita. Hal ini disebut dengan pendarahan ringan pada vagina. Gejala lain yang muncul yakni warna darah yang berbeda dengan warna darah menstruasi, warna darah yang keluar karena kehamilan ektopik akan berwarna lebih gelap atau lebih terang dan lebih encer. Gejala lain yang muncul adalah nyeri yang sangat hebat dan datang tanpa henti pada satu sisi perut bagian bawah.

Kehamilan ektopik yang tidak terdeteksi sejak dini akan membuat saluran tuba pecah sebab embrio akan mendesak saluran tuba tersebut seiring perkembangan janin yang membesar. Jika hal ini terjadi, maka hal ini akan menyebabkan pendarahan yang hebat yang mengakibatkan tak sadarkan diri, rasa nyeri yang parah muncul di seluruh bagian perut, merasa sangat pusing dan tubuh penuh keringat, mengalami diare dan merasa sakit ketika membuang feses, terdapat darah dalam feses, pendarahan yang dapat mengganggu organ-organ tubuh lainnya.

Perlu diketahui bahwa kehamilan ektopik tidak sepenuhnya dapat dicegah. Namun sebagai wanita, kamu tidak perlu khawatir. Lakukanlah pemeriksaan rutin dan USG untuk mendeteksi sejak dini dan memantau perkembangan janin dalam kandungan. Hal ini akan bermanfaat untukmu karena pendeteksian lebih dini mengenai kehamilan janin dalam rahimmu akan memberimu banyak kesempatan untuk memantau kesehatan yang lainnya pada janin.

Jadi, tak ada salahnya untuk mulai waspada setiap gejala kehamilan yang mungkin ada di setiap diri kita, para calon ibu. Semoga bermanfaat :)

Prita Hw

3 komentar:

  1. bermanfaat banget nih,
    bookmark dulu, nanti pasti ada gunanya

    BalasHapus
  2. trimakasih mbak prita untuk informasinya

    BalasHapus
  3. Hemmm.. Berarti ada temenku yang ngalamin itu...soalnya mirip sama ciri2 itu..tapi kok gak jelas ya dijelasn dokternya..

    Makasih mbak... Buat istri kelak..heheh

    BalasHapus