Ini Dia Bidan Gaul yang Pro Gentle Birth, Kenalan Yuk!

Bidan Yuli gentle birth


Halo all! Masih Agustus kan ya? Seperti janji saya, di bulan ini saya akan banyak membahas orang-orang di lingkaran pertemanan saya yang diam-diam bukan menghanyutkan, tapi menginspirasi. Kali ini, ada seorang bidan yang saya kenal dari lingkaran pertemanan temen-temen relawan di Bekasi. Namanya simpel dan mudah diingat, Bidan Yuli, begitu biasanya ia sering disebut. Apa istimewanya seorang bidan? Nah, ini yang akan saya bagikan ke temen-temen semua. Bidan satu ini menurut saya keren banget, beda dari yang lain.

Mendengar kata bidan secara profesi, bayangan saya tuh asli jadul. Beneran! Membantu orang melahirkan atau melakukan persalinan, pasiennya berderet-deret kalau sudah membuka praktek sendiri, dan makin lama rumahnya makin gede, ga berapa lama terdengar kabar kalau si Bu Bidan naik haji dengan sukses. Entahlah, pemikiran kuno saya itu terbentuk dari serial FTV atau obrolan dari mulut ke mulut tentang profesi bidan di kampung-kampung mungkin :)

Saya sebenarnya mengenal bidan yang bermukim di Tambun, Kabupaten Bekasi ini tak terlalu lama, bahkan boleh dibilang singkat. Tapi, namanya sering saya dengar dari temen-temen di komunitas yang saya ikuti. Di agenda yang sama seperti Jambore Relawan Sekolah Raya di Bekasi dan Jagongan Media Rakyat di Jogjakarta, si ibu yang punya nama lengkap Yuliana Febrianti ini juga menyempatkan diri hadir. Sayangnya, kami tak pernah bertatap muka, selalu belum berjodoh. Sampai kemudian, chit chat di Facebook membuat saya ingin menyempatkan diri mampir sambil bersilaturrahim di momen lebaran kemarin.

 “Saya Praktisi Gentle Birth”

Baru di sesi ngobrol itulah, saya bisa menyimpulkan bagaimana si Bu Bidan yang lahir pada 23 Februari 1984 ini begitu berbeda. Bukan bidan kebanyakan. Ia memiliki sebuah klinik bernama Puspa Jaya Medika yang berlokasi di Tambun, Kab. Bekasi. Klinik tersebut dikelola bersama-sama kakak kandungnya yang juga bidan. Tak hanya klinik, tapi juga terintegrasi dengan Rumah Puspa yang menyediakan after birth home care treatment. Istimewanya? Lihatlah statement kerennya di opening profile di situs Rumah Puspa :

“Saya praktisi gentle birth yang percaya bahwa bayi ditakdirkan untuk terlahir secara alami, bantuan dari pihak luar diperlukan jika ada kesulitan yang mengganggu kelancaran proses kelahirannya.”

Di tengah-tengah maraknya praktek operasi caesar yang umum dilakukan banyak pihak rumah sakit, tentu ini terdengar begitu heroik.  Hari gini melahirkan normal rasanya jadi suatu kemewahan, menurut saya loh ya. Mengingat saat kemarin sempat menjalani operasi laparatomi di sebuah rumah sakit di Bekasi, semua pasien ibu yang seruangan dengan saya, melahirkan caesar. Ada yang bilang, untuk menghindari rasa sakit dan praktis. Meski luka bekas operasi tentu menimbulkan efek tersendiri untuk beberapa waktu. Apa benar sih seperti itu?

Saya percaya bahwa jalan lahir yang telah ditentukan Allah lewat apa yang melekat di dalam diri kita sudah sangat sempurna, hanya manusia berinovasi dengan kecanggihan teknologi saat ini. Sah-sah saja memang, hanya saja, jika persalinan normal bisa dilakukan, why not? Menurut Bubid yang telah memiliki dua putra bernama M. Axel Tegar Yudhistira (8 tahun)  dan Faeyza Ahmad Zainni (3 tahun), rasa sakit menjelang persalinan itu bisa diminimalisir sedemikian rupa. Salah satunya dengan hypnobirthing. Apa itu? Semacam relaksasi yang dilakukan dengan latihan untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan berlangsung. Selengkapnya bisa baca disini.

Ternyata, bidan yang resmi dipersunting Beben Mekanik pada 10 April 2010 ini juga rajin menimba ilmu tentang hypnobirthing hingga diundang sebagai pembicara di beberapa seminar edukasi kehamilan bagi ibu-ibu awam maupun seniornya di bidang kebidanan. Meski, saat mengisi di depan bidan-bidan seniornya, ia berseloroh pernah disepelekan karena masih dianggap terlalu muda :)

Bidan Yuli gentle birth

Bidan Yuli gentle birth

Bidan Yuli gentle birth


Tak hanya itu, salah satu yang juga menjadi keahliannya adalah prenatal yoga. Ibu-ibu yang sedang pada masa kehamilan, rajin berkumpul di suatu tempat bersama komunitasnya atau mengikuti jadwal yang sudah ditentukan Rumah Puspa.


Jerih payahnya itu terbukti bukan obsesi untuk profesinya semata, tapi karena murni dari hati yang terdalam bahwa ia melakukannya dengan tulus untuk membantu para ibu yang kebanyakan masih awam. “Kenapa kok kepikiran sampai sebegininya mbak?”, saya bertanya karena penasaran. “Ya,karena pengalaman pribadi saat mengalami itu. Dan orang hamil hingga pasca persalinan itu kan butuh dimanja dan diberikan perhatian,” ungkapnya.

Berikut beberapa ibu-ibu yang berhasil dibantu persalinannya oleh Bidan Yuli dan rekan-rekan. Bahkan tak hanya di klinik, ia juga melayani pelayanan persalinan di rumah dengan prosedur yang diinginkan keluarga yang bersangkutan. Bahkan ada yang sudah divonis tak bisa melahirkan normal karena CPD (panggul sempit) pun berhasil dibantu. Luar biasa, saya sampai merinding melihat foto-foto ini. Bukannya apa-apa, ini tentang nyawa :)

Bidan Yuli gentle birth

Bidan Yuli gentle birth


Belajar itu Tak Ada Batasnya

Tak banyak bidan yang terus meng-up grade diri seperti bidan yang nge-fans dengan sosok sang inspirator sukses mulia, Jamil Azzaini ini. Lulus D4 Kebidanan dari Universitas Nasional Jakarta, tak membuatnya berhenti belajar begitu saja. Ia pun mengambil jenjang S1 Hukum di Universitas Islam Az-Zahra Jakarta. Dan, saat ini, bubid yang selalu ceria ini juga tengah menempuh S2 di bidang hukum kesehatan. “Supaya makin paham, untuk bidang kesehatan, gimana kebijakan-kebijakannya", ungkapnya lagi antusias.

Tak hanya pendidikan formal saja, ilmu lain dari ranah non formal pun terus digali. Saya sampai melongo saat mendengar curhatannya ini.Ia bercerita dengan semangat bagaimana rajinnya ia mencari info pelatihan dan scholarship yang mendukung profesinya. Simak saja rentetan pelatihan yang pernah diikutinya :
  • Pelatihan Hypnobirthing bersama Lanny Koeswandi (mendaftar 2010 dan baru mengikutinya di 2012)
  • Pelatihan Prenatal Yoga bersama Puji Astuti Shindu (2012)
  • Pelatihan Self Healing bersama Reza Gunawan
  • Amani Child Birth Education bersama Amani Birth Center
  • Training Jaripunktur bersama Ferry Wong
  • Pelatihan Mom & Baby Spa bersama IHCA (2013)
  • Pelatihan Perawatan Pasca Bersalin bersama Naima Mom’s Care
  • Pelatihan Jamu dan Perawatan Ibu Hamil
  • Pelatihan Prenatal Vinyasa Yoga bersama Erna Nena
  • Pelatihan Pasca Bersalin & Baby Spa bersama Sekar Delima, Klaten
  • Pelatihan Fertility Massage Theraphy bersama Clare Blake, Fertility Massage Therapy & Training, England (diselenggarakan di Bali, Agustus 2016)
Untuk yang terakhir, ia merasa beruntung karena semua fasilitasnya disediakan dan tanpa biaya. Kabarnya itu semacam scholarship yang langka dari UK. Ke depan, ia ternyata masih ingin mengikuti Pelatihan Eat Pray Doula yang gagal diikutinya tahun kemarin karena bersamaan dengan skripsinya.

Rupanya semua yang dilakoninya itu terinspirasi dari Ibu Lanny Kuswandi, yang saat ini bergabung dengan Pro V Clinic, holistic health care. Semangat belajarnya sungguh patut diacungi jempol.

Bidan Yuli gentle birth


Aktivis Kebidanan yang Juga Rajin Bersosial Masyarakat

Saya mau tarik nafas sejenak, profil kali ini benar-benar bikin saya terbuka dan kebat kebit saking terinspirasinya :) Ternyata, mau di bidang apa saja, kita bisa mereguk sukses asalkan semuanya dilakukan dari hati, tanpa tendensi.

Tapi, untuk menemukan passionnya di dunia bidan ini ternyata juga ga instan loh. Awal mula lulus, ia sempat tak melirik profesi bidan, tapi malah berbisnis alat kesehatan. Hingga kebangkrutan mendera karena ditipu orang, ia baru sadar untuk melirik ijazahnya. Pernah merasakan bekerja di rumah sakit, karena bosan, eh malah dijadikan marketing.

Well, cukup panjang ya pengalamannya. Pada akhirnya, ada satu hal yang perlu diingat bahwa apa yang kita lakukan serius sebagai pilihan hidup, haruslah juga menjadi jalan hidup, bukan semata-mata pekerjaan atau profesi untuk mengumpulkan pundi-pundi uang saja. Terbukti, saya melihat banyak ibu-ibu yang sudah berjibaku bersama Bubid ini merasakan aura cinta yang luar biasa. Seperti mendapat ucapan saat peringatan hari bidan internasional berikut :

Bidan Yuli gentle birth


Dan juga tak lupa untuk totalitas menjalaninya. Sadar dengan segala sesuatu yang melingkupi dunianya, bubid gaul ini juga tak lupa menyisipkan pesan-pesan positif saat momen tertentu, seperti pekan ASI pada 1-7 Agustus yang lalu.

Bidan Yuli gentle birth


Ada satu lagi yang menarik tentang Rumah Puspa yang memiliki jasa melayani berbagai persiapan kehamilan, persalinan, prenatal yoga, dan hypnobirthing ini. Ternyata mereka memiliki whats app group khusus yang dibagi menjadi ibu-ibu dalam masa kehamilan, dan ibu-ibu pasca melahirkan. Mereka rajin berbagi informasi untuk anggota grupnya yang masih baru dan membutuhkan segala macam informasi yang didapat berdasarkan pengalaman pribadi. Dan, ada kopdar-kopdarannya juga loh. Bahkan, mereka mulai bersimbiosis mutualisme dalam hal bisnis dan berkarya. Ke depan, Bidan Yuli berkeinginan untuk memberikan wadah tersendiri berbasis media online untuk menampung sharing khusus bisnis dan karya emak-emak ini. Dan, berencana membuat sebuah yayasan bersama-sama. Ahhhh, makin cinta :* Ini baru perwujudan social entrepreneurship yang menjadi impian saya.

Bidan Yuli gentle birth


O iya, selain itu, jika mendapatkan rezeki yang tak terduga yang menurutnya terus mengalir saat kita mendapatkan dan kemudian membagikannya adalah dengan mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan. Itu rutin dilakukannya karena prinsip get and give tadi. Misalnya, bakti sosial bersama-sama di Muara Gembong yang letaknya di ujung Bekasi, TPA Bantar Gebang, atau membagikan ilmu sederhana bersama adik-adik di taman baca. Ternyata juga pernah mampir ke Rumah Baca HOS Tjokroaminoto yang saya kelola loh :)

Bidan Yuli gentle birth

Bidan Yuli gentle birth


Baksosnya juga kadang kala masih di bidang kesehatan. Di salah satu videonya yang saya lihat disini, ia dan krunya melakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil serta pembagian vitamin gratis. Ada pula yang diberikan rujukan periksa dan melahirkan. Saat itu sepertinya berlokasi di TPA sampah, terlihat dari komentarnya berikut :

"Ya Allah nyesss ya, masih ada, utamanya di daerah Bekasi deh. Di depan ada perumahan mewah, tapi begitu masuk ke dalem, ada ibu hamil tidur di atas tumpukan sampah, lembab. Kalo saya bangun pun basah, saya pakai masker dua itu ya ampun beruntungnya saya tinggal di tempat yang nyaman, coba mereka, mereka masih bisa hidup. Saya harus semangat, fight berbagi pengalaman..."

Bu Bidan Juga Manusia yang Mencintai Keluarga

Dengan segala kehebohan aktivitasnya yang super duper inspiratif tadi, waktu bersama keluarga tetaplah menjadi prioritas bagi Bubid.

Bidan Yuli gentle birth


Bahkan, ketika si kecil juga sedang beraktivitas di sekolahnya atau study tour, tak segan-segan, Bubid yang kini berusia 32 tahun dan asli Betawi Bekasi ini meluangkan waktu untuk menemani. Ataupun kadangkala mengikuti ibu mereka beraktivitas saat santai.

Bidan Yuli gentle birth



Ia juga punya curhat tentang nama anaknya loh. Anak pertama, M.Axel Tegar Yudhistira, diharapkan menjadi anak yang tegar dan mampu menjadi penengah, serta penyebar kedamaian untuk semua. Katanya lagi, karena saat melahirkannya, ada perang batin di dalam dirinya. Anak kedua, Faeyza Ahmad Zainni, diharapkan menjadi mutiara kebanggaan orang tua, penyejuk, dan penerang hati yang ramah pada sesama. Amien, semoga semua harapan Bubid dan suami terwujud ya :) 

Rasa cintanya itu pun dituangkannya dalam pesan yang juga saya ingat baik-baik :

“Jangan kalah sama persiapan pernikahan yang bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kehamilan dan persalinan juga harus disiapkan jauh-jauh hari. Apalagi dikasih titipan luar biasa sama Allah…”

Wah, makjleb rasanya buat saya yang baru terdeteksi hamil saat periksa ke klinik empat bulan lalu dan harus menerima kenyataan hamil di luar kandungan dan menjalani operasi. Benar perkataan Bubid, sudah dikasih amanah, kita harus menjaganya.

Semoga makin berkah dengan segala aktivitasnya ya Bubid gaul, supaya profesi bidan yang katamu masih dianggap sepele sejauh ini bisa benar-benar menjadi berarti. Menikmati proses dan melakukan semuanya dari hati adalah pelajaran berharga yang saya bawa pulang setelah bertemu dengannya. Titik sukses itu pasti akan datang pada waktunya ketika kita sudah memberikan semua yang kita miliki untuk orang lain~



Menyapa Bidan Yuli secara langsung, kunjungi saja :

Klinik Puspa Jaya dan Rumah Puspa :
Kp. Sasak Tiga RT 1/RW 4, Ds. Tridaya Sakti, Kec. Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat
 

Foto-foto : FB Yulie Mekanik

Prita Hw

21 komentar:

  1. aaaaaah aku jadi terpengaruhi dan bangga sekali kalau liat sosok bidan yang menginspirasi. jadi inget awal dulu ambil jurusan kebidanan kak, semangat banget tapi perlahan memudar gitu karena merasa bukan passion, aku harus ketemu bubid yuli biar dapet pencerahan luar dan dalam nih hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dhiii, apa yg km mau, menggabungkan dunia bidan dan kemasyarakatan, ga harus kok mesti nunggu kul dulu. catet pokoknya, ketemu dulu buat ngobrol cantik, okehh

      Hapus
    2. Sip kak prit. Thank you untuk sharing nyaaaa😍

      Hapus
  2. Wahhh aku terharuuu jebakan batman...😍😍
    Terimkasih kk prita tulisannya ciamikkkk 😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih bubid atas cerita2 santainya. Ini ga berlebihan kok, cuma efek samping perjalanan tulus selama ini :*

      Hapus
  3. Awalnya saya skeptis... setelah baca, Mbak Prita benar, kisah ini inspiratif dan menularkan energi positif.... terima kasih Mbak sudah berbagi cerita.

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skeptis sama profilnya apa tulisannya om? hahaha..Yes, ini kisah2 bidan yg jarang diangkat ke permukaan, padahal dekat sama kehidupan kita :)

      Hapus
  4. Wah..bu bidan Yuli ini keren ya...sayang prakteknya jauh beda kota. dulu disini sempat nyari praktek bidan yang punya visi misi seperti bidan yuli ini tapi belum ketemu

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba kontak2 aja mbak bubid nya yaaa,, biasanya punya jaringan bubid yg keren juga di kota lain

      Hapus
  5. Keren banget ya bubid nya..masih muda tapi dedikasi n prestasinya inspiratif

    BalasHapus
  6. Aku pribadi sebisa mungkin memilih melahirkan normal. Bersyukur dua kali diberi kesempatan & kesehatan buat menjalani proses yg normal. Bukan mengecam yg cesar ya, alasan operasi kan macam2, ada yg krn kondisi mmg mengharuskan, ada yg krn keinginan sendiri. Itu tergantung pertimbangan pribadi masing2

    BalasHapus
    Balasan
    1. bersyukur ya mbak bisa melahirkan normal..iya benar mb, caesar diperlukan ketika ada kondisi khusus,asal ga niat instan aja :) krn ternyata ada caranya, hehe..

      Hapus
  7. Inspiring Prita. Bu Bidannya masih sepantaran kita ya? Jd malu nih beum bnyk kontribusiku buat masyarakat.

    Tengkyu ceritanya yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iy april bener, sepantaran. Aku juga baru tau pas nulis ini dan konfirm ada yg kurang datanya. Sepantaran tp pengalamane kayak ga sepantaran ya, Pril^^ #semangat

      Hapus
  8. masya Alloh. tentang persiapan itu membuat saya merasa tertohok. iya ya. punya anak itu jauh sebelumny harus diprogram dulu. lahir batin disiapkan, dibersihkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, saya jg tertohoknya disitu, kadangan kita lupa dan menganggap sepele :) makasi udh mampir mbak..

      Hapus
  9. waaaaahhh... inspiring bgt... bumil jadi pingn (bukan pingin jadi bidan, hehehehe) tapi nyari bidan yang pro gentle birthing jg... thankyu sharingnya mbak prita :)

    BalasHapus
  10. ya ampun, memang menginspirasi bgt... thn kelahirannya sama ky saya :D

    BalasHapus
  11. Waah baru tau ada Bidan Yulie dengan Rumah Puspanya yang mwnginspirasi Mbak..

    BalasHapus
  12. Wah kalo bidannya kayak gitu, pasti yang pernah pakai jasanya ga akan mudah lupa dong :D hhehehe

    BalasHapus