Bagaimana Menulis Konten Blog Menggunakan SEO yang Ideal ?





Saat awal menulis, tentu dari kita memiliki tujuan di dalamnya. Jangan sampai karena saking mempertimbangkan SEO (Search Engine Optimazation), tulisan kita jadi kaku kayak kanebo :) atau kerobot-robotan gitu deh. Lalu, bagaimana sebenarnya cara menulis konten blog menggunakan SEO yang ideal?

Menurut Nunik Utami, writing trainer dan content creator AloDokter.com yang juga salah satu narasumber workshop “Taking Your Blog to The Next Level”, bertempat di Dilo, Bogor (02/04) lalu, ada dua hal yang perlu dipertimbangkan saat awal menulis :

Google

Apakah kita lebih mengutamakan optimalisasi dari sebuah mesin pencari yang diciptakan google yang berarti dibaca mesin? Padahal rumus-rumus SEO selalu berubah, kalau dulu sangat berorientasi pada teknik, kekinian yang terjadi dewasa ini, justru lebih manusiawi. Maksudnya? Google sudah lebih cerdas untuk memastikan bahwa kebanyakan pembaca memang benar-benar human, misalnya seperti seberapa sering tulisan tersebut di share.

Pembaca

Nah, pembaca ini adalah segalanya. Makanya muncul istilah content is a king. Sebab meski kita sudah menerapkan segala macam teknik, tapi melalaikan kenyamanan pembaca, itu sama aja nothing.

Tapi, jangan berkerut dahi dulu ya, berikut ada tips bagaimana cara membuat konten SEO, yaitu :

1. Membuat artikel 1000 kata


Sekilas membuat 1000 kata bagi yang tidak biasa pasti termehek-mehek ya pada awalnya. Namun, percaya deh semua ala bisa karena biasa. Dan, ini juga dalam rangka mengukuhkan content is a king. Untuk mempermudah, ada tips untuk menulis 1000 kata ini, kerangkanya bisa terdiri dari :

- Pembuka
- Pengalaman
- Informasi
- Pengalaman
- Tips

2. Pilih tema


Pemilihan tema sebenarnya bebas, bisa mencakup apa saja. Namun, tema bisa terdiri dari ide seperti :

- Berita yang sedang populer
- Sesuatu yang sedang dialami (catatan perjalanan-harian)
- Opini
  
3. Cari keyword 



Nah, karena kita lagi ngerumpi tentang SEO, pastinya keyword juga menjadi suatu komponen yang juga penting. Tips untuk mencari keyword ini diantaranya :

- Menggunakan keyword tool seperti Google Adwords atau keyword tool.io
- Analisis keyword
- Gunakan keyword utama dan semantik
Contoh keyword utama seperti susu pertumbuhan, maka keyword semantiknya adalah  susu pertumbuhan anak atau susu anak terbaik.
- Minimal 3 keyword, maksimal 10. Kalau kita sudah klik dengan keyword nya, biasanya lebih mudah bila kita menulis content secara keseluruhan, baru disebar keyword nya.

4. Judul yang menarik


Karena bertujuan SEO, maka judul pun sebisa mungkin diusahakan mengandung keyword. Meski begitu, tetaplah memilih judul yang menarik dan sedikit berbeda dari biasanya. Tapi nggak harus susah atau terlalu ilmiah, kok :)

Contohnya, tulisan Mbak Nunik di AloDokter.com dengan keyword merawat bayi, ia menggunakan judul : “Jangan Hanya Membuat, Ayah Juga Harus Pandai Merawat Bayi”. Sederhana tapi membuat kita gemas untuk menelusurinya, kan?


Judul yang menarik pembaca juga bagus di mata Google


5. Gambar

Usahakan gambar berasal dari koleksi pribadi atau kita bisa mengambilnya dari penyedia gambar gratis seperti www.pixabay.com misalnya. Dan, jangan lupa untuk me-rename file foto kita dengan keyword-nama blog tanpa domain nya.

Kalau terpaksa sekali menggunakan foto orang lain, setidaknya kita bisa ijin dulu dengan yang bersangkutan atau kita tuliskan sumbernya dengan link mati.

6. Meta description

Meta description atau semacam sinopsis tulisan sebanyak 156 karakter dan harus mengandung keyword. Untuk memunculkan meta description di new blog post kita, masing-masing platform seperti blogspot dan wordpress sedikit berbeda.

Baca Juga : SEO for Branding Blog, Kok Bisa?


7.Internal link dan external link

Untuk urusan SEO, lebih baik kita wajib mencantumkan internal link atau link ke tulisan kita yang lain. Sebisa mungkin hindari external link, terlebih untuk tujuan websites yang kurang mendapat tempat di hati Google kalau tak mau disemprit. Apalagi sekarang sudah muncul peraturan baru tentang mencantumkan no follow untuk tujuan link ke websites yang mempromosikan sebuah produk. Lebih baik juga untuk mencantumkan keterangan yang merujuk pada disclosure atau disclaimer. Kecuali untuk kepentingan yang tidak mengharuskan ada transaksi, seperti arisan link yang bertujuan silaturrahim, atau keperluan lomba tertentu.

8. Gunakan bold dan heading
 
Untuk optimalisasi SEO, gunakan bold secara keseluruhan untuk semua tulisan di paragraf pertama yang pastinya mengandung keyword. Kalau kita hanya mem-bold keyword nya aja, hati-hati, bisa jadi itu akan dianggap sebagai spam keyword.

Untuk heading 1 atau yang bernomor awal gunakan untuk sub judul yang mau kita tekankan. Namun, saran dari Mbak Nunik sih gunakan saja heading 3 untuk sub judul.


See? Ternyata menjadi seorang blogger juga harus belajar ini itu ya, terlebih bila kita memang serius untuk menjadi seorang blogger profesional yang diperhitungkan. Jadi, siap untuk mencoba menulis konten blog menggunakan SEO yang ideal?



Gambar&foto : www.pixabay.com

Prita Hw

11 komentar:

  1. Makasih sharingnya, Mbak.. jadi tahu bagaimana cara membuat konten yg berSEO.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak, saya juga baru belajar, yuk sama2 :)

      Hapus
  2. Meta description masih belum ngerti euy :((
    Penjelasannya kebanyakan untuk platform blogspot..yang wordpress jarang. Apa sayanya aja yang belum ketemu ya? :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau make self-hosted WordPress bisa passing plugin Yoast SEO, nanti akan muncul kotak untuk ngisi meta description-nya mbak.

      Hapus
    2. Makasih mbak Almazia Pratita udah bantu jawab :)

      Hapus
  3. akhirnya nemu jg postingan yg lengkap.. udah beberapa kali ikutan ngobrol2 seo, tapi selalustuck di aturan yang ujung-ujungnya bikin tulisan jadi kaku banget. Thanks infonya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak, memang katanya konsep2 SEO selalu berkembang, krn google jg makin mengembangkan bhs programnya mbak..jadi kita mesti update info2 baru kayaknya. Baiklah :)

      Hapus
  4. Terima kasih sharingnya Mba Prita :) Saya yg tinggal di Bogor malah pas ga bisa ikutan acara di Dilo itu.

    Urusan external link saya malah hobi naro external link (tentunya sesuai konteks) maksudnya supaya pembaca bisa mempelajari lebih lanjut tentang terms yang saya gunakan. Mestinya sih mba Google bisa bedain ya mana external link yg untuk promosi mana yg buat memperjelas konteks hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya mbak, itu acara emang keren..next nya pengen ikutan lagi yg lbh lengkap ada ttg template mungkin, atau desain2 kece ala mb Alma:)

      Aku juga suka naroh external link kayak rujukan gitu, mbak. Hehe, just do it aja deh^^

      Hapus
  5. Halo Mbak Prita. Saya Nisa. Anak baru banget di blog. Mau ngeblog. Belajar dulu ilmunya.... luamayan juga ya hehehhehe ... terimakasih Mbak atas ilmu yang di share soal blog :)

    BalasHapus
  6. Halo Mbak Prita. Saya Nisa. Anak baru banget di blog. Mau ngeblog. Belajar dulu ilmunya.... luamayan juga ya hehehhehe ... terimakasih Mbak atas ilmu yang di share soal blog :)

    BalasHapus