Melihat Masa Depan Indonesia pada Alumni Sampoerna Academy

"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Saat engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang...", quotes terkenal dari Soekarno, mantan Presiden pertama RI ini terngiang-ngiang di telinga saya saat melihat para alumni Sampoerna Academy sore itu, Jumat, 10 Juni 2016.

Saya jadi sedikit throwback saat pernah menerima beasiswa pula dari yayasan pendidikan serupa semasa kuliah dulu. Saat berbicara di depan untuk berbagai pengalaman adalah saat yang membanggakan. Bukan berniat untuk pamer, tapi sebaliknya, ada tanggungjawab yang besar yang harus dibuktikan ketika mengemban amanah sebagai siswa atau mahasiswa berprestasi. Begitu pula yang saya lihat pada sosok-sosok yang hadir pada buka puasa bersama Putera Sampoerna Foundation ditemani puluhan alumni Sampoerna Academy di TeSate Restaurant di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

alumni sampoerna academy TeSate Restaurant
Suasana TeSate Restaurant yang kental nuansa Jawa

Saat itu saya sedikit terlambat karena harus berjibaku dengan jadwal kedatangan kereta commuter line dari Bekasi menuju Jakarta Kota yang tidak dapat diprediksi. Dari Bekasi menuju Menteng saja, saya harus menempuh perjalanan dua jam. Luar biasa agak lama juga ya... 

Kesempatan ini tentu tak saya sia-siakan begitu saja, begitu sampai di lokasi, saya sempat mendengar beberapa alumni Sampoerna Academy yang sedang berbagi. Ternyata mereka semua adalah pemuda-pemudi Indonesia di kisaran 20-21 tahun. Bahkan, setelah saya cermati profilnya, ada yang masih berusia 19 tahun. Masih kinyis-kinyis kalau kata orang Jawa :) Tetapi hebatnya, mereka semua sudah berhasil diterima di universitas di Amerika, beberapa bahkan sudah ada yang lulus. Wow!


alumni Sampoerna Academy
Para alumni Sampoerna Academy berfoto bersama

Yang membuat saya salut, usia muda bagi mereka bukanlah satu alasan untuk berleha-leha. Itu mereka buktikan dengan prestasi yang diraihnya. Mereka ini adalah generasi muda Indonesia di atas rata-rata. Bukan saja secara akademik, namun melampaui itu, mereka juga generasi yang berkarakter pemimpin. Menurut hemat saya, pasti ini tak lepas dari atmosfer pendidikan yang mereka peroleh saat mereka menjalani masa sekolah di Sampoerna Academy, semacam Sekolah Menengah Atas (SMA) yang menerapkan sistem kurikulum berstandar internasional dan juga combine dengan standar nasional dengan konsep boarding school.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah profil Ratna Setyaning Widayanti yang akrab dipanggil Ratna. Gadis asal Tulungagung, Jawa Timur ini adalah alumni Sampoerna Academy Malang. Ia mengaku pendidikan yang ia terima di sana memicunya berani bermimpi lebih tinggi. Awalnya, ia mendaftar di tiga universitas di Amerika Serikat, hingga akhirnya memperoleh full scholarship di University of Kentucky, mengambil jurusan Matematika. 


alumni Sampoerna Academy Ratna Setyaning Widayanti
Ratna Setyaning Widayanti sore itu

Sekilas melihat sosok Ratna, saya sudah menduga kalau pasti awalnya gadis berkerudung biru sore itu pastilah anak yang pemalu. Dan benar ternyata, dugaan saya tak meleset. Ia berkisah bahwa banyak yang berubah dari dirinya, "Saya sekarang tidak pemalu lagi, lebih mudah berteman. Dahulu saya pendiam dan tidak memiliki banyak teman.", tuturnya. 

Selain prestasi akdemiknya yang cemerlang, yang dibuktikan dengan nilai A di kelasnya, anak dari seorang guru SMP dan seorang pegawai PLN ini, juga aktif berkegiatan. Ia tercatat sebagai wakil ketua Muslim Student Association disana. Ia aktif membangun silaturrahim antara pelajar muslim dan non muslim demi perdamaian dan toleransi beragama. 

Hati saya juga berdesir saat mengetahui bahwa Ratna pertama kali naik pesawat terbang adalah saat perjalanannya ke Amerika. Dan, saat graduation, ia mengundang orangtuanya juga adiknya yang berasal dari kota kecil di Jawa Timur dari hasil kerja part time di sebuah kedai kopi ternama di sana yang gerainya juga biasa kita dapati di pusat perbelanjaan di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, saat bekerja di sana, ia memegang peranan sebagai seorang supervisor.

Meski mendapat full scholarship dari University of Kentucky, juga mendapat biaya hidup dari dana bantuan pendidikan Putera Sampoerna Foundation, rupanya Ratna tak mau bermanja-manja. Ia merupakan sosok berprestasi yang juga pekerja keras.


alumni sampoerna academy Ratna saat bercerita
Ratna saat menceritakan kisahnya ditemani MC

Setelah menamatkan studinya, gadis manis ini ingin kembali ke Indonesia untuk mengembangkan negeri tercintanya dengan ikut ambil bagian menjadi pemimpin masa depan. Ia pun menambahkan akan memulainya dari kota kecil. Ini membuktikan bahwa gemerlap pendidikan yang sudah ia rasakan tak serta merta membuatnya berlupa diri tentang asal usulnya. Mantap, Rat!

Kalau saja mayoritas generasi muda Indonesia seperti Ratna dan kawan-kawannya yang lain, tentu Indonesia akan bisa menjawab persoalan persaingan ekonomi Asia yang masih kurang, seperti yang diungkapkan Ibu Nenny Soemawinata, Managing Director Putera Sampoerna Foundation sore itu. 


alumni sampoerna academy Ibu Nenny Soemawinata
Ibu Nenny Soemawinata

Karenanya, menurut Bu Nenny lagi, seperti yang saya kutip dari hasil wawancaranya di NET TV beberapa waktu lalu, sistem pendidikan yang diterapkan di Sampoerna Academy berusaha untuk menjawab tantangan how to make learning and teaching fun. Sehingga, prediksi bahwa di tahun 2030 Indonesia akan kekurangan SDM di posisi middle management sebanyak 56 % tidak akan terjadi. Pertanyaan kritisnya, menurut beliau adalah, "Apakah kita bersedia, Indonesia dipegang orang lain di masa yang akan datang?" Silahkan tanyakan pada diri kita masing-masing.

Akhirnya, acara yang berlangsung hangat sore itu selesai sudah. Selamat meneruskan perjuangan adik-adikku semua, dan buatlah yang lain melihat masa depan Indonesia pada pundakmu.


alumni sampoerna academy foto bersama
Berfoto bersama usai acara



Foto : dok.pribadi dan grup FB bloggercrony


Prita Hw

14 komentar:

  1. Salut sama Mba Ratna. Saya selalu kagum sama mereka yang berasal dari kota kecil tapi bisa menempuh pendidikan tinggi di luar negeri.
    Semoga makin banyak anak muda yang di atas rata-rata mau membangun Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, rata2 kan biasanya ga mau balik ke Ind krn dpt tawaran menggiurkan disana, tp ini malah mau mulai dr kota kecil, hehe. amin makin byk anak muda Ind yang membangun negerinya^^

      Hapus
  2. hebat ya masih muda, Generasi emas anak muda indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mas, jadi kita2 juga belajar berkaca :D

      Hapus
    2. wah gak boleh males malesan nih sebagai anak muda, haha *menyemangati diri

      Hapus
  3. Wih keren yaaaa..... sampoerna akademi terkenal bgt ya mencetak org org hebat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah mbak, everything about sistem kayaknya, andai sekolah2 pemerintah lebih simple :)

      Hapus
  4. Duh..masih muda dan pintar-pintar :)
    Jadi malu euy..umur 25 skripsi belum kelar juga.
    *ihik

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, kita ga boleh kalah semangat donggg, ayo cepet kelarin skripsi *sambilbawaumbul2 :D

      Hapus
  5. waww sepertinya ingin balik kuliah, apalagi kk saya sedang study jg beasiswa diluar, wah keren semangat para lulusannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, saya juga mupeng tuh bs lanjut kuliah diluar, pengen ngerasain atmosfer sistemnya yg beda kayak gmn. Yuk ah nyusun semangat lagi :)

      Hapus
  6. keren banget ya adek2 ini
    keren juga nih yang nuliss
    bagus mak reportasenya

    suka bagian awal, "gak bermaksud pamer, justru di sini ada tanggung jawab," >> yupss

    terus, itu kedai kopi yang dimaksud starbucks kan? hahaha *peace

    BalasHapus
    Balasan
    1. dasar miyosi, wkwkwkwk, iya miy bener 100%! Berasa sedikit de javu gitu loh, tapi mrk emang keren :) Matur tengkyu udah mampir2^^

      Hapus
  7. iiih MIss Ratna!! aku tanbah cinta deh sama miss...

    BalasHapus