Mari Mencegah Penyakit dengan 10 Tips ala Ibu Rumah Tangga, dan Jangan Lupa tambahkan In Harmony Clinic sebagai Konsultan Kesehatan Keluarga


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Masih ingat slogan kesehatan layaknya mantra yang sering beredar itu? Pasti semuanya masih ingat ya? Namun, sayangnya masih banyak masyarakat (termasuk kita mungkin, ups!) yang menyimpannya rapi hanya dalam folder ingatan, tapi lupa bagaimana menerapkannya konsisten dalam aktivitas keseharian. Hmmm, yakin sikap seperti itu mau dipertahankan? :)

Mumpung masih di bulan suci Ramadhan, beresolusi tentang kebiasaan mencegah penyakit datang rasanya hal yang tepat untuk dilakukan. Sebagai perempuan yang saat ini sudah menjadi istri seperti saya, atau mungkin sudah menjadi seorang ibu bagi buah hati tercinta, tentu peranan kita sangatlah penting. Sebab apa yang masuk sebagai asupan pada diri sendiri dan keluarga merupakan hasil keputusan kita. Percaya deh, peran perempuan sangatlah penting.

Nah, ini dia 10 tips yang bisa kita lakukan sebagai decision maker dalam rangka mencegah penyakit datang menghinggapi kita, termasuk decision maker harus kemana untuk berkonsultasi kesehatan ya :

1 Pastikan berbelanja bahan-bahan makanan yang halalan thoyyiban

Bagi seorang muslim, tentu makanan halal saja tidaklah cukup. Makanan yang halal belum tentu thoyyib. Sebaliknya makanan yang thoyyib sudah pasti halal. Thoyyib atau baik disini maksudnya bila dikonsumsi dalam waktu lama, tidak akan memberi efek negatif pada tubuh kita. Memangnya ada ya makanan seperti itu? Wuih, banyakkkkk banget. Terlebih, makanan tersebut adalah yang sering kita jadikan lauk pauk dalam menyiapkan makanan yang katanya sehat. Misalnya, tahu tempe, daging ayam, mie basah, sampai kerupuk. Bahan makanan yang beredar di pasaran tersebut saat ini sudah banyak yang tercampur dengan bahan-bahan lain yang disalahgunakan, seperti borax, formalin, bahkan pewarna tekstil.


Tips 1 : Pilih bahan makanan yang halal dan baik

Lalu, bagaimana kita mengatasinya? Kita bisa mengenali ciri-cirinya dengan membaca banyak referensi. Berikut saya sarikan secara ringkas :

  • Makanan yang mengandung borax (biasanya ditemui pada bakso, otak-otak, kerupuk, dan lain-lain) akan lebih kenyal dan lebih awet. Borax ini biasanya digunakan pada bahan pupuk atau bahan las.
  • Makanan yang mengandung formalin (biasanya ditemui pada mie basah, tahu putih, ikan asin, daging ayam, dan lain-lain) akan lebih awet dan jika dibiarkan di suhu ruangan bisa tahan sampai berhari-hari. Untuk ikan asin, biasanya lebih putih bersih, bau menyengat, dan tak ada lalat yang tertarik. Untuk daging ayam, biasanya keset dan tidak berlendir. Formalin ini biasanya digunakan untuk pengawet mayat.
  • Makanan yang mengandung pewarna tekstil (biasanya ditemui pada pacar cina, brondong, jipang, sagu, kerupuk pasir, tahu kuning, dan lain-lain) biasanya warnanya ngejreng dan tidak rata, kadang berbintik-bintik, dan bila kita memegangnya agak lama, warna tersebut berpindah ke tangan kita sebagian atau seperti luntur.
Lebih baik lagi, bila kita membeli bahan makanan yang sudah memiliki label di kemasannya. Dan bila kita merasa ragu, saat ini Badan POM menyediakan cara mengeceknya di website resminya. Atau menelpon ke layanan bebas pulsa Halo BPOM. Tak perlu panik ya ibu-ibu, be wise dan buka mata buka telinga saja atas info-info terkini.

2 Pastikan sarapan yang berkualitas di waktu yang tepat

Ada fakta yang mengejutkan tentang sarapan. Dari hasil riset 2.672 anak Indonesia yang tersebar di 25 propinsi, sekitar 78,4 % nya mempunyai kualitas sarapan yang buruk. Ini menurut studi yang dilakukan oleh Friesland Campina dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) pada 2011. Menurut Dr. Ir. Heryudarini Harahap, M.Kes dari Persagi, asupan gizi yang cukup yaitu minimal 25 % Angka Kecukupan Gizi atau lebih merupakan asupan gisi yang harus dipenuhi sarapan.


Tips 2 : Pastikan sarapan yang berkualitas di waktu yang tepat

Kebutuhan gizi pada saat sarapan efektif untuk mendukung proses belajar, berpikir, dan bahkan beraktivitas fisik. Anak-anak di sekolah akan sangat terbantu dengan hal ini. Idealnya, sarapan yang baik semestinya mengandung 50-60 % karbohidrat, 10-15 % protein, dan 20-25 % lemak. Bagus bila ditambah sayuran dan buah sebagai sumber mineral dan vitamin. Sarapan yang berkualitas juga harus dilakukan di waktu yang tepat ya, yaitu antara pukul 05.00-09.00. Dan mengutip seorang jurnalis AS, John Gunther (1901-1970), semua kebahagiaan dimulai dari sarapan yang tidak terburu-buru. Noted nih buat para ibu :)    

3 Menyediakan bekal makanan atau snack dari rumah

Tips 3 : Siapkan bekal makanan dari rumah

Masih ingat kampanye bawa bekal beberapa bulan lalu? Ini fenomena yang sangat menggembirakan. Selain termasuk gaya hidup hemat, membawa bekal dari rumah justru merupakan perhatian terbesar ibu untuk buah hati tercinta, bahkan suami tercinta. Selain kita sendiri yang memastikan higienis, masakan yang diramu dengan resep cinta sudah pastinya rasanya berbeda, ehm! Dan yang pasti ramah lingkungan, kalau dilakukan kontinyu, tentu kita juga berkonstribusi terhadap pengurangan plastik dan sampah konsumsi yang lain. Jadi, jangan ragu berkreasi ya bu...

4 Memilih waktu tidur yang cukup


Tips 4 : Jangan lupa tidur yang cukup ya...

Nah, sepandai-pandainya kita menjaga asupan makanan, tentu istirahat yang cukup merupakan faktor pendukung penting lainnya. Tidur adalah waktu istirahat yang paling efektif, dibanding tidur sebentar-sebentar, apalagi saat kaget-kagetan karena tertidur di mobil atau transportasi umum. Duh, itu tandanya malah kitanya yang kurang istirahat. Selalu sarankan semua anggota keluarga kita untuk tidur kurang lebih 8 jam sehari. Lebih baik fresh melakukan aktivitas di pagi hari buta daripada harus begadang semalaman. Saya sudah mengalaminya, hehe... No compromise untuk yang satu ini.

5 Mengingatkan minum multivitamin

Untuk apa minum multivitamin kalau makanannya sudah sehat? Eits, siapa yang berani menjamin makanan kita hampir sempurna higienitasnya meski kita sudah sangat hati-hati. Saya yakin tak ada. Kemungkinan apapun pasti terjadi. Untuk meredam zat-zat karsinogen yang berbahaya bagi tubuh, ditambah polusi udara yang hampir selalu kita nikmati saat berada di luar rumah, konsumsi multivitamin yang teratur dari bahan-bahan organik akan sangat membantu. Setidaknya daya tahan tubuh kita akan cenderung stabil. 


Tips 5 : Rutin minum vitamin dan konsultasikan di Harmony Clinic :)

Tak perlu memilih multivitamin dari harganya, banyak kok multivitamin yang tak harus mahal tapi sudah cukup aman.Cukup perhatikan bahan-bahan dan labelnya ya. Berkonsultasi dengan konsultan kesehatan atau dokter seperti di Harmony Clinic tentunya.

6 Mengajak olahraga ringan secara rutin

Yang satu ini dijamin amat sangat jarang dilakukan banyak orang dewasa ini. Masih untung sekarang setiap Minggu padi ada program car free day dimana-mana. Paling tidak, ini membantu membentuk kesadaran bergerak dengan berolahraga rutin. Kalau kita tak mampu melakukannya seminggu sekali, bisa juga memilih untuk melakukan setiap hari dengan porsi kecil. Seperti berjalan kaki setengah jam sehari. 


Tips 6 : Olahraga ringan boleh juga dicoba

Meski ringan, ternyata efeknya luar biasa. Sebuah laporan dari Ramblers and Macmillan Cancer Support yang dilansir dalam The Guardian.com menyebutkan bahwa berjalan kaki selama 30 menit sehari bisa menyelamatkan 37.000 nyawa dari resiko penyakit kanker setiap tahun dan 300.000 orang dari resiko terkena diabetes tipe dua. Bahkan, berjalan kaki dengan kaki telanjang di rumput, tanah, atau pasir pantai juga ampuh untuk menghindari berbagai macam penyakit. Bisa nih untuk kita lakukan di taman yang deklat kompleks perumahan atau keliling kampung sejenak sesudah shalat subuh :)

7 Segera periksa ke dokter terpercaya bila tubuh mengalami sakit

Sepintar apapun kita menjaga siasat berpola hidup sehat, kita tentu tak bisa menghindari fitrah manusia sendiri, yaitu ada saat sakit dan saat sehat. Yang kita cegah adalah frekuensi sakit dan jenis penyakitnya. Saat kita atau anggota keluarga terdiagnosa gejala-gejala yang tidak biasa, jangan tunda untuk bawa ke dokter terpercaya seperti Harmony Clinic. Mengatasi penyakit sedini mungkin akan berpotensi sembuh secepat mungkin.

Tips 7 : Segera datang dan konsultasikan kesehatan keluarga di Harmony Clinic

Apalagi Harmony Clinic juga menjamin pelayanannya terintegrasi, bukan saja untuk pengobatan (kuratif) saja, namun juga pencegahan (preventif). Tenaga medis yang profesional dijamin akan membantu kita semua untuk mengatasi dan mengkonsultasikan apapun persoalan kesehatan yang kita alami.

8 Menjaga kebersihan dan kerapian rumah

Tips 8 : Jaga selalu kebersihan rumah kita ya...
Selain asupan makanan dan olah tubuh, kita juga tak boleh luput memperhatikan yang satu ini. Ibu rumah tangga yang jempolan pasti akan memperhatikan kebersihan dan kerapihan rumah. Bukan saja saat menjamu tamu di momen-momen tertentu loh ya, tapi lebih bagus bila dilakukan harian. Tentu ini akan berdampak positif untuk suami dan anak-anak tercinta. Bayangkan bila debu-debu yang menempel terakumulasi dalam jangka waktu lama, dinding yang lembab karena jarangnya udara dan sinar matahari yang masuk, kemudian kita hirup dalam-dalam saat sedang beraktivitas di dalam rumah. Hii, membayangkan saja sudah ngeri ya... Jangan sampai ini terjadi, kita nggak sedang tinggal di ‘rumah hantu’ kan? Hehehe... 

9 Menciptakan atmosfer yang bikin hepi

Tips 9 : Yuk hepi-hepi bareng keluarga tercinta
Yuhuu, menjadi ibu rumah tangga tak bisa dipungkiri identik dengan berempong-rempong ria. Harus meng-handle ini itu, memastikan semuanya rapi, sehat, dan masih banyak lagi. Tapi ingat lagi tujuan awal kita melakukan semuanya, kita punya tugas mulai sebagai ibu. Rasanya tak adil jika akhirnya kerempongan rutin kita berujung pada pelampiasan pribadi yang akhirnya membuat atmosfer di rumah jadi tak nyaman. Yah, sia-sia dong usahanya kalau kita tak bisa menahan diri?! Jadi, usahakan kita tidak terlalu menjadi sangat perfeksionis, nikmati saja, dan lakukan dari hati. Balasannya bukan dari sesame manusia kok, tapi langsung dari Sang Pencipta. Ajak suami juga untuk bekerjasama. O iya, makin hepi kalau kita bisa membujuk atau memastikan suami untuk tidak merokok ya :)

10 Lakukan dengan konsisten sebagai suatu kebiasaan

Di atas semua tips, no 10 ini yang TERPENTING. Kenapa? Lah percuma kalau dari tadi kita asik manggut-manggut, tapi sebatas untuk menambah pengetahuan, tapi tak ada niatan untuk action. Lakukan saja dari hal kecil dan konsisten, dan jadikan sebagai suatu kebiasaan. Bukan beban. 



Tips 10 : Lakukan sekarang dan konsisten. Sumber : www.thefeelgoodlifestyle.com

Gampang kan 10 tips sukses mencegah penyakit ala ibu rumah tangga di atas? Koor dong jawabnya:) Ingat, segala sesuatu bermula dari apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir mudah, maka benar saja, semuanya akan menjadi lebih mudah.  

Saya sendiri mulai aware ekstra tentang kesehatan karena tak ingin terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dan secara bersamaan kita tidak pernah mencari tahu akan hal itu. Pengalaman pribadi sih, 8 tahun lalu, mama tercinta saya harus meninggalkan kami semua karena penyakit kanker serviks. Dan, dulunya lagi, saya pernah bilang gini (ah, jadi merasa berdosa!), “Nggak mungkin ah mama saya bakal sakit yang aneh-aneh, wong di keluarga paling banter cuma batuk, pilek, dan pusing. Paling ke puskesmas atau dokter juga udah sembuh...” Ya Allah, maafkan saya... Ucapan adalah doa. Karena itu, sekarang saya bertekad menebusnya dengan lebih aware terhadap info-info kesehatan.

Overall, kalau saya berpikir positif seperti ini : kalau saya sudah rutin menerapkan kebiasaan ini bersama suami, kelak saat kami memiliki anak-anak yang lucu, tentu ini akan menjadi hal yang mudah saja :) Tapi bagi yang belum terbiasa, tak ada kata terlambat. Bukankah belajar tak mengenal usia dan waktu? Saya juga sedang belajar untuk bisa menerapkannya secara konsisten. Sama-sama yuk ah!



Sumber referensi :
“Ingin Otak Anak Cerdas, Yuk Sarapan dengan Benar” dalam Intisari No. 643, April 2016
“Manfaat Pasti Berjalan Setengah Jam Sehari” dalam Intisari No. 643, April 2016
Talkshow dan Sosialisasi Badan POM di SQ Dome, Jakarta, 16 Juni 2016 



Prita Hw

6 komentar:

  1. Tulisannya informatif sekali mba... namun nomor 10 itu yang paling berat. Awalnya semangat... makin ke sini... makin seingatnya... baca tulisan mba Prita bikin semangat lagi nieh menata keluarga lebih sehat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, makasih mbakk..pas ke no 10 mak jleb yah mbak, wkwkwk.. aku juga lagi belajar mbak, emang ga mudah ngerubah habit :)

      Hapus
  2. Aku juga sering buanget bawa bekal makanan dari rumah, mba. Biar sehat dan hemat juga sih mba. Hehhee

    BalasHapus
  3. Lengkap banget uraiannya. Masalahnya hanya di istikomahnya aja sih hehehe

    BalasHapus