Just Simple as You Can



Medio Sabtu, 18 Feb 2012



Malem minggu, waktunya buat bersantai ria…Yuhuuuuuuuu… Santai pertamaku diawali dengan ritual makan bakso diskonan deket kantor, namanya bakso sapi brengos, mie bakso komplit yg aslinya 8rb perak jadi cuma 4rb aja! Kalian yang di Surabaya, bisa mampir  ke Ruko Tidar Mas Square, arah Pacuan Kuda, depan pom bensin persis. ^hehe, procol, alias promosi colonganJ^

Santai kedua dilanjutkan dengan aktivitas rumahan ^eits, karena ngekost, so aktivitas kost-an^ yang sekarang jadi seminggu sekali. Berasa jarang banget di rumah, selain numpang tidur… ^yee, ya emang numpang, orang nge-kostJ^ Aktivitasnya milahin cucian, mana yang mau minta tolong laundry buat cuciin, mana yang dicuci sendiri, hehe… Santai ketiga, maksud hati mau nulis depan laptop, ehhh… rekan sekantorku, yang juga tim ku, dan biasa aku sebut ‘anak’, nelpon hampir 1,5 jam non stop, lagi ngabisin gratisan katanya. Maklum dua ‘anakku’ lagi jalanin tugas luar kota di Semarang… Jadilah acara malem minggu ini curhat.com, sementara si suamiku lagi asik nobar bola ma temennya… Ya sudahlah, mari menikmati!J

Refleksi hal yang lebih serius, cieeee… Rasanya puas banget udah bisa ngelakuin yang terbaik dari apa yang kita bisa. Setidaknya ini yang aku rasakan weekend ini. Set the pace alias meninggalkan jejak yang baik. Yah, karena kerjaan yang tiap hari di field dan ketemu banyak karakter orang yang berbeda, bikin aku makin belajar banyak hal. Kata seorang teman yang juga bergerak di bidang marketing, kita menemui orang sebenarnya untuk mencari penolakan. Hm, keren juga sih… Tapi, jangan kuatir, selalu ada yang namanya kepastian alias hukum. Semakin banyak penolakan, maka makin dekat pada penerimaan.

Ini yang aku alami minggu ini. Ceritanya, aku lagi ditugasin untuk sounding project program Save a Teen, Putera Sampoerna Foundation (PSF) yang konsepnya fun education charity, program donasi sekaligus entertainment. Menariknya, kali ini aku lagi sounding di lingkungan kampus yang sering disebut penuh dengan kaum intelektual. Apalagi kampus ini salah satu kampus negeri ternama di Surabaya yang lebih concern di urusan teknik.

Layaknya Dora The Explorer, aku menyusuri jalanan kampus, dari mulai jalan paving, semak belukar, sedikit sisa rawa-rawa, dan jajaran gedung-gedung gagah bertingkat. Sebenarnya sudah sejak 2 minggu lalu, aku ditugaskan disini. Cuma, buat aku, minggu ini lebih dari segalanya. Selain karena hasil yang mengesankan, orang-orang yang aku temui juga nggak kalah mengesankan.

Berawal di lembaga-lembaga semacam biro administrasi, lembaga penelitian, unit pelayanan teknis, hingga perpustakaan, semua rata udah aku bagi info yang perlu mereka tahu. Ini di minggu pertama. Asiknya, sempet kutemui adik kelasku yang sekarang sudah menjabat sebagai salah satu kepala di bagian yang dipimpinnya. Luar biasa. Sosok muda sukses, lulusan terbaik dari dua angkatan di bawahku. Bahkan, dulu sempat magang di Kedai Baca Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jatim yang ku kelola. Amazing saat semua orang memanggilnya dengan sebutan ‘bapak’. Ada kebanggaan juga, saat kita tahu orang yang sempat beraktivitas dekat dengan kita, ternyata berhasil mereguk sukses.

Bonusnya, ternyata ada satu teman dekatku lagi yang bekerja di kampus ini. Wahhh, surprise! Kutemui dia, dan sempat euforia temu kangen sampai acara traktir-traktiran, hehe, bener bener bonus kan, wkwkwkJ  Sampe dia sendiri penasaran, saat ini dalam rangka apa aku bisa sampai di tempatnya bekerja. Sengaja kutunda tunda cerita, sampai tiba klimaksnya, haha… Setelah kujelaskan dengan sedikit gaya presentasi ala teman, dan dia pun ikutan partisipasi pula dalam program yang kubawa.

Yang mengagetkan adalah jawabannya saat kutanya, “Kenapa kamu nggak tanya, kenapa aku mau kerja seperti ini? Nemui orang, kasi info, dan sebagainya?”  Dia jawab apa? “Kenapa heran? Sejak dulu, bukannya kamu emang sering ngelakuin hal-hal beda yang nggak pernah terpikirkan oleh kita?” O yah?? Wow. Jadi itu kesan teman-temanku sendiri. Sedikit ge er, tapi nggak papa lah sekali-kali untuk kebaikanJ Jadi keinget saat masa-masa kuliah dulu, saking banyaknya beberapa organisasi, komunitas yang aku ikuti, yang sering pula ngadain berbagai event maupun program, setiap kali ketemu teman-teman seangkatan, ada aja brosur yang aku bawa. Celetuk mereka dulu, “mesti ada aja brosur baru pas ketemu Prita!” Hahaha, dasar informan! Jiwa yang harus dipunyai pustakawan, tuh! J

Itu keajaiban di minggu pertama.

Minggu kedua yang baru berlalu ini, lebih luar biasa lagi. Aku mulai berpetualang dari satu jurusan ke jurusan lainnya, meski masih dalam satu atap fakultas. Penasaran aku jajaki satu demi satu. Pengen banget ngelihat gimana respon para kaum intelektual ini menerima sesuatu yang baru, informasi baru, yang mungkin penting, mungkin juga nggak penting bagi sebagian mereka.

Hari pertama, saat mulai memetakan pola ruangan di fakultas ini, hasil memang belum begitu bagus, sebab fisik begitu terkuras menaiki dan menuruni tangga, ketemu satu orang, di-ping pong ke orang yang lain. It’s ok, let’s see tomorrow…

Hari kedua dan seterusnya, benar saja, serasa lebih mudah. Yang seru, ya melewati semak belukar tadi. Yang kata sebagian mahasiswa, jaraknya lumayan. Padahal, bagi aku dan temanku yang biasa di field, ini sudah biasa, mirip jingle iklan yah! J Di satu jurusan dimana salah satu teman relawanku di Walhi dulu sempat menimba ilmu, menuai kontrovesi, dan mengukir sejarah, aku dibuat terkesima oleh para dosen yang begitu ramah, menghargai orang lain, dan berjiwa sosial tinggi. Semuanya punya kepedulian pada pendidikan anak bangsa, terutama remaja bibit unggul negeri ini.

Bahkan, benar-benar ada yang sangat berterima kasih karena kami sudah menginformasikannya.  Memang, tujuan kami sounding disini adalah untuk mengundang partisipasi publik atau menjalin kemitraan lebih lanjut bagi kawan yang punya hasrat yang sama di bidang pemberdayaan masyarakat. Jika di sekitar kawan, ada remaja berusia 14 tahun ke atas, sudah lulus dari bangku SMP, dan ingin melanjutkan SMA, namun ada keterbatasan finansial atau berasal dari keluarga pra sejahtera, dengan syarat prestasinya menonjol, silahkan untuk mengunjungi websites dan cari tahu cara merekomendasikannya.

Lanjut ke jurusan lain, luar biasanya, aku dan seorang rekanku yang juga tim ku, menemui seorang kajur yang sangat humble. Bahkan, beliau sempat meminta ijin waktu kami untuk sekedar melanjutkan ceritanya. Simak kata-katanya, “Sebelumnya, apa masih punya waktu ya untuk mendengarkan cerita saya sebentar? Saya ini dari mana dan sebagainya… Takutnya sudah harus buru-buru kemana…” Wahh, biasanya justru kami yang minta waktu buat klien, bukan sebaliknya.

Satu lagi juga keren. Ibu yang juga sekjur dengan penuh keakraban menganggap kami teman barunya. Bercerita juga soal rumah, anaknya yang duduk di bangku SD tapi sudah sangat dekat dengan facebook, juga soal hobi bersepedanya saat hari Minggu. Dibukanya alamat websites dan grup FB PSF. Saat infonya sudah terpampang jelas di layar notebook nya, ia langsung berpekik, “Yeah, I get it!” Dalam hati aku bergumam, mom, jadi pengen be your truly friend!

Terakhir, bapak dosen berkacamata yang katanya berdarah campur-campur. Tanpa babibu panjang lebar, si bapak langsung partisipasi, dan bilang seperti ini, “Dalam hidup, saya nggak mau complicated, hidup cuma sekali, jadi harus se-simple mungkin. Saya hidup untuk orang banyak…” Wow, boljug nih bapak dosen satu!

Tapi, tentu itu hanya sedikit respon dari para klien yang aku temui. Sebelum respon-respon positif itu, aku juga menemui klien yang nggak bersedia waktunya diganggu dengan alasan rapat, mau pulang, lagi repot, dll lah… Tapi, aku percaya yang namanya hukum tadi, hukum rata-rata (law of average) namanya. Just do it!

Aku belajar satu hal lagi, orang intelektual tak perlu harus terpenjara dengan ke-intelektual-an itu sendiri, hingga hidupnya harus penuh dengan hal prosedural, birokratif, complicated, rempong, atau apa istilah kalian? Kuncinya, IQ (Intelligence Quotion) dan EQ (Emotional Quotion) harus berimbang. Saat kau menghargai orang lain, disitulah harga dirimu yang sebenarnya sedang dipertaruhkan. (thil)     

Prita Hw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar